KING OF KINGS

KING OF KINGS
BAB 4 : PEMBANTAIAN SELESAI


__ADS_3

"Beraninya kau..." Belial mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, lalu melesat menuju Aurora sambil melancarkan tinju tangan kanannya "sampai matipun aku takkan pernah memaafkanmu!"


Aurora berhasi menahan serangan itu hanya dengan tangan kirinya, tidak berdampak sedikitpun padanya. Belial tidak mau menyerah begitu saja, ia terus melancarkan serangan dengan kedua genggaman tangannya. Namun sama saja seperti sebelumnya, tidak berdampak sedikitpun pada Aurora dan semuanya berhasil ditahan hanya dengan tangan kirinya. Tak peduli sekeras apapun ia berusaha, perbedaannya benar-benar sangat jauh.


"Kau terlalu lemah untuk membunuhku, lebih baik kau menyerah saja." Ucap Aurora sambil terus menahan serangan tinju yang dilancarkan oleh Belial.


"Maaf, aku tidak dilahirkan untuk menyerah pada seseorang!" Bantah Belial sambil terus melancarkan serangan tinjunya.


"Apalagi menyerah dengan orang yang membunuh temanku sepertimu! Jangan mimpi!" Sambungnya sambil mengangkat tangan kanannya, posisinya hendak melancarkan pukulan.


"Mthical art : Blood Fist!" Teriaknya mengeluarkan kemampuannya.


Seketika itu pula, genggaman tangan kanannya terselimuti oleh aura merah pekat bagaikan darah. Tak pikir panjang ia langsung melancarkan serangan pada Aurora.


Dhuaarrr


Serangannya menciptakan ledakan yang besar, suaranya bergemuruh ke penjuru hutan. Namun sayangnya, Aurora berhasil menahan serangan itu juga. Masih sama seperti sebelumnya, tidak berdampak sedikitpun, padahal hanya ditahan dengan tangan kirinya saja.


"Kalau kau tidak ingin menyerah, maka biarkan aku yang memaksamu melakukannya." Ucap Aurora sebelum akhirnya melancarkan tendangan dengan kaki kirinya, membuat Belial terhempas beberapa meter.


Belum saja ia sempat bangkit berdiri, Sebuah meteor es langsung menghantam tubuhnya. Sebelum tubuhnya membeku sepenuhnya, ia sempat mengucapkan kata-kata terakhir "sampai matipun... Jangan harap... Aku... Akan memaafkanmu..."


Tubuh Belial membeku sepenuhnya, korban kedua setelah Broz. Beberapa saat setelahnya, tubuh Belial yang membeku terhantam oleh sebuah meteor es yang membuat tubuhnya hancur berkeping-keping. Dilain tempat, terlihat Orchen dan Jazz masih berusaha menghindari serangan meteor es itu.

__ADS_1


"Sudahlah, kita akhiri saja untuk hari ini. Aku masih harus menyusul pemimpin mereka." Ucap Aurora sebelum akhirnya melesat menuju Orchen.


Tak pikir panjang ia langsung mengayunkan pedang esnya secara vertikal, hasilnya sangat mengenaskan, tubuh Orchen terbelah menjadi 2 bagian secara vertikal dan langsung membeku seketika. Selanjutnya ia langsung melesat menuju Jazz, lalu melancarkan sebuah tebasan horizontal. Hasilnya sama, tubuh Jazz tertebas dan langsung membeku seketika.


"Mencairlah." Ucap Aurora sebelum akhirnya melesat menyusul Alex.


Seketika itu, semua es yang muncul karna skillnya langsung mencair. Cairan es itu bercampur dengan darah merah kental yang keluar dari tubuh Belial dan lainnya. Kemampuannya sangat mengerikan, apapun yang dilaluinya langsung membeku seketika. Sangat mustahil gadis kecil yang masih berumur 9 tahun memiliki kemampuan semengerikan itu, bahkan orang dewasa sekalipun belum tentu menang melawannya.


Dziban hanya bisa menelan ludah melihat kejadian yang baru saja ia saksikan, kedua matanya melotot tak percaya. Ia tidak menyangka, Aurora yang selalu halus dan lembut padanya, ternyata memiliki kepribadian mengerikan yang terpendam. Dilain sisi, ia sangat senang mendengar kata-kata yang diucapkan Aurora. Ia tidak menyangka, hanya karna masalah sepele yang dilakukan anak2 itu padanya, Aurora sampai membantai mereka semua.


"Untung saja aku sangat dekat dengannya, aku baru tahu ternyata ia punya kemampuan yang sangat mengerikan seperti itu." Ucap Dziban sambil menghembuskan nafas lega.


