Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
EPISODE 01


__ADS_3

Prolog


Kamu itu seperti Kupu-kupu. Kalau aku kejar dan coba tangkap, kamu menghindar.


Tapi, jika aku biarkan? Apa kamu mau mendekatiku?


Putri Ramadani.


Bagiku kamu seperti Bunga Matahari, sebuah simbol kebahagiaan dan keceriaan. Tanpa Bunga Matahari seekor Kupu-kupu tidak bisa hidup. Aku membutuhkanmu, maka aku akan mendekatimu.


Devano Guana Freedy.


Cerita pun dimulai:


[ Gadis Gila dan Pria Hati Batu ]


Triiing...


Bunyi lonceng berbunyi, seorang pembeli masuk ke dalam cafe membuat beberapa pasang mata refleks menatap kearahnya.


Penasaran atau tidak itu sudah menjadi jalanya impuls manusia yang dapat menghubungkan reseptor ke efektornya.


"Waaahh!! Dia Devano kan?" ucap seorang gadis berparas tirus dan kulit putih. Sebut saja namanya Putri!.


Ya... Putri Ramadani. Sang pemeran utama dalam cerita antik ini.


Kedua mata Putri pun tak lepas dari seorang pria berseragam dengan earphone terpasang ditelinganya. Pria yang baru saja memasuki cafe tersebut. Pria itu sedang berdiri didepan kasir, sepertinya sedang memesan.


"Siapa sih?" tanya sosok gadis lain ikut tertarik dan membalikkan badanya untuk melihat jelas sosok pria bernamakan Devano


"Ahh. Si hati batu" sahutnya sembari berdecak dan senyum miring.


"Amanda, Lo kenal dia?" tanya putri semakin antusias. putri menatap temannya yang sedang duduk dihadapannya, Amanda. "Ya Allah. Lo teman sekolahnya kan?" lanjut Putri baru menyadari seragam yang dipakai gadis dihadapannya tersebut sama dengan seragam yang dipakai Devano.


"Gue baru sadar lo sekolah di SMA Arwana. Hehehe" cengir Putri


"Kenal-lah! Satu sekolah siapa yang nggak kenal samaa dia coba" sahut Amanda sembari menyeruput Ice-copucino ditangannya itu.


"Lu sendiri kok bisa kenal Devano?" Dia nggak se-famous itu sampai sekolah lain harus kenal dia" heran Armada.


Putri pun tersenyum licik.


"Dia itu cowok yang pernah gue ceritain 2 minggu lalu. Cowok satu camp olimpiade. Cowok berwajah dingin tapi berhati Malaikat!"


"Hati malaikat pantat lo" decak Amanda tajam." Ngomong aja jarang! Gue kira dia bisu!'


"Amanda adek nggak suka kata-katanya! Amanda nggak boleh ngomong kayak gitu! Nggak baik ngomongin orang ganteng"

__ADS_1


Amanda hanya bisa mendesah berat sembari geleng-geleng melihat tingkah sahabat dari masa kecilnya itu.


Jadi, maksud lo Devano yang ini? Cowok yang lo bilang sangat dingin, irit ngomong, pinter tapi suka bantu orang lain selama di camp-olimpiade, dan lo masih baper sama dia?"


"That's Right, Baby! Yes, he is!" Jawab Putri penuh semangat.


ia pun berdiri dari kursinya, dan mengeluarkan ponselnya itu!! dari tasnya dengan buru-buru. Amanda menatap putri semakin curiga. Keningnya pun berkerut,


" mau apa lo?"


"Minta nomor hp-nya dia! Kemarin, waktu camp gue hanya bisa jadi pengagum dalam diam!sekarang gue akan main terang-terangan!"


"Doain gue!"


Amanda hanya bisa melongo, mulutnya terbuka sempurna. Selain tidak waras sahabatnya itu memang sudah gila!.


Bagaimana bisa ada perempuan macam Putri?. Amanda pun jadi ragu, kalau Putri terbuat dari tanah liat seperti manusia lainnya.


"Bagaimana orang macam dia bisa juara 1 olimpiade Kimia se-nasional?"


"Gue yakin pasti emak-nya dulu suka hafalan tabel periodik! Kalau nggak gitu suka lihat jimmy-neutron!" decak Amanda geleng-geleng.


Amanda membalikkan badanya, ingin melihat aksi gila Putri. Amanda berani bertaruh bahwa Putri akan di tolak oleh Devano! 100% tanpa boraks dan formalin!


