Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 21


__ADS_3

Kejadian di Kantin.


"Lo jangan jadi kayak cewek yang kelaparan cowok gitu deh Put!! Kalau lo terlalu agresive, Devano nggak bakalan suka sama lu!! Dia malah risih dan anggap lu sebagai cewek murahan" jelas Amanda secara terang-terangan.


Putri pun menatap Amanda dengan sangat lekat.


"Terus!! Gue harus lakuin apa lagi!!"


"Jauhin Devano lah!!"


"Lagi!!" tanya Putri dengan nada pasrah " Kalau kayak gitu!! Gue nggak bisa Nda".


"Di bisa-bisain lah!! Mau Devano suka sama lu apa nggak?" tanya Amanda dengan tegas.


"Mau" jawab Putri jujur dan senang.


"Yaudah!! Jauhin Devano!! Dan nggak usah peduliin dia!!"


"Gue nggak bisa kalau gitu" jawab Putri, dan langsung kembali dengan wajah suntuknya.


Amanda pun menghela napas dengan berat, susah kalau bicara dengan gadis yang kedua matanya sudah buta dengan nama CINTA!! Disatu sisi, Amanda nggak pernah menyangka bahwa Sahabatnya akan benar-benar akan jatuh cinta setengah mati seperti ini ke Devano. Padahal, banyak sekali cowok diluar sana yang mengantri untuk mendapatkan dan mengejar Putri!! Sebagai cewek normal Amanda mengakui jika Putri memiliki paras yang sangat begitu cantik dan menggoda.


"Gue heran tuh sama si manusia Purba!! Tipe ceweknya kayak mana sih!! Sampai-sampai cewek kayak lo dia nggak mau!! Sombongnya kebangetan"


"Siapa manusia Purba nya" tanya Putri dengan bingung.


"Devano lah!! Emang mau siapa lagi!!" sentak Amanda yang entah kenapa ikut-ikutan kesal.


"Disatu sisi!! lu cantik, lo pinter, lo malah baik banget jadi anak!! Yaa.. Walaupun otak lu agak geser dikit kadang-kadang. Makanya Putri lu...." Amanda mulai gemas kepada dirinya sendiri.


"Jauhin Devano!! Rubah sikap lu seolah lu nggak peduli sama dia!! Susah banget sih dibilanginnya"


"Cabe dan bawang aja sekarang sok jual mahal dipasar!! Masak lu kalah sama cabe dan bawang"

__ADS_1


Putri pun mendesis dengan sinis, ia tak terima Kalau ia disamakan dengan cabe dan bawang yang ada di pasar. Walau yang di ucapkan Amanda benar semua. Tetapi!! Putri lagi malas berdebat dengan Amanda sahabatnya sendiri.


Karena, suasana hatinya sedang memburuk sekarang. Putri pun hanya memilih untuk diam saja, menaruh kepalanya diatas meja, menenangkan hati dan pikirannya.


****


Jam istirahat akhirnya tiba, Amanda pun menatap sahabatnya dengan rasa iba, gadis itupun daritadi hanya diam dan tak seceriah seperti biasanya. Amanada pun memaksakan Putri untuk ikut dengannya ke kantin. Setidaknya keramaian dikantin bisa menghibur hatinya Putri yang lagi mendung.


Mereka berdua pun berjalan masuk kearah kantin, yang terbilang sudah cukup ramai!! Yang dipenuhi oleh para manusia yang kelaparan akan kurangnya belaian dari nasi dan air.


Tapi!! Mata Putri pun menangkap keberadaan Devano, Kevin, Exsel dan....


Tesya!!


Putri pun bersunggut sebal!! Kenapa gadis itu jadi makan bareng dengan Devano sih!! Udah gitu duduk didepan Devano!! Tempat duduk yang biasanya ia duduki!! Putri pun menghentakkan kedua kakinya, yang tak bisa menahan ke kesalannya Itu. Amarah Putri udah terbakar oleh cemburuan cinta!! Ia pun tidak mau tinggal diam saja.


Putri pun berjalan mendekati mereka.


"Put!! Mau kemana?" teriak Amanda dengan bingung, karena sahabatnya itu meninggalkan-nya begitu saja.


Putri pun berhenti disamping mejanya Devano, raut wajahnya pun mengkerut, yang lagi sedang menampakkan kemarahannya.


"Tesya kamu ngapain disini? Dan kenapa kamu ngapain makan di depan Devano!!" tanya Putri dengan nada sedikit di tinggikan.


