Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 12


__ADS_3

tidak bisa menahan kerinduan ini.


Devano pun cuma bisa terdiam sebentar, entah kenapa ia merasa aneh dengan perlakuan Putri yang sekarang, Sifatnya beda seperti biasanya. Namun, Devano tak peduli sama sekali atas perlakuan Putri barusan. Ia tak ingin memikirkan hal tidak penting seperti saat ini.


"Tumben si tikus nggak ke kantin? Biasanya juga rusuh di depan lo, Dev" ucap Kevin yang lagi mencari tubuhnya Putri di kantin, sambil melihat sekeliling kantin.


Namun, Devano cuma bisa diam aja, mungkin hanya dia dan Allah yang sempat melihat kehadiran si Putri mahluk astral itu.


"Tapi yang paling kocak.. tadi si Putri Kacangin Devano begitu aja, malah ia melongos begitu aja" tambah ejekan Exsel, sambil ketawa-ketiwi nggak jelas. Seperti yang gila dan Mbah Kunti itu dia.


"Kalo Putri kayak gini mah.. berati!! Nggak ada tontonan gratis, padahal gue udah siapin popcorn nya" gumam Exsel yang katanya disetujui oleh Kevin.


"Hmm... Jadi kangen gue sama si Mbah Kunti" gumam Exsel dengan acuh.


Devano pun langsung meletakkan sendok dan garpunya diatas piring, entah kenapa napsu makannya jadi menghilang seketika, padahal Cilok dihadapannya itu masih banyak. Devano pun langsung menyodorkan piringnya itu ke Exsel.


"Nie buat Lo!!" Ucap Devano dengan sangat malas dan meninggalkan kedua temannya itu dikantin dan berjalan duluan kembali ke kelasnya.


****


Devano pun berjalan menuju ke kelasnya, banyak sekali adik-adik kelasnya yang menyapanya dengan nada di imut-imutkan dan manja. Namun, Devano hanya bisa membalas dengan senyuman singkat secepat kilat. Ia bukanlah pria sok dingin nan sok tampan seperti di drama-drama ataupun novel-novel badboy yang lagi terkenal dan disukai oleh kaum gadis-gadis.


"Dev!!" teriak seseorang pria dari arah belakang Devano.

__ADS_1


Devano pun membalikkan badannya, ia pun menoleh ke suara yang memanggilnya itu. Dan ternyata itu adalah Dino, kakak kelasnya yang juga salah satu murid pandai di SMA Arwana dan biasanya mengikuti olimpiade biologi.


"Dev!! Lo disuruh ke Lab-Olimpiade, disuruh kumpul sama Pak Bambang" ucapnya.


"Oke" jawab Devano dengan singkat secepat kilat.


Ia pun menyusul kakak kelasnya itu, dan mengikutinya dari belakang. Sepertinya sebentar lagi akan ada lomba olimpiade lagi yang harus ia ikuti.


Devano dan Dino pun masuk kedalam Lab-Olimpiade, disana sudah ada beberapa siswa-siswi lainnya duduk rapi di bangku masing-masing. Pandangan evano pun berhenti oleh seorang gadis yang duduk paling depan di bagian ujung yang lagi sendirian.. siapa lagi kalau bukan Putri?.


Gadis itu juga ikut Olimpiade?


Ah... Devano hampir lupa kalau Putri adalah gadis yang memiliki otak cerdas yang dipenuhi dengan ilmu-ilmu ramuan bom dan ramuan cinta!! Makanya otaknya jadi geser seperti itu.


Devano pun menghela nafas dengan berat dan panjang, ia mencoba tidak menghiraukan. kedua matanya pun melihat seluruh bangku, tapi tak ada yang kosong lagi, kecuali dikursi Putri di sampingnya itu. Devano pun tak ada pilihan lain, selain berjalan kesana sebelum Pak Bambang datang dan marah-marah tak jelas.


Devano pun menghela nafas dengan berat dan panjang, ia mencoba tidak menghiraukan. kedua matanya pun melihat seluruh bangku, tapi tak ada yang kosong lagi, kecuali dikursi Putri di sampingnya itu. Devano pun tak ada pilihan lain, selain berjalan kesana sebelum Pak Bambang datang dan marah-marah tak jelas.


