
"Bagus! Bagus! Kalau begitu rasakan seranganku selanjutnya!" Teriak Belliaz semangat sebelum akhirnya melompat tinggi keatas "Mythical art : Eagle Wings!"
Seketika muncullah sepasang sayap elang berwarna coklat dari punggungnya, membentang menarik perhatian siapapun yang melihatnya, sayap itu membuat tubuhnya melayang diudara.
"Aurora, apa kau bisa sedikit menjauh dari sini?" Pinta Dziban lembut sambil tersenyum pada Aurora.
Aurora menganggukkan kepalanya, lalu berkumpul dengan kerumunan orang-orang yang mulai mengerumuni Dziban dan Belliaz.
"Mythical art : Thunder Javelin Rain!" Teriak Belliaz sambil mengarahkan telapak tangan kanannya kearah Dziban.
Ctaarrr
Seketika muncullah puluhan tombak petir yang melayang disekitar tubuhnya, ukuran semua tombak itu sama dengan tombak biasa pada umumnya. Saat Belliaz menggenggam jari tangan kanannya, semua tombak itu langsung meluncur kebawah menuju Dziban.
Dziban langsung mengeluarkan Ghost Shadow Step, lalu melesat menghindari serangan-serangan itu. Berhasil menghindari semuanya, ia langsung melompat tinggi keatas menuju Belliaz. Belum sempat ia mengeluarkan Earth Shaking Tread, Belliaz sudah mengeluarkan Mythical art nya terlebih dahulu "Three Giant Thorn!"
Seketika tiga duri hitam raksasa muncul disekitarnya, satu diatas kepalanya, satu disebelah kiri dan satu lagi disebelah kanan. Saat ia berteriak "Meluncurlah!", Ketiga duri itu langsung meluncur menuju Dziban yang masih melayang diudara.
"Hehe..." Dziban terkekeh kecil sebelum akhirnya mengeluarkan puluhan Darkness Knife dari cincin Nightcore, lalu memerintahkan semua pisau hitam itu untuk menyebar kesegala arah.
Sebuah pisau hitam melayang dibawah tubuhnya, ia segera membalikkan tubuhnya dan berhasil menginjakkan kedua kakinya diatas pisau tersebut. Sebuah duri raksasa melesat kearahnya, ia segera melompat dari pisau tersebut menuju pisau yang ada disebelah kanannya. Tanpa disadari Belliaz, semua pisau hitam yang disebar Dziban berbaris rapi memutari tubuhnya seperti anak tangga dan pisau terakhir tepat sejajar berada diatas kepalanya.
__ADS_1
Dziban terus melompat menuju pisau yang lainnya, serangan ketiga duri raksasa Belliaz telah berhasil dihindarinya. Belliaz merasa semakin kesal melihat Dziban berhasil menghindari semua serangannya, tak pikir panjang ia segera melancarkan serangan bertubi-tubi.
"Mythical art : One Hundread Fire Ball!"
"Mythical art : Silver Feather Knife!"
"Mythical art : Phantom Shuriken!"
Ratusan bola api, ratusan bulu elang tajam berwarna biru, dan ratusan Shuriken hitam mengkilap muncul disekeliling tubuhnya.
"Habisi dia!" Teriaknya sambil menunjuk Dziban.
Seketika itu pula semua bola api, bulu elang, dan Shuriken hitam langsung meluncur satu persatu menuju Dziban. Dziban melakukan hal yang sama seperti saat menghindari ledakan es sebelumnya, yaitu mengeluarkan ribuan Burning Knife dan memerintahkan semuanya untuk melindunginya. Kini ia sudah diselimuti oleh Burning Knife yang menyatu membentuk sebuah pelindung bulat, ia terus melompat menaiki pisau lainnya, tidak perlu khawatir lagi dengan serangan Belliaz.
Belliaz semakin kesal karnanya, iapun memilih untuk mengeluarkan Mythical art andalannya. Ia mengambil nafas dalam-dalam, lalu mengangkat lengan kanannya sejajar dengan kepala "Mythical art : Spear Of Destruction!"
Seketika itu muncullah sebuah tombak hitam raksasa yang melayang diatas telapak tangan kanannya, tombak itu terlihat sangat mengerikan. Tombak itu sepenuhnya berwarna hitam dengan sedikit ukiran-ukiran huruf aneh berwarna ungu, hawa membunuh yang sangat mengerikan menyelimuti tombak tersebut.
"Mari kita lihat sekuat apa pelindungmu itu!" Teriak Belliaz sambil melemparkan tombak raksasa itu.
