
Pagi harinya, Dziban langsung membersihkan badannya dan langsung memasak menu sarapan pagi ini. Seselainya menyantap sarapan, ia segera keluar dari rumah pohon dan berteduh dibawah pohon raksasa itu. Lawrance tiba-tiba muncul dihadapannya dan sontak membuatnya terkejut melompat kebelakang, membentur batang pohon raksasa dibelakangnya.
"Oi, kalau mau muncul bilang-bilang dong..." Protes Dziban sambil membersihkan bagian belakang sweaternya.
"Bodoh, siapa suruh kau lengah. Andai saja aku adalah musuhmu, mungkin kau tidak akan bisa melihat dunia lagi." Respon Lawrance santai.
"Baiklah, terserah kau saja. Kalau begitu kita langsung saja memulai latihannya, ingat waktu kita tidak bersahabat." Ucap Dziban masih sedikit kesal.
"Kalau begitu pelajari Mythical art ini, aku memberimu waktu sampai jam 12 siang. Jika kau masih belum bisa mempelajarinya setelah waktunya habis, kau pelajari saja Mythical art itu sendiri." Jelas Lawrance sebelum akhirnya masuk kembali kedalam kalung tersebut, dan melanjutkan ucapannya dari dalam kalung "Seperti biasa, panggil aku jika kau sudah berhasil menyelesaikannya."
Dziban menyandarkan tubuhnya pada batang pohon raksasa dibelakangnya, lalu membakar rokoknya. Sambil menikmatinya, iapun mulai membaca buku Mythical art tersebut. Buku itu memiliki sampul berwarna hitam dengan tulisan berwarna putih "GHOST SHADOW STEP".
Beberapa menit kemudian, Dziban beranjak bangkit dari tempatnya dan memasukkan buku Mythical art itu kedalam cincin Nightcore. Kemudian iapun berteriak memanggil Lawrance, dan beberapa saat kemudian akhirnya Lawrance muncul dihadapannya secara tiba-tiba. Sontak hal itu membuatnya terkejut dan langsung melompat kebelakang sehingga membentur batang pohon raksasa dibelakangnya, hal yang sama kini terulang kembali.
"Kau melakukannya lagi, kali ini kau pasti sengaja kan?" Dziban terlihat kesal.
"Tidak tidak! Aku tidak sengaja, sekarang lupakan dulu hal itu, masih ada hal penting yang harus kita lakukan." Jawab Lawrance mengalihkan topik pembicaraan.
"Apa latihannya akan langsung kita mulai hari ini?" Tanya Dziban dengan mata berbinar-binar, sepertinya ia sudah terpancing kedalam rencana Lawrance.
__ADS_1
"Benar! Kita akan memulainya hari ini, dan latihan pertamamu adalah berlari memutari hutan ini sebanyak 100 kali dengan Mythical art itu." Jawab Lawrance seraya menjelaskan.
"Apa?! Kau bercanda, kan?!" Teriak Dziban memastikan.
"Tidak, kali ini aku serius. Kau harus menyelesaikannya sebelum tengah malam, atau kau akan tahu sendiri akibatnya." Jawab Lawrance mengancam sebelum akhirnya kembali masuk kedalam kalung tersebut.
"Astaga... Ternyata dia beneran serius, aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya dalam waktu sesingkat itu." Pikir Dziban kesal sebelum akhirnya mengambil nafas dalam-dalam, mengatur energi yang berlimpah didalam tubuhnya.
Ia tidak perlu lagi untuk pergi keperbatasan hutan, karna ia sendiri sudah berada disana, jadi hanya perlu menandai titik tempatnya berlari dengan membentuk sebuah garis menggunakan ranting pohon.
"Mythical art : Ghost Shadow Step!" Teriaknya sebelum akhirnya melesat kencang memulai putaran pertamanya.
Baru saja ia menyelesaikan putaran ke-20, tubuhnya langsung terjatuh karna kehabisan energi. Dengan sedikit energi yang masih tersisa, tak pikir panjang ia langsung memanjat sebuah pohon dan duduk bersila diatas dahannya, berkultivasi untuk memulihkan energinya kembali.
