Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 30


__ADS_3

Cemburu membakar hati


"Siapa yang bilang?"


"Gue barusan!" sahut Exsel dengan bangga.


Devano pun mendesis dengan sinis, ia berdiri dan berjalan meninggalkan Exsel begitu saja. Devano malas berlama-lama dilapangan. Ia ingin mendinginkan otaknya dikantin. Devano menyadari sedari tadi Putri terus mencuri-curi pandangan ke arahnya. Namun, Devano mencoba sama sekali tidak peduli, ia pun memutar bola matanya agar tidak saling bertatapan satu sama lainnya.


Entahlah! Devano masih tidak tahu tentang perasaannya sekarang, yang sebenarnya? Apakah dia suka dengan Putri? Atau tidak?


****


Devano mencoba makan dengan sangat tenang, ia sama sekali tidak peduli dengan teman-teman dipinggirnya. Gara-gara Kevin mengajak Amanda makan satu meja dengannya, jadilah Putri juga ikut dan mau tak mau mereka semua makan dalam satu meja. Putri pun duduk tepat dihadapan Devano. Gadis itu terus menerus menatap Devano tanpa henti dan kedip.


"Lo nggak makan Put?" tanya Amanda, yang melihat mangkok Putri masih terisi penuh.


"Nggak. Cacing yang berada diperut Putri udah kenyang kok, karna liatin muka Devano yang tampan" ucapnya sambil senyam-senyum nggak jelas.


UhuukkUhhuukk..

__ADS_1


Devano pun mendadak tersedak, ia pun kaget atas perkataan dari mulut Putri. Devano pun meraih botol air mineral disampingnya dan meminumnya sampai habis. Ia pun mulai risih dengan keberadaan Putri dihadapannya, ia pun mulai tidak merasa nyaman sama sekali.


"Put..." sebuah suara lelaki pun terdengar dari arah belakang tubuh Putri. Semua orang di meja pun langsung mendongakkan kepala mereka, dan mengarah ke sumber suara tersebut.


PINO!!


"Ini buat lo" Ucap Juna sambil menyodorkan sebuket bunga mawar putih dan cokelat. "Katanya lo suka sama bunga dan cokelat"


Putri pun tidak langsung menerimanya, ia pun langsung memutarkan kepalanya, dan langsung menatap ke arah Devano.


"Devano" panggil Putri dengan lirih.


"Apa?" balas Devano dengan dingin, ia pun langsung menundukkan kepalanya yang sudah kembali tertunduk melanjutkan aktifitasnya makan nya.


"Kenapa lo harus minta izin ke gue?" balas Devano lebih dingin dan sinis. "Terima aja! Siapa tau lu berdua jodoh!"


Putri pun menghela nafas dengan pelan.


"Kok Devano ngomongnya kayak gitu? Kan Putri cuma.."

__ADS_1


PRAAANGG


Devano pun membanting sendoknya di atas piring, yang menimbulkan suara dentingan yang sangat cukup keras, dan membuat beberapa orang dimeja terdekat pun mulai terkejut.


Devano pun menatap Putri dengan tatapan tajam.


"Tinggal terima aja apa susahnya! Lo juga pingin bunga kan? Yaudah terima aja kali!!"


"Ribet banget sih jadi cewek!"


Devano pun berdiri, ia pun meraih dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna biru, ia melemparnya ke hadapan Kevin.


"Nitip bayar!" ucap Devano, sambil keluar dari meja nya.


"Lo mau kemana?" tanya Kevin. "Makanan lo belum habis tuh!!"


"Kasih aja ke kucing Exsel!" balas Devano sekenanya. Ia berjalan meninggalkan kantin begitu saja.


Putri pun melihat kepergian Devano dengan raut yang tak bisa dijabarkan. Putri pun kembali menatap ke Pino yang sedari tadi masih menunggu setia menunggu dirinya menerima bunga itu. Putri pun menghela nafas dengan pelan, mungkin yang Pino rasakan sekarang pasti sama seperti yang Putri rasakan. Yaitu, cinta bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


"Pino suka sama Putri?" tanya Putri dengan lirih.


"Iya.. Gue suka sama lo" ucap Pino dengan nada penuh semangat.


__ADS_2