
Cemburu dan Kompor
Jam pelajaran pertama dan kedua pun dikosongkan, guru-guru pun sedang sibuk rapat mendadak. Semua siswa dan siswi pun diperbolehkan untuk pergi ke kantin atau keluar kelas asal tidak membuat keributan.
Devano, Exsel dan Kevin pun memilih untuk membayangin Mbak Wati. Karena, sudah lama mereka tidak makan cireng Mbak Wati. Mereka kedua pun duduk di bangku biasanya, kantin pun cukup penuh hari ini.
Tak lama setelah memesan, Mbak Wati pun datang, ia pun meletakkan tiga mangkok dan tiga gelas pesanan Devano, Kevin, dan Exsel.
"Mbak wati" panggil Exsel, membuat wanita berumur sekitar 25 tahunan itu menghentikan aktivitasnya dan menatap Exsel.
"Kata Kevin..." Ucap Exsel, sambil mengarahkan telunjuk ke Kevin "Dia ngefans sama Mbak Wati"
"Cantik katanya"
"An-jjirr!!" ucap Kevin didalam hatinya, sambil menundukkan kepalanya dengan cepat. Lagi-lagi Exsel memakai dirinya untuk menjadi kambing hitamnya dan membuat namanya semakin tercemar. Sedangkan Mbak Wati hanya bisa senyam-senyum kepadanya.
"Buat mas Kevin nanti Mbak Wati kasih diskon deh!! Bayarnya setengah aja" ucap Mbak Wati yang lagi malu-malu kayak kucing.
"Nggak usah mbak, saya bayar penuh aja, dua kali lipat atau empat kali lipat juga nggak apa-apa kok" tukas Kevin dengan cepat, biar nggak ada salah paham satu sama lainnya.
"Nggak apa-apa mas, diskon buat fans Mbak" ucap Mbak Wati, sembari mengedipkan sebelah matanya ke Kevin, setelah itu Mbak Wati pun meninggalkan mereka.
Exsel dan Devano pun tak dapat menahan tawa mereka yang langsung meledak. Merasa prihatin dengan nasib Kevin. Setelah Siti sekarang ditimpa lagi oleh Mbak Wati. Sungguh biadap emang Exsel.
Kevin pun berulang kali memberikan sumpah serapah kepada Exsel. Sahabatnya satu itu tidak pernah berubah dari dulu!! Selalu mencari mangsa sebagai kelincj percobaannya sebagai lelucon.
Kemarahan Kevin pun terhenti, ia melihat Putri berjalan memasuki kantin. Kevin pun melambai-lambaikan tangannya ke Putri. Membuat Exsel dan Devano mengikuti arah lambaian Kevin.
Mereka bertiga pun melihat Putri yang lagi berjalan mendekati ke meja mereka.
"Putri duduk, sini" suruh Kevin yang mengetuk bangku sampingnya itu.
Putri pun mengangguk dengan sangat menurut, sesekali Putri pun melihat ke arah Devano. Tapi!! Disatu sisi, Devano tidak melihatnya sama sekali, dia hanya sibuk memakan Ciloknya. Putri pun hanya mendengus dengan berat, dan lagi-lagi Devano mendiamkannya.
"Kok sendiri aja?" tanya Kevin dengan penuh arti.
"Iya!! soalnya Amanda lagi sibuk, ia masih nyalin tugasnya" jawab Putri dengan jujur.
Kevin pun hanya manggut-manggut, tangannya pun merogoh sesuatu didalam saku celananya.
"Nih!"
__ADS_1
Kevin pun menyodorkan dua buah cokelatnya ke Putri, tanpa pikir panjang Putri langsung menerimanya. Putri pun langsung mengerti maksud dari Kevin.
Exsel yang menjadi saksi mata kejadian itu, ia pun melihatnya dari awal sampai akhir hanya bisa melongo dengan mata yang setengah tak percaya. Ia pun hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Dev..." panggil Exsel dengan sangat pelan.
"Apa?" sahut Devano dingin.
"Tuh, tetangga lo semakin gencar deketin pacar lo!!"
"Gue nggak punya pacar!!" sentak Devano.
Devano pun hanya melihat Ciloknya yang tak nafsu lagi. Ia pun hanya meletakkan sendoknya dan garpunya. Entah kenapa suasana kantin yang biasanya adem menjadi sepanas ini. Devano pun melonggarkan dasinya, dan mengibas-ibaskan tangannya ke leher.
"Lo kepanasan?" tanya Exsel dengan heran.
"Iya panas banget, tumben!!" jawab Devano dengan raut wajah yang suntuk.
Exsel, Kevin dan Putri pun pada menatap Devano dengan heran. Padahal diluar sedang hujan dan berangin. Putri saja saat ini sedang memakai jaket jeans berwarna biru karena kedinginan sedari tadi pagi.
"Wajah Devano merah, Devano sakit kah?" tanya Putri yang sedang khