
Nonton bareng 2.
"Gandeng tangan Putri!!" pinta Putri yang tak tahu malu.
Devano pun melirik Putri sebentar, kemudian menetap ke arah depan kembali. Dengan dengusan pelan dan sini yang tak mempedulikan Putri sama sekali.
Putri pun menghela nafas dengan sangat berat, dan lagi-lagi orang yang ia cintai pun mengabaikan dirinya.
"Tadi Putri udah cuci tangan kok di toilet, seriusan!! Tangan Putri sama sekali nggak ada virusnya Devano!!" ucap Putri untuk memastikan Devano.
Tapi!! Devano hanya menggelengkan kepalanya, ia pun menepis tangan kanannya Putri yang masih tersodor didepan wajahnya.
Putri pun menatap Devano dengan tatapan kesal, ia pun menghentakkan kakinya dengan keras, dan ia pun menghentikan langkahnya. Putri pun hanya berharap pria itu akan berhenti dan mau menuruti ucapannya itu. Namun, sepertinya harapan Putri hanyalah sebuah harapan yang sia-sia yang bagaikan semata dan butiran debu. Disatu sisi Devano masih tetap terus berjalan lurus tanpa berbalik ke arah Putri, Pria itu pun meninggalkan Putri sendirian lagi dan lagi.
"Nyebelin!!" desis Putri dengan sangat tajam, Ia pun mengalah dan menyerah.sambil melanjutkan langkahnya kembali yang mengikuti Devano yang cukup jauh jaraknya dari Devano.
Keinginan agar bisa bergandengan tangan dengan Devano pun tak bisa di terealisasikan saat ini. Putri pun harus sabar dan sabar!! Ia tau, pasti sangat tidak mudah untuk menghadapi pria yang berhati batu prasasti seperti Devano Itu.
Mereka berdua pun masuk kedalam studio 1, sambil mencari tempat duduk dengan urutan ke 2 dari atas dengan nomer 8 dan 7. Kursi yang paling strategis dan pas. Banyak penonton yang sudah masuk dan duduk. Kondisi studio remang- remang, lampu yang masih menyala dilayar, yang masih dipertontonkan beberapa iklan film-film coomingsoon.
"Devano kita nonton film apaan sih?" tanya Putri yang ketika lampu baru saja dimatikan.
Devano pun menoleh ke arah Putri dengan pandangan terkejut, disatu sisi Devano bingung dan heran dengan Putri? Apakah otak Putri cuma setengah doang, atau otaknya jatuh di jalan, makanya jadi agak eror. Karena Devano heran dengan Putri, yaitu!! masa gadis yang berada di sampingnya itu masa lupa apa yang ia kemaren mau nonton? Astagfirullah!!
"Lo emang nggak baca judul film di tiketnya, Apa?" tanya Devano dengan heran.
"Nggak!! Putri cuma mengiya-iyakan aja, supaya Putri bisa nonton sama Devano" jawab Putri dengan jujur dan polos.
Devano pun cuma menggeleng-gelengkan kepala, ia tidak mau lagi meladenin Putri si gadis gila. Devano pun kembali menatap ke arah depan, karena film akan segera dimulai.
"Lihat aja sendiri!! Ntar lu juga tau film apaan!!" gumam Devano dingin.
Putri pun cuma menghela nafas dengan pasrah.
__ADS_1
"Iya deh!!"
Mereka berdua pun kembali fokus ke depan layar, film pun telah diputar. Bagi Putri, bisa menonton berdua dengan Devano adalah sesuatu pencapaian langkah pertama kesuksesannya. Putri pun tak berhentinya tersenyum dari tadi, sampai akhirnya ia mengetahui film apa yang ditonton olehnya dan senyum yang tadi ada di wajahnya pun menghilang seketika, sirna wajahnya pun hilang ntah kemana!!
"SIAL FILM HOROR!!" gumam hatinya Putri.
*****
Putri pun memegangi dinding dengan kedua tangan imutnya itu, wajahnya pun pucat!! Karena ia menahan teriakan dan rasa takutnya itu. Bibirnya pun terasa keluh untuk mengeluarkan sedikit kata-kata. Film tadi bukan lagi menyeramkan tapi sangat mencengkam baginya!! Ia sama sekali tidak tau bahwa Devano mengajaknya menonton film horor!! Genre film yang paling dibenci oleh Putri!!