Devano pun langsung segera duduk di samping Putri, tanpa menyapa ataupun memanggil gadis itu. Putri pun sama sekali tidak menghiraukan kehadirannya Devano, gadis itu hanya fokus memainkan ponselnya dengan asyik.


Untuk beberapa menit, keheningan hanya terjadi diantara kedua Makluk astral itu. Devano pun cuma merasa canggung, ia biasanya tak pernah menghiraukan apapun di sekitadnya bahkan sangat senang jika keadaan tenang seperti ini. Tapi, ntah kenapa rasanya begitu beda. Seperti ada yang kurang.. belahan hati kah?


Sesekali lagi, Devano pun melirik gadis di sampingnya itu, dan gadis itu pun hanya mengabaikannya sama sekali. Ia hanya diam dan sama sekali tak mengajaknya bicara sama sekali, yang tidak heboh seperti biasanya kayak Mbah Kunti. Disatu sisi pun, Devano bukan lah tipe pria yang akan membuka obrolan terlebih dahulu.

__ADS_1


Sampai akhirnya, Pak Bambang masuk kedalam lab, beliau pun masuk dengan Bu Ratna yang biasanya membimbing siswa-siswi olimpiade. Devano pun bernafas dengan lega, setidaknya ia bisa fokus ke delany dan tidak menghiraukan gadis aneh disampingnya itu.


Bu Ratna dan Pak Bambang pun mulai menjelaskan tujuan dari pertemuan siang ini. Dugaan Devano pun salah besar, ia mengira bahwa akan ada lomba olimpiade lagi.. tapi, ternyata nggak. Mereka semua pun mendapatkan tugas untuk menjadi panitia outbound pelatihan newbie calon anggota olimpiade dari kelas 10 yang akan diadakan hari Minggu besok.


Devano dan teman-teman lainnya pun nampak terkejut karena begitu mendadak. Hari minggu pun tinggal 3 hari lagi akan datang dan mereka tak tau harus mempersiapkan apa aja.


"Tenang aja, kalian disana hanya bertugas memantau adik-adik kelas kalian, dan mengajari mereka. Selebihnya itu akan menjadi tanggung jawab anak-anak OSIS dan para guru"


"Alhamdulillah" serempak semuanya dengan bersyukur karna dapat rejeki berlimpah.


Setelah pengumuman singkat itu, semua siswa dan siswi pun dipersilahkan untuk kembali ke kelas masing-masing. Karena Bel masuk sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu.


Devano pun sengaja tidak berdiri, yang lagi menunggu respon dari Putri untuk melewatinya. Setidaknya gadis itu pasti akan membuka suara dan menyuruhnya berdiri. Devano pun berpura-pura mengeluarkan ponselnya, membuka-tutup layar utamanya, mengunci-membuka ponselnya lagi seperti orang yang tak ada kerjaan.


Devano tak mendengar suara dari Putri. Ia akhirnya pun menoleh melihatnya. Gadis itu masih ada disana, duduk diam disampingnya yang lagi tak melakukan apapun. Tatapannya kosong ke depan. Devano pun menghela nafas dengan sangat pelan, ia tidak mengerti dengan sikap gadis aneh ini sejak tadi pagi.


"Lo sakit?" tanya Devano yang tak kuat dengan kecanggungan diantara dirinya dan Putri. Ia merasa sangat aneh dan tidak tenang sendiri.


"Nggak" jawab Putri singkat secepat kilat, tanpa menolehkan kepalanya.


"Terus? Kenapa lu dari tadi diem aja?" tanya Devano yang lagi mengungkapkan rasa penasarannya itu.


"Cuma ingin diem aja" jawab Putri dengan jutek.

__ADS_1


Devano pun terdiam sejenak, semakin lama ia semakin tidak mengerti. Apa dia melakukan kesalahan kepada gadis ini? Atau gara-gara kemaren? Tiket nonton?


__ADS_2