Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 25


__ADS_3

Teka-teki cinta


"Kertas ini ibaratkan hati lo Dev!! Putih bersih dan tak ternodai!!"


"Hati lo masih bersih tanpa pengalaman cinta sedikitpun!! Dan tiba-tiba datanglah seorang gadis, yang lagi mencoret-coret kertas ini dengan sebuah kisah yang begitu indah, gadis itu memberikan sebuah cerita yang baru di kertas ini lebih tepatnya di hati lo!!"


"Gadis itu bisa disebutkan adalah Putri!!" tukas Exsel dengan semangat yang membara.


Kevin dan Devano pun menatap Exsel, mereka berdua menatap sahabatnya itu dengan sangat lama.


"Jadi? Intinya apa?" tanya Kevin dan Devano bersamaan.


"Mmm..." Exsel pun bergumam pelan, ia pun berpikir dengan wajah yang sangat bingung.


.


"Biarkan Putri memberikan coretan terindah di dalam hati lo itu Dev!!"


"Lo tau darimana kalau dia akan memberikan coretan indah? Kalau coretannya kenangan buruk bagaimana?" tanya Devano dan Kevin bersamaan, entah kenapa mereka berdua jadi bisa telepati satu sama lain seperti ini.


Exsel pun menatap Devano dan Kevin dengan tatapan bingung sekaligus terkejut.


"Gue tadi sempat main ke kelasnya Putri, gue lihat si tulisan Putri di papan tulis bagus kok" jawab Exsel seenak mulutnya yang tanpa dosa.


"Gue yakin, Putri akan memberikan coretan yang begitu indah, karena tulisan tangan dia bagus bagaikan bidadari surga!!"


PLAAKK


Kevin pun tak segan memukul kepala Exsel dengan buku tebal yang ada di kolong mejanya. Niatnya tadi ingin memuji Exsel yang sudah tobat dan mengambil jalan lurus, tapi sekarang ia harus tarik lagi semua kata-katanya. Otak pria ini mungkin selamanya tidak akan bisa berubah!! Selalu saja berbelok-belok tanpa arah yang pasti.


"Otak lo kebanyakan cilok Mbak Wati kayaknya!!" cerca Kevin sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kan gue hanya mengibaratkannya!!" protes Exsel yang tak terima dirinya dicampakkan.


"Tapi nggak nyambung" serempak Devano dan Kevin bersamaan.


"Lo nggak usah sok bijak lagi deh!! Mulut lu udah kayak kertas jawaban soal matematika si Siti!!" tukar Kevin dengan gemas.


"Maksudnya?"


"Ngawur semua!! Salah semua!!" teriak Kevin dan kembali menabok kepala Exsel.

__ADS_1


Exsel pun menatap Kevin dengan tatapan yang sangat ganas, ide besar dan cemerlang tergambar di otaknya. Exsel pun menatap Kevin dengan tatapan licik. Ia pun kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas, dan mencari sesosok gadis.


"SITI!!" panggil Exsel dengan keras, sampai-sampai membuat anak kelas menatapnya.


Gadis yang duduk dengan urutan nomor 3 di barisan paling ujung pun menoleh ke arah Exsel dan melihat Exsel dengan raut bingung.


"KATA KEVIN DIA SUKA SAMA LO SITI, KATANYA LO CANTIK BAGAIKAN BIDADARI SURGA!!" teriak Exsel tanpa ada penyaringnya.


"Mulut lu kayak cewek lagi PMS aja!! Gue sunat lagi baru rasa lo!!" kesal Kevin yang merasa dikerjain oleh Exsel.


"KATA KEVIN I LOVE YOU SITI, FOREVER!!!" teriak Exsel yang tak mau menyerah, ia membiarkan saja Kevin terus memukulinya.


Kevin pun merasakan wajahnya memanas, sekali lagi Exsel mengerjainya dan mempermalukannya di depan anak-anak kelas.


Sedangkan gadis yang bernamakan Siti hanya geleng-geleng saja, ia sama sekali tidak peduli dengan yang dilakukan oleh Kevin dan Exsel. Ia tau bahwa teman kelasnya itu hanya becanda saja, Siti pun kembali ke aktivitasnya yang lagi mengobrol dengan teman-teman perempuannya.


Devano pun menatap Kevin.


"Lo suka sama Siti?" tanya Devano dengan polosnya.


