Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 29


__ADS_3

Memperjuangkan tanpa dianggap


"Apakah aku harus berhenti sekarang? Menyerah sekarang?" Putri mulai lagi berbicara ke dirinya sendiri.


"Tapi bapaknya biskuit Kong-huan kan belum ketemu!"


"Jatuh cinta kepadamu membuat mata dan hatiku semakin buta dan tersiksa atas perlakuanmu itu kepadaku!"


****


Keesokan paginya pun, Putri masih tak menyerah. Ia melupakan segala pernyataan menyakitkan yang dilontarkan Devano untuknya. Putri masih saja membawakan bekal untuk Devano, seperti saat ini.


"Devano beneran ya, nggak suka sama Putri?" tanya Putri sembari meletakkan bekal diatas meja Devano.


"Nggak!" Jawab Devano yang tak mempedulikan Putri, ia malah lebih asyik dan fokus bermain games diponselnya.


"Kan Putri cantik, pinter, baik juga. Kenapa Devano nggak suka?" tanya Putri yang tak menyerah.


"Nggak tau"


Putri pun menatap Devano dengan sebal.


"Jadi iri sama ponselnya, bisa digenggam Devano terus"

__ADS_1


Devano mendengus pelan, tak menggubris ucapan Putri. Sampai akhirnya gadis itu pergi dan beranjak dari kelasnya, Devano pun masih tetap sama dengan pendiriannya yang sama sekali tak peduli. Ia pun semakin asik dengan games yang sedang dimainkan. Sebentar lagi bel masuk dan waktunya olahraga, tidak akan diperbolehkan membawa ponsel.


****


Seperti hari sebelumnya, kelas Devano dan kelas Putri memiliki jam yang sama di mata pelajaran olahraga, kini giliran kelas yang kosong. Anak bungsu dari Pak Handoko sedang sakit terkena demam berdarah. Alhasil, kelas Devano bebas, dan jam kosong.


Devano, Exsel, dan Kevin duduk di tribun lapangan, sesekali melihat kelas Putri yang sedang diajari oleh Pak Tono. Mereka sedang diajar oleh Pak Tono. Mereka sedang diajarkan materi Volly.


"Wuiih!! Si Pino tau aja nyari cela!" ucap Exsel sengaja sembari menyenggol bahu Devano.


"Apa?" sahut Devano yang sok tak peduli. Ia segera memalingkan pandangannya yang tidak ingin melihat kearah sana.


"Noh lihat. Pacar lo lagi diajarin si Pino main Volly! Pake pegang-pegang tangan lagi" kompor Exsel semakin gencar.


"Lo nggak cemburu?" goda Exsel.


"Nggak lah! Ah, Gue nggak suka sama dia"


"Masa? Bohong banget!" ucap Exsel meremehkan.


Devano pun tidak lagi membalas, ia males meladeni Exsel. Bisa-bisa topik pembicaraan mereka semakin lebar dan tidak penting. Sesekali Devano melihat ke lapangan sebelah, ia pun memperjelas pandangannya. Tanpa sadar ia tersenyum sinis, ia teringat dengan ucapan Putri yang selalu terurai di benak kepalanya.


"*Putri cuma bersikap kayak gitu ke Devano aja kok, nggak ke cowok-cowok lain. Beneran Putri nggak bohong!"

__ADS_1


"Putri cuma suka sama Devano, nggak suka cowok lain*"


"Cihh.. suka sama gue? Bullshit banget!" gumam Devano sangat pelan, mungkin hanya dirinya sendiri yang dapat mendengarkan nya. Dengan cepat ia pun memutar pandangan nya ke arah lain.


Berapa detik kemudian, Devano dan Exsel melihat Kevin lagi berdiri dan berlari kecil meninggalkan mereka berdua.


Kedua mata mereka berdua terus saja mengikuti arah kemana Kevin pergi.


"Buset!! Kemana tuh bocah?" heran Exsel dengan penasaran.


"Woooo!!! Gencer amat tuh bocah buat ngedeketin Amanda" heboh Exsel yang mendapati Kevin tiba-tiba langsung duduk disamping Amanda yang sedang istirahat di tribun bagian barat. Kevin pun menyodorkan roti dan air mineral untuk Amanda.


Exsel pun mulai menatap Devano lagi, dan menepuk bahu Devano dengan pelan.


"Contohin tuh sahabat lu Kevin!!"


"Apa?"


"Laki coy!! Nggak biarin cewek ngejar duluan! Gerak cepat dan nggak jaim!"


"Kevin yang suka Amanda, bukan Amanda yang suka Kevin" ucap Devano yang lagi memperjelas perkataan Exsel barusan, karena ia tidak mau disudutkan.


"Kan lu juga suka sama Putri, dan Putri juga suka sama lu! Jadi cucok tuh"

__ADS_1


__ADS_2