"Sekarang aku harus menyusul mereka, aku tidak ingin ketinggalan pertunjukan seru seperti ini!" Ucap Dziban semangat sebelum akhirnya bergerak kearah yang sama dengan Aurora.


"Haahh... Tak kusangka energiku akan terkuras habis oleh Mythical art itu, benar-benar disayangkan. Tapi untung saja tujuanku tercapai, akhirnya selamat juga." Alex menghembuskan nafas lega.


"Maaf, tidak ada seorangpun yang pernah selamat dari genggaman tanganku." Ucap Aurora yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


"Eh, kau! Bagaimana bisa secepat ini kau menemukanku!" Alex sontak terkejut.


Aurora mengangkat pedang esnya, lalu melancarkan sebuah tebasan vertikal pada Alex. Tak pikir panjang Alex langsung membuang tubuhnya untuk menghindari serangan itu, lalu bangkit penuh waspada.


"Sebenarnya kalau kau tidak bersuara, aku akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukanmu. Tapi sayangnya kau melakukannya, jadi terima saja nasibmu." Jelas Aurora sebelum akhirnya melesat menuju Alex, lalu melancarkan serangan yang sama.

__ADS_1


Alex lagi-lagi berhasil menghindarinya, tak pikir panjang ia langsung mengeluarkan Mythical Weapon miliknya. Sebilah pedang hitam jenis longsword langsung muncul dihadapannya, gagangnya berwarna merah gelap dengan ukiran kepala iblis. Tak pikir panjang ia langsung menggenggam gagang pedang tersebut, lalu menangkis serangan Aurora yang datang padanya. Meski rencananya berhasil, ia terdorong mundur beberapa meter jauhnya karna serangan Aurora yang terlalu kuat.


"Kau... Bagaimana bisa kau sekuat ini?! Bukannya kau hanya seorang Mythical Bronze?!"


Aurora melangkahkan kakinya, dan secara tiba-tiba saja ia langsung muncul dihadapan Alex. Tak pikir panjang iapun kembali melancarkan serangan, namun berhasil ditangkis lagi oleh Alex. Tapi sama saja seperti yang sebelumnya, Alex terdorong mundur beberapa meter jauhnya.


"Kau benar, sebenarnya kita memang berada ditingkatan yang sama. Tapi, aku tidak sesederhana yang kau pikirkan, saat ini kekuatanku setara dengan seorang Mythical tingkat Gold bintang 7." Ungkap Aurora.


"Kau... Iblis! Hanya ras iblis yang bisa meningkatkan kekuatannya berlipat ganda!"


"Salah, tebakanmu tidak ada benarnya sama sekali, tidak sedikitpun." Ucap Aurora sebelum akhirnya menancapkan pedang esnya kedalam tanah.


"Mythical art : Blue Frozen Phoenix!" Teriaknya yang seketika itu pula muncul seekor Phoenix raksasa beberapa meter diatasnya, seluruh tubuhnya murni terbuat dari es.


Aurora langsung mencabut pedangnya, lalu mengarahkan ujungnya kearah Alex "Hancurkan!"


Phoenix es itu langsung melesat menuju Alex, kecepatannya benar-benar luar biasa. Saat akan menghindar, Phoenix es tersebut sudah berada dihadapannya.


Dhuaarrr


Tercipta ledakan yang sangat dahsyat, suaranya bergemuruh kesegala penjuru hutan, pohon-pohon yang tumbuh disekitarnya langsung tumbang seketika karena tekanannya. Asap hitam pekat muncul menghalangi pandangan, tidak ada yang tahu saat ini keadaannya seperti apa.


Dilain tempat, terlihat Dziban masih bergerak menuju tempat pertarungan mereka. Ia sedikit terkejut mendengar suara ledakan yang begitu dahsyat, namun arah suaranya memberi petunjuk dimana tempat mereka bertarung.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, akhirnya asap hitam itupun menghilang. Terlihat Aurora masih baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun, sementara itu Alex terlihat penuh dengan luka disekujur tubuhnya. Ternyata ia berhasil menahan serangan itu dengan Mythical artnya, buktinya terlihat sebuah dinding besi raksasa menjulang tinggi dihadapannya. Tapi tidak sepenuhnya ia berhasil, ia masih terkena dampak serangannya karna serangan itu terlalu kuat. Dan juga, dinding besi yang melindunginya mengalami keretakan yang sangat parah, dan hancur lebur berserakan didepannya.


__ADS_2