
Permintaan dan Peringatan.
"Devanoo!!" panggil Putri yang sedikit agak keras, sampai-sampai membuat beberapa orang yang melewati Putri tersentak karena terkejut menatap Putri. Namun, Putri sama sekali tidak peduli dengan semua orang yang menatapnya.
Devano pun menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya dan kaget melihat Putri yang berada sedikit jauh dari dirinya. Gadis itu pun berdiri sambil menatap kaca store. Devano pun menghela nafas dengan berat. Mau apalagi gadis ini? Devano pun berjalan mendekati Putri.
"Apa?" sahut Devano dingin.
Putri pun menatap Devano sebentar, lalu mengetuk-ketuk kaca dihadapannya itu, dengan jari telunjuknya itu berulang-ulang kali, untuk memberikan kode keras kepada Devano.
"Apa?" tanya Devano yang sama sekali tidak mengerti kodenya Putri.
Putri pun mendesis sinis.
"Beliin boneka ini!!" rengek Putri.
"Kenapa harus gue?" tolak Devano tanpa pikir panjang.
"Kan Devano pangeran dari tuhan untuk Putri" jelas Putri yang tak berdosa.
Devano pun menghela napas dengan sangat berat.
"Gue nggak pernah pengen kalo lu jadi PUTRI gue!! Walaupun nama lu Putri" cecar Devano secara terang-terangan.
Putri pun memajukan bibirnya kebawah beberapa centi, ia sedikit sedih dengan pengakuan Devano barusan. Namun, detik berikutnya Putri kembali tersenyum.
"Putri nggak peduli!! Beliin Putri boneka ini dulu, khusus buat Putri!!"
"Lo aja sono!! Lo kan bisa beli sendiri!!"
"Si Mira aja dibeliin sama pacarnya boneka PANDA besar bangat!! Dia malah dibeliin 10 boneka sama pacarnya!! Bayangin 10 boneka Devano!! Banyak bangat kan!!"
__ADS_1
"Cih... Emang dia mau ternak Panda apa" sahut Devano dengan kesal.
"Iih Devano!! Bukan itu maksudnya!! Mira itu beruntung banget. Soalnya, pacarnya baik banget!! Tiap bulan Mira dibeliin boneka sama pacarnya dia!!"
"Teruus!! Hubungan sama gue apa?"
"Ya Putri.. Ingin kayak Mira, ia dibeliin boneka sama pacarnya. Putri juga pengen banget dibeliin Devano boneka kayak seperti pacarnya Mira. Dia dibeliin pa..."
"Gue nggak kenal Mira itu siapa!! Dan.."
Devano pun mendekat satu langkah lagi ke arah Putri.
"Dan stop anggap gue jadi pacar lu atau calon lu!! Karena gue bukan calon lu apalagi pacar lu Putri!! Dan gue bosan sama lu yang selalu mengada-ada yang kagak jelas ke gue" tajam Devano kearah Putri, setelah itu berjalan meninggalkan Putri begitu saja.
Putri pun menatap kepergian Devano dengan kepedihan hati yang bercampur aduk, ia hanya bisa melihat punggung Devano yang perlahan menjauh dari dirinya dan pandangannya. Kepala Putri pun perlahan tertunduk, tiba-tiba ia pun merasa sedih.
"Putri tau kok Dev!! Devano emang kagak pernah suka sama Putri!!"
"Putri juga tau diri kok, kalau Putri bukan pacar Devano"
"Putri pun akan tetap suka sama Devano, walaupun Devano ditangkap polisi atau bekas Narapidana, bahkan Putri juga rela kalau nyawa Putri buat seseorang yang Putri cintai.. Yaitu kamu Devano, orang yang sangat-sangat Putri cintai!!"
"Walaupun Devano kejam atau bahkan dingin ke Putri, bahkan menyakiti hati Putri!! Kalau udah nama cinta itu pasti susah untuk dilupakan, apalagi itu cinta yang tulus yang ntah ada wujudnya seperti kentut"
Putri pun mengangkat kepalanya, sekaligus ia pun menatap boneka Panda besar itu dengan tatapan sendih, dan Putri pun melambaikan tangannya kearah boneka Panda itu.