Dziban dapat melihat tombak raksasa itu dari sedikit celah pelindung yang sengaja dibuatnya untuk mengamati lawan, ia tak menyangka ternyata Belliaz akan mengeluarkan Mythical art warisan clan Dusk. Tombak itu melesat dengan kecepatan mengerikan, menghantam pelindung Dziban dan menghancurkannya. Sedangkan Dziban terhempas karnanya, namun ia segera mengeluarkan skateboard nya dan mengeluarkan Ghost Shadow Step untuk menghindari tombak raksasa itu. Hasilnya, ia berhasil menghindarinya dan tombak raksasa itu melewati tubuhnya begitu saja.
__ADS_1
Dziban melompat dari skateboard nya, mendarat tepat diatas pisau yang tadi sempat diinjaknya sebelum terhempas karna tombak raksasa itu. Dziban memasukkan skateboard nya kembali, lalu melompat lebih cepat dari satu pisau ke pisau lainnya. Kecepatannya meningkat drastis, dikarnakan ia menambahkan lebih banyak energi saat menggunakan Ghost Shadow Step, dan memusatkan Mythical art itu pada kedua kakinya saja.
Akhirnya Dziban menginjakkan kakinya diatas pisau terakhir. Ia mengambil nafas dalam-dalam, lalu memusatkan setengah dari seluruh energi ditubuhnya pada kedua kakinya. Kemudian iapun melompat tinggi keatas, kali ini lompatannya jauh lebih tinggi dari yang sebelum-sebelumnya, kira-kira tingginya 50 meter diatas kepala Belliaz.
Ia menghadapkan tubuhnya kebawah, lalu mengangkat telapak tangan kanannya kedepan "Perangkap diaktifkan!"
Seketika itu pula semua pisau hitam itu berubah menjadi asap hitam yang sangat pekat, lalu melilit tubuh Belliaz sampai membuatnya tidak bisa bergerak sedikitpun. Asap hitam itu juga menggumpal dimatanya, bertujuan untuk menghalangi pandangannya. Kini hanya warna hitam pekat yang dilihat oleh Belliaz, tidak ada apapun selain itu.
Dziban menggenggam erat jari-jari tangan kiri dan tangan kanannya, lalu memukulkannya kearah Belliaz "Mythical art : Earth Shaking Tread!"
Dua buah genggaman tangan raksasa muncul dari kedua pukulannya, kedua genggaman tangan raksasa itu langsung meluncur menuju Belliaz. Ditengah-tengah perjalanan, kedua genggaman tangan raksasa itu menyatu dan menciptakan sebuah genggaman tangan raksasa yang ukurannya 3 kali lipat lebih besar dari yang sebelumnya.
Blaarrr
Genggaman tangan raksasa itu menciptakan sebuah ledakan setelah menghantam tubuh Belliaz, membuatnya terhempas kencang kebawah dan membentur permukaan tanah dengan sangat keras. Tercipta sebuah kawah diatas permukaan tanah, berradius 3 meter dari tubuhnya. Selain itu, tanah disekitarnya mengalami kehancuran, sedangkan Belliaz sendiri sudah pingsan tak sadarkan diri.
Dziban membalikkan tubuhnya, mendarat dengan selamat diatas permukaan tanah. Ia tersenyum menatap tubuh Belliaz yang dipenuhi oleh luka "Hehe... Kau memang pantas mendapatkannya! Kau sudah puas menyerangku berkali-kali, tapi kau sendiri langsung kalah hanya dengan 1 seranganku."
Baru saja Dziban membalikkan badannya dan akan melangkah pergi, kelima penjaga clan Dusk berteriak menghentikannya, lalu mencabut pedang mereka masing-masing dan berlari menuju Dziban.
Belum sempat mereka menyerang orang yang membuat tuan muda mereka pingsan, Aurora menghadang mereka ditengah-tengah perjalanan, lalu menebas pedang mereka dengan pedang yang diberikan Dziban. Pedang mereka membeku seketika, lalu pembekuan itu perlahan-lahan merambat ketubuh mereka dan membuat mereka membeku sepenuhnya.
__ADS_1
"Selesai! Ternyata penjaga keamanan Clan Dusk lemah sekali, bahkan akupun bisa mengalahkan 5 dari mereka sekaligus, dan mereka tidak memberikan perlawanan sedikitpun padaku." Ucap Aurora sambil memasukan pedangnya kembali kedalam cincin Nightcore, lalu berlari menyusul Dziban.