Kevin pun membalas tatapan Devano dengan tak percaya.


"Lo mau gue pukul juga pakai buku, Ah..?" gertak Kevin yang tak bisa meredahkan amarahnya.


"Nggak lah!! Gue udah suka sama cewek lain kok!!"


Exsel dan Devano pun terkejut dengan pengakuan Kevin. Sudah sangat lama mereka tidak mendengar kabar Kevin menyukai seorang perempuan, Devano dan Exsel pun mendekat ke Kevin.


"Lo suka sama siapa?" tanya Exsel yang lagi penasaran.


Kevin pun memundurkan tubuhnya, tatapan kedua mata sahabatnya itu pun sedikit menyeramkan bagi dirinya.


"Ada.. pokoknya dia cewek yang cantik banget!!" Jawab Kevin dengan gugup.


"Siapa? Anak Arwana kah?" tanya Exsel yang terus mendesak Kevin.


"Hmmm" angguk Kevin dengan pelan.


"Siapa?" tanya Exsel semakin penasaran.


Kevin pun mulai tersenyum dengan penuh arti.

__ADS_1


"Rahasia!! Nanti lo juga pada tau sendiri, gue lagi mau PDKT sama dia!!"


"Ciih!! Nggak asyik banget si lo!!" cerca Devano yang mulai kembali menjauh.


Kevin pun menatap Devano dengan tatapan tajam, ia pun mendesis pelan.


"Kayak gue nih gentle !! Suka sama cewek duluan!! Bukannya nunggu dikejar-kejar cewek duluan!!"


"Laki apa nggak si lo!! Ragu gue sama jenis kelamin lo!!" tukas Kevin dengan tatapan yang meremehkan.


Devano pun mendengus, tak terima dengan ucapan Kevin.


"Mau gue bukain disini?" tantang Devano yang mulai bersiap untuk membuka sabuk celananya.


"Emang lo berani?" tantang Kevin balik.


"Berani!!" sahut Devano yang tak mau kalah.


"Cepat buka!!"


Exsel pun menarik dua buku dari kolong mejanya, tanpa segan ia pun memukul kepala Devano dan Kevin bersamaan. Ternyata tidak hanya dirinya saja yang sudah gila dan keracunan dunia vulgar.


"Stop!! Sudahin perdebatan asmara cinta diantara kalian berdua!! Kasihan banyak anak dibawah umur yang baca cerita ini!! Mereka tau kalau kalian itu saling mencintai, jadi stop sampai disini aja"


"Sudah sudah!! Kalian lebih baik jangan berteman!! Itu tidak baik buat hubungan diantara kalian!!"


"Mari kita berpikir jernih, ternyata hidup ini tidak sepenuhnya seperti di Drama korea, yang sangat unyu-unyu dan manja syalalalala"


"Menurut kalian semua ucapan gue ini tidak pentingkan? Nyatanya kalian semua tetap baca kalimat dari cerita kami ini sampai akhir titik tiga"


"Dan sekarang kalian semua bingung apa yang dimaksud gue semua? Jadi silahkan kalian minum Sprite!!"


"Spritenya yang nyatanya nyegerin!!"


Seketika bumi pun berputar tanpa hentinya, petir pun mulai menyambar tiba-tiba. Exsel pun mulai tersenyum tak berdosa. Devano dan Kevin pun bersiap mengangkat kursi mereka untuk dihantamkan ke kepala pria ini!! Sungguh tidak jelas.


"LO NGGAK WARAS EXSEL!!"


Bercak berwarna cokelat-kemerahan pun mengobrol sepanjang lantai putih disekolah, pagi ini hujan tiba-tiba turun dengan deras. Matahari nampaknya sedang bersedih, seperti hati gadis yang cintaya bertepuk sebelah tangan.


Hujan deras menyebabkan banyak siswa-siswi membawa payung, jas hujan, diantar dengan mobil dan lainnya. Begitu pula dengan Putri, ia biasanya membawa motor sendiri ke sekolah, namun kali ini, ia meminta diantar oleh Tante-Maminya.

__ADS_1


"Putri.." panggil Kirana, nama wanita yang berparas cantik dan tubuh semapai bak model yang berstatus Mami tirinya Putri. Bahkan di sekolah Putri dulu, SMA Trisakti, ketika pengambilan raport, banyak yang mengira Kirana sebagai Kakak Putri.


__ADS_2