10 menit kemudian, akhirnya energi Mythical sudah mengisi penuh tubuhnya. Ia kembali melesat melanjutkan putarannya dengan Mythical art 'Ghost Shadow Step'. Setiap menyelesaikan 20 putaran, energinya terkuras habis oleh Mythical art itu. Dan iapun terpaksa untuk kembali berkultivasi memulihkan energinya, dan terisi penuh dalam waktu 10 menit. Akhirnya dalam waktu 2 setengah jam, iapun berhasil menyelesaikan latihannya tepat pada sore harinya.
"Guru! Guru! Aku sudah menyelesaikannya!" Teriak Dziban memanggil Lawrance.
Lawrance secara tiba-tiba muncul dihadapannya, tapi kali ini ia tidak terkejut lagi karna sudah memperkirakan hal itu pasti akan terjadi.
__ADS_1
"Kapasitas energimu terlalu rendah, kau menghabiskan banyak waktu untuk memulihkannya, berarti regenerasi energimu terlalu lambat. Padahal aku berharap kau bisa menyelesaikannya lebih cepat dari saat ini, tapi kau mengecewakannya." Kritik Lawrance yang menusuk kedalam hatinya.
"Hei, bukannya aku menyelesaikannya lebih cepat dari waktu yang sudah kau tentukan! Bagaimana bisa aku mengecewakanmu?!" Protes Dziban.
"Aku sengaja membatasinya karna aku yakin kau pasti bisa menyelesaikannya jauh lebih cepat, dan harapanku kau pasti bisa menyelesaikannya 3 jam sebelum batas waktunya." Jelas Lawrance.
"Yah... Mau bagaimana lagi? Memang hanya itu batasanku, beruntung aku tidak pingsan dalam latihan kali ini. Tapi yang terpenting, aku sudah menyelesaikannya bukan?"
"Yah, kau berhasil menyelesaikannya. Sekarang kita lanjutkan latihan bagian kedua, pergilah kedalam gua yang ada diperbatasan hutan. Lalu masuklah sambil membawa bangkai seekor Snow Cat, dan berusahalah untuk bertahan dari sekelompok Thunder Wolf, paling lama kau harus bertahan sampai tengah malam. Panggil aku jika kau sudah menyelesaikannya, aku yang akan menyelesaikan sekelompok Thunder Wolf itu." Jelas Lawrance sebelum akhirnya kembali masuk kedalam kalung tersebut.
Tak pikir panjang Dziban langsung melesat menuju gua diperbatasan, tak lupa ia membunuh seekor Snow Cat selama perjalanan. Setibanya didepan gua, ia langsung masuk beberapa langkah kedalam dan melemparkan bangkai seekor Snow Cat yang tadi dibunuhnya.
Tak pikir panjang Dziban langsung melesat menjauhi gua itu, lalu memanjat sebuah pohon dan mengintai dari dahan pohon tersebut. Beberapa ekor serigala putih berjalan keluar dari dalam gua, raut wajah mereka menandakan bahwa mereka sangat kelaparan. Setiap serigala itu ukurannya sedikit lebih besar dari serigala biasa pada umumnya, mata mereka berwarna kuning menyala, dan pada kening mereka terlihat sebuah tanda kuning berbentuk kilatan petir.
"Beast tingkat 2 bintang 1, Thunder Wolf. Kecepatannya tidak ada yang bisa menandinginya dalam tingkatan tersebut, kapasitas energinya sangat luar biasa." Pikir Dziban sambil menatap seekor Thunder Wolf.
Beberapa ekor demi beberapa ekor Thunder Wolf menyusul keluar dari dalam gua, akhirnya semuanya sudah berkumpul diluar gua. Jumlahnya tidak kurang dari 100 ekor, dan semuanya terlihat kelaparan. Tidak butuh waktu lama, akhirnya para Thunder Wolf itu berhasil mengetahui keberadaannya. Mengetahui hal itu, Dziban langsung melesat menjauhi mereka, dan ujian keduanya resmi dimulai.
"Aku harus memanfaatkan pepohonan dihutan ini, tidak mungkin aku akan terus berlari menggunakan Ghost Shadow Step. Aku harus menghemat pengeluaran energiku, atau aku akan dibunuh oleh segerombolan serigala yang kelaparan itu. Dan aku yakin, guru ******** itu pasti tidak akan menyelamatkanku dan membiarkanku sendiri untuk menyelesaikannya." Pikir Dziban sambil bersembunyi dibalik semak lebat.
__ADS_1