Kevin, Exsel, dan Tesya pun nampak agak terkejut dengan kehadiran Putri yang tiba-tiba datang dihadapan mereka. Namun, disatu sisi!! Devano hanya diam, sambil melanjutkan makan nya, dan tidak mau peduli dengan situasi disekitarnya dia.


Tesya pun menatap Putri dengan agak takut.


"I..itu.. Itu kak.. Maaf.. Aku tadi it.."


"Kan udah aku bilang!! Kamu nggak boleh dekat Devano!! Dan jangan pernah suka sama Devano!! Kamu dengar nggak sih!!" bentak Putri yang sudah tak bisa menyembunyikan rasa cemburunya itu.


Semua anak kantin pun menatap kejadian tersebut dengan heran, banyak yang kasihan dengan Tesya, karena menurut mereka gadis itu sama sekali tidak bersalah, yang penting Putri tidak memiliki hubungan apapun dengan Devano. Semua siswa-siswi pun juga tau kalau Devano berulang kali menolak Putri. Sebagian mata pun menatap Putri dengan tatapan prihatin.

__ADS_1


"Maaf kak!! Aku nggak bermaksud begitu kok!! Sekali lagi aku minta maaf"


Tesya pun bersiap memegang piring sarapannya itu, yang berisikan nasi goreng cap cai.


"Kalau gitu aku pindah meja aja kak!! Maaf ya kak Putri sekali lagi, aku bukannya begitu kok kak Putri"tambah Tesya, ia pun berdiri dari bangkunya.


"Nggak usah pindah, Tesya!! Lu duduk aja disitu!!" Devano pun mengeluarkan suaranya, untuk menghentikan Tesya pindah, dengan nada dingin dan datar.


"Lagian dia bukan siapa-siapa gue!! Jadi lu nggak perlu rasa bersalah ke dia!! Lo makan aja dengan kami!! Yang harus pergi itu dia bukannya lu" tambah lagi Devano dengan nada datar dan dingin.


Kantin pun tiba-tiba menjadi hening!! Kalimat yang dilontarkan Devano sampai membuat kedua mata Putri terbelalak lebar, mungkin bukan hanya Putri saja yang terkejut. Kevin, Exsel Amanda bahkan Tesya serta semua siswa-siswi lainnya pun hanya bisa meneguk ludah mereka dan semakin prihatin dengan Putri.


Putri pun merasakan wajahnya memanas, jujur ia sangat malu sekali. Padahal biasanya ia tak pernah peduli dengan penolakan dari kata-kata Devano yang begitu kasar dan kejam tiap harinya. Tapi!! Kenapa kalimat yang sekarang dilontarkan Devano terdengar sangat menyakitkan untuk hatinya.


Tapi!! Putri hanya mencoba bersabar!! Ia tidak mau menyerah!! Karna tidak ada kata "Menyerah" didalam kamusnya.


"Tesya kamu berdiri nggak dari situ!! Kamu pindah cepatan!!" perintah Putri yang acuh tak acuh.


Sekarang yang menjadi dilema adalah Tesya!! Gadis yang berpas tirus dan berambut pendek yang sepanjang sepundak itu pun mulai bingung. Disatu sisi!! Ia harus menuruti perintah Devano atau perintah Putri!!


"TESYA CEPETAN BERDIRI!!"


"KAMU NGGAK BOLEH DEKAT-DEKAT AMA DEVANO!!"


PRAANNGG..


Dentingan sendok dan garpu pun pada begeserkan keras dengan piring. Semua mata pun alih-alih pada mengarah ke Devano, pelaku yang menimbulkan suara keras itu dan kejadian dikantin. Disatu sisi!! Raut wajah Devano terlihat sangat menyeramkan, pria itu pun nampak sedang marah dan keselnya bukan main-main.


Devano pun berdiri dari kursinya, ia pun juga melangkah mendekati kearah Putri, dan memberikan tatapan tajam ke arah Putri.


"Lo siapa sih? Lo bukan siapa-siapa gue!!" ucap Devano dengan kasar.


Putri pun tak ingin takut!! Karena, rasa cintanya ke Devano terlalu besar!! Ia pun sama sekali tidak peduli dengan kata-kata Devano!! Walaupun hatinya terluka.

__ADS_1


"Aku Putri!! Dan aku adalah orang yang benar-benar suka sama Devano!!" lirih Putri dengan pelan.


__ADS_2