Amanda sangat yakin demi kera sakti dan biksu tong yang masih berusaha mencari kitab suci!.


Putri berjalan mendekati Devano yang sedang duduk di kursi tunggu pemesanan take-away. Putri tersenyum merekah, menatap wajah Devano dari dekat saja sudah membuat jantungnya berdetak lebih cepat.


"Minta nomer hp lu" ucap Putri menyodorkan ponselnya ke Devano.


Putri menunggu, tak ada reaksi dari Devano. Pria itu sedang fokus dengan ponselnya sendiri:v


"MINTA NOMER LO" teriak Putri lagi.


Sekali lagi tak ada respon dari Devano, pria itu malah bersenandung mengikuti alunan lagu diearphone-nya. Putri mendecak sebal. Ia tau ini akan terlihat lancang dan sangat gila! Putri tidak peduli dengan resiko ke depannya!.


Tuhan maafkan Putri! Lindungi Putri!.Putri pun terpaksa menarik earphone yang terpasang di telinga Devano dan berhasil membuat Devano terpelonjat kaget.


Devano mendongakkan kepalanya, menatap gadis di depannya dengan bingung.


"Minta nomer hp Lo" minta Putri kembali sambil tersenyum.


Devano mengerjapkan kedua matanya beberapa Kali, raut wajahnya datar dan sedikit bingung. Siapa gadis aneh dan Gila dihadapannya ini? Apa yang dilakukannya?. Devano mengernyitkan kening, ia seperti pernah bertemu dengan gadis didepannya itu? Tapi dimana? Dia tidak ingat!.


"Minta nomer hp lo, Devano!!" Gemas Putri karena pria dihadapannya masih diam dan menatapnya dengan dingin.


"Lo.. si... siapa?"

__ADS_1


"Nama gue Putri Ramadani, Panggilannya Putri umur gue 16tahun, jenis kelamin perempuan, gue sekolah Di SMA Trisakti, dan gue masih jomblo"


"Hah?"


"Gue minta nomer lo! Kita satu camp-olimpiade kemaren. Lo fisika dan w kimia. Lo pasti ingat gue kan?" tanya Putri dengan percaya diri diatas rata-rata.


"Nggak!"


"Isshh" desis Putri sebal, kakinya ia hentakkan beberapa kali. Ia mulai gregetan dengan Devano.


"Yaudah, cepatan kasih nomer lo!" pinta Putri setengah cemberut.


"Buat apa?" tanya Devano dingin, ia mulai risih dengan kehadiran gadis didepannya ini.


"Buat dekatin lo. Gue suka sama Lo!" ucap Putri terang-terangan.


Devano terdiam, tentu saja ia sangat terkejut mendengar pengakuan Devano yang sangat jelas tepat diwajahnya. Baru pertama kali ada gadis yang berani menyatakan perasaannya langsung tanpa berpikir panjang. Biasanya disekolah, cewek-cewek yang menyukainya hanya berani memberikan cokelat atau Semacam surat yang diletakkan dikolong bangkunya.


Devano menghela berat, kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Lo mau kemana?" Tanya Putri cemas.


Devano tak mempedulikan Putri, ia memasang kembali earphone-nya, dan berjalan melewati Putri begitu saja. Devano mengambil Pesanannya yang telah jadi, kemudian berjalan keluar dari cafe tersebut.


"LO BELUM NGASIH NOMER HP LO!!"


"DEVAAANNOO!!"


"GUE BAKALAN DAPAT NOMER HP LO!!"


GUE AKAN DEKETIN LO DENGAN CARA APAPUN ITU!!"


" GUE AKAN BUAT LO JATUH CINTA KE GUE!!"


"LO PASTI JADI PACAR GUE!!"


"PASTI ITU!!"


Amanda memasukkan kepalanya ke dalam tas, dia sangat malu melihat ulah sahabatnya itu yang kini menjadi tontonan semua orang didalam cafe. Kan apa bila Amanda bilang! Devano akan menolak gadis itu!. Amanda menyebut dalam hati.


Bayangkan saja jika kalian yang punya teman macam kayak gitu!


"*Amanda rela tuhan! Sangat rela!"


"JIKA PUTRI JADI GILAAAA!!!!!"


"BUKANNYA AMANDA RELA MENYUMPAHIN SAHABAT AMANDA SENDIRI TUHAN,,TAPI PUTRI ITU BENAR-BENAR BIKIN AMANDA MALU JADI SAHABATNYA ITU*"

__ADS_1


__ADS_2