"Boneka panda!! Doain Putri yaa.. Supaya bisa dapetin hatinya Devano yang terbuat dari es batu" gumam Putri ke boneka Panda itu, untuk mendapatkan restu dari boneka distore.
"Dan maaf!! Putri nggak bisa bawa Panda pulang kerumah"
"Jaga diri Panda yaa!!"
__ADS_1
"Semoga Panda kalo suka sama seseorang, Panda harus kayak Putri!! jangan pernah lemah, kalau Panda lemah nanti orang yang dicintai Panda sama orang lain lagi" ceramah Putri yang nggak jelas.
"Bye-bye Panda"
*****
Putri pun turun dari motornya Devano, dan dari tadi Devano tidak menyahuti Putri sama sekali. Padahalkan yang harus marah adalah Putri, karena Devano mengabaikannya begitu saja dan tidak mau membelikan boneka Panda!!
Putri pun menatap Devano yang sedang sibuk memakai jaket kulitnya itu yang berwarna biru laut. Tatapan pria itu datar dan terasa dingin, sekaligus Devano terus menatap ke arah depan dan sama sekali tidak memandang ke arah Putri.
"Devano marah sama Putri ya?" tanya Putri dengan suara pelan.
"Maafin Putri.. Putri janji deh, nggak bakalan lagi minta beliin boneka Panda" serah Putri yang sangat menyesal.
Putri pun menghela nafas dengan sangat berat. Bahkan tidak ada sahutan dari Devano sama sekali, pria itu pun bersiap menyalakan mesin motornya kembali.
"Devano!! Putri janji nggak bakal minta beliin boneka Panda, tapi kalau Putri minta beliin boneka gajah boleh kan?"
"Gue balik" jawab Devano dengan singkat tanpa menjawab pertanyaan Putri barusan.
Pria itu pun menjalankan motornya dan pergi begitu saja dari hadapan Putri. Disatu sisi!! Putri cuma mengigit bibir bawahnya itu, hatinya tiba-tiba terasa sakit, sekaligus ada sesuatu yang sesak, menghantam dadanya begitu keras, dan itu rasanya begitu sangat menyedihkan.
Dan lagi-lagi Putri hanya bisa menatap kepergian Devano dengan hati yang sangat kecewa dan bercampur aduk. Sebuah harapan besarnya perlahan terkikis seperti dibelah oleh pisau yang begitu tajam. Tapi!! Putri masih terus berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri, supaya ia bisa berpikiran positif bawha ia pasti akan bisa mendapatkan hati sekaligus cintanya Devano. Ya... Semoga aja pasti bisa.
Putri pun kembali tersenyum yang begitu manis seperti permen lolipop.
"Kamu tidak pernah tau rasanya orang mencintai tapi tidak dicintai Kembali itu pasti akan sangat menyedihkan, apalagi ketika seseorang memperjuangkan untuk seseorang yang mereka cintai!! Tapi malah diperlakukan dingin dan acuh tak acuh oleh mereka.. Seperti aku yang ingin mendapatkan hati seseorang itu dengan cara apapun itu, tapi ia membalasnya dengan singkat dan padat, walaupun ia tidak peduli denganku!! tapi, aku percaya kalau satu saat ia akan mencintaiku dengan tulus"
****
Keesokan harinya...
__ADS_1
Putri pun membawa sekotak kue cokelat yang biasanya ia buatkan untuk bekal Devano di pagi hari. Disatu sisi, Putri sudah tidak sabaran untuk memberikan bekalnya itu ke Devano. Putri pun berjalan ke kelas Devano, pasti pria itu belum berangkat sekolah seperti biasanya. Putri pun melihat jam tangannya, yang masih pukul 6 pagi.
Ya.. Putri emang sangat rajin berangkat sepagi ini, hanya untuk memindahkan seluruh kado-kado pemberian dari para fans-fansnya Devano dan menyisahkan kotak cokelatnya di kolong mejanya Devano.