
Kejadian di kelas part 1
Putri pun berjalan kedalam kelas Devano.
Langkahnya Putri pun terhenti, kedua matanya pun mengerjap yang mengikuti alunan detikan jarum jam. Putri pun berusaha bernapas dengan normal, dan menghentikan desiran aneh yang akan tiba-tiba menerjang dirinya. Putri pun melihat Devano yang sudah ada didalam kelasnya, dengan seseorang gadis.
Devano yang sedang asyik mengajari gadis itu. Putri pun tau siapa gadis itu? Itu adalah adik kelasnya yang ikut olimpiade sama seperti Devano. Namanya gadis itu adalah Tesya.
Putri pun hanya mencoba tersenyum, untuk menahan kobaran panas yang sudah mengepul-kepul didalam hatinya. "Putri tidak cemburu!! Putri harus sabar. Orang sabar pasti bakal disayang banyak orang!!"
"Lu kenapa? Masuk gih"
Tubuh Putri pun tersentak kaget, ia terkejut dengan kedatangan seorang pria yang menepuk bahunya dengan pelan. Kedua matanya pun melihat ke arah pria yang menepuk bahunya itu, siapa lagi kalau bukan Kevin.
Putri pun juga melihat Devano dan Tesya yang lagi sama-sama menatapnya, seperti mereka berdua baru menyadari kehadiran Putri. Putri pun melihat Devano yang nampak santai dan sama sekali tidak peduli dengan kehadiran Putri. Pria itu pun kembali fokus ke bukunya, sedangkan Tesya adik kelasnya sedang tersenyum agak canggung dan sedikit takut kepada Putri. Tapi!! Putri hanya mencoba membalas senyum itu senormal mungkin.
"Romantis banget kalian berdua, pagi-pagi udah belajar bareng disini?" tanya Kevin yang sama sekali tak mengerti situasi didekatnya.
Kevin pun menarik meja dibelakangnya, dan duduk diatasnya. Kepalanya pun bergerak menghadap Putri.
"Lo ngapain berdiri disana aja? Lo mau kasih tuh bekal ke Devano kan?" tanya Kevin sok polos.
"Tapi sayang!! Devano lagi kencan sama Tesya!!" tambah Kevin yang niat sekali meng-kompori Putri.
Putri pun menatap Kevin dengan tajam, dan menarik napas dengan pelan.
Putri pun berjalan mendekati Devano, ia berusaha tidak peduli dengan ucapan Kevin barusan. Tujuannya kesini untuk bertemu Devano bukan adik kelasnya yang centil ini atau si kompor Kevin!! Putri pun menyodorkan bekalnya ke Devano.
"Devano!! Ini Putri buatkan bekal kue cokelat" ucap Putri dengan senyuman ciri khasnya yang paling manis kayak lolipop.
"Taruh aja" jawab Devano dengan singkat tanpa menatap Putri sedikit pun.
Senyum Putri pun menghilang untuk beberapa detik, namun ia mencoba tersenyum lagi. Putri pun meletakkan kotak tersebut di atas meja Devano, dan manaruhnya di dekat pria itu.
__ADS_1
"Nanti dimakan ya.. Putri udah tambahi kejunya juga tadi"
"Hmm" deham Devano dengan singkat.
Putri pun menghela nafas dengan pelan, semakin hari sikap Devano kepadanya bertambah dingin. Putri harus lakukan apa sekarang? Disatu sisi ia tidak mau menyerah!!
"Tesya!! Kamu kapan selesai belajarnya dengan Devano?" tanya Putri yang memberanikan dirinya.
Tesya pun menggerakan kepalanya, dan melihat Putri dengan segan.
"Sebentar lagi selesai kok kak!! Aku cuma minta ajarin beberapa rumus buat tes besok pagi kak" jawab Tesya dengan sopan.
Putri pun manggut-manggut.
"Kamu jangan deketin Devano loh ya!! Jangan suka sama Devano!! Aku udah peringatin kamu loh!!" ancam Putri yang tak berdosa.
Tesya pun manggut-manggut kan kepalanya, dan tersenyum dengan canggung.
Devano pun meletakkan bolpoinnya, ia pun mengangkat kepalanya dan menatap Putri yang tengah tersenyum menatapnya. Devano pun melihat gadis itu dari atas sampai bawah.