Devano pun memandang Putri dengan heran sekaligus bingung, "kenapa nih anak orang?" gumam pikiran Devano.
"Lo nggak apa-apa kan?" tanya Devano yang sedikit tidak tega.
"Ko.. Kok.. Dev.. Devano nggak bi.. bilang si.. Ka.. kalau.. fi.. film.. yang.. kita.. non..nonton.. adalah.. Film.. ho..horor?" lontar Putri yang tak beraturan.
Devano pun terdiam sejenak, ia menatap Putri dengan wajah yang sangat polos dan tak bersalah.
"Gue kira lu udah liat judul tiketnya tadi!!" jawab Devano dengan sangat enteng.
Devano pun heran dengan jawaban Putri barusan.
"Emang, horor dengan hantu beda.. ya?" tanya Devano heran.
"Beda Dev!!"
"Apa?"
"Mereka adalah dunia yang berhubungan dengan alam gaib!! hehehehe.. benarkan?" jawab Putri asal-asal.
"Aneh" lanjut Devano.
"Aneh kenapa?" tanya Putri heran.
__ADS_1
"Nggak apa-apa!! tadi ada gajah lewat" jawab Devano yang nggak jelas.
"Emang di Mall ada gajah?"
"Ya nggak ada lah!! Gajah tuh adanya dikebun binatang" jawab Devano dengan kesal.
"Oo!!"
Badan Putri pun tetap masih aja bergetar, dan disatu sisi..
Devano pun menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sama sekali, ia merasa kasihan dengan gadis yang berada dihadapannya itu. Devano pun dapat melihat jelas bagaimana pucatnya paras putih dan bibir manisnya itu, bibir Putri terlihat mengering dan pucat, sekujur tubuhnya pun bergemetar hebat.
"Lo bisa jalan kan?" tanya Devano dengan kaku.
"Bi.. bisa kok.. Tapi sebentar lagi ya.. Putri soalnya masih kaget dan takut" gumam Putri dengan bibir yang bergetar.
Devano pun menganggukan Kepalanya, ia pun menyuruh Putri untuk duduk disalah satu kursi yang tak jauh dari sana. Devano pun menunggu saja sampai gadis Disebelahnya itu sampai tubuhnya tenang.
Tanpa sadar kedua sudut bibir Devano terangkat, ia melihat kelakuan Putri yang sedang ketakutan, raut wajah yang penuh dengan kepanikkan, dan bibir yang seperti anak kecil, bagi Devano itu sangat lucu buat Putri yang sekarang lagi ketakutan. Devano pun menatap Putri dengan sangat lengkat tanpa sepengetahuan gadis Disebelahnya itu, yang masih aja sibuk mengatur napasnya itu. Devano pun tersenyum, dan tanpa sadari ia mengucapkan.
"Ternyata ia sangat cantik" ucap hati dan pikiran Devano, yang ntah darimana kata-kata itu keluar dari mulutnya sendiri.
"Apa barusan gue bilang dia cantik?"
"Waahh!! Pasti gue kesurupan hantu di film barusan gue tonton kah!!"
"Lo udah ikutan Nggak waras.. Dev!!"
"Untung aja!! Putri kagak dengar.. kalo dengar nanti ia yang ada bawel" gumam Batinnya Devano yang nggak jelas.
15 menit kemudian, akhirnya Putri sudah tenang. Gadis itu pun kembali kedirinya sendiri dengan senyuman 8cm yang selalu ia kembangkan. Devano pun merasa lega, setidaknya ia tidak akan membopong anak gadis yang pingsan hanya karena menonton film horror!!
Mereka berdua pun berjalan dan menuruni lift untuk ke arah parkiran motor dan mobil.
__ADS_1
Langkah Putri pun terhenti, ia melihat sebuah boneka yang terpanjang dibelakang kaca sebuah store buku. Putri pun menatap boneka PANDA yang begitu besar dan lucu. Putri pun menginginkan sekali memeluk boneka itu.