"Lo ngapain masih berdiri disini?" tanya Devano dingin.
"Hah? It.. Itu.. Putri.. It..."
"Gue udah terima bekal lu!! Terus lu mau apa lagi disini?"
Putri pun bersunggut pelan, ia tidak menyangka kalo Devano akan berkata seperti itu.
"Putri cuma mau lihat Devano aja!! Siapa tau Devano sudah mulai suka sama Putri" gumam Putri dengan pelan.
Sudut kanan bibirnya Devano pun terangkat, dan tersenyum dengan sinis.
"Dengar gue baik-baik Putri Ramadani!! Jujur gue nggak pernah suka sama lu, apalagi liat sikap lu yang kayak orang gila yang nggak jelas mencari cintanya dengan paksaan!!" Cetus Devano dengan kesal.
__ADS_1
"Dan satu lagii.. Gue udah terima bekal lu, jadi buat apalagi lu disini!! Mending lu pergi sana" usir Devano dengan kejam, pria itu pun kembali menatap bukunya, dan menulis beberapa angka rumus dibukunya yang disodorkan ke arah Tesya.
Keadaan kelas pun yang tadi hanya berisikan 4 orang, suasana pun tiba-tiba merasa menjadi canggung. Kevin yang tadinya ingin kompor lagi malah jadi tak berani berkata apapun lagi, pria itu pun malah menatap Putri dengan penuh kasian.
Sedangkan Putri merasakan sesuatu yang panas, yang menjalar dari mata hingga dadanya, kata-kata Devano pun terasa menyakitkan. Tapi!! Putri hanya memaksakan senyuman, walaupun hatinya terasa sakit.
"Yaudah!! Putri akan dengerin kata-kata Devano, jadi Putri balik ke kelas dulu, nanti Putri kembali lagi kesini"
"Bye-bye Devano!!" pamit Putri dan menunggu respon dari Devano.
Kevin pun bertambah iba dengan Putri, perjuangannya beberapa bulan ini seperti sama sekali tidak ada kemajuan sama sekali.
"Bye-bye Putri!! Sabar ya Put" sahut Kevin yang lagi menyenangkan hatinya Putri.
Putri pun tersenyum singkat, kemudian ia pun beranjak keluar dari kelasnya Devano. Putri pun berjalan dengan langkah lemas, ia sedikit kecewa dengan reaksi Devano tadi, dan kalimatnya Devano yang dilontarkan kepada dirinya.
Tapi!! Putri berusaha membuang jauh pikiran jelek itu!! Ia yakin kalau dirinya pasti akan bisa mendapatkan Devano!! Pasti bisa!! Pasti itu!! Semangat Putri!!
" Aku tau!! aku tidak bisa memaksakan dirimu untuk mencintaiku, tapi aku hanya ingin membuktikan cintaku kedirimu.. apakah kamu tau semua kalimat yang kau ucapkan itu membuat hatiku sakit, apakah kamu tidak pernah memikirkan diriku? seolah-olah aku selalu tersenyum didepanmu, kau menganggap aku sebagai tembok yang bakal terima semuanya!! aku manusia yang mempunyai hati dan berhak memperjuangkan cintaku ke seseorang"
Putri Ramadani.
Putri jalan kembali ke kelasnya, sambil menuju ke arah bangkunya dan duduk dikursi dengan tubuh yang begitu lemas. Kata-kata Devano barusan harusnya sudah menjadi makanan Putri tiap hari, harusnya ia sudah terbiasa dengan kata penolakan itu. tapi kenapa kalimat tadi terasa sangat berbeda seperti biasanya. Seolah-olah, kata-katanya untuk meminta Putri menjauh dari Devano dan menyerah begitu saja.
"Lo kenapa lagi Put? Matahari aja cerah banget, ini malah mendung wajahnya!!" tanya Amanda yang baru datang.
Putri pun menggelengkan kepalanya dengan sangat lemas.
"Pasti topiknya lu Devano lagi tiap harinya!! Dan pasti Devano tolak lu lagi kan?"
Putri pun mengangguk dengan sedih.
"Yaelah!! Salah sendiri!! Kan udah gue bilang jual mahal dikit"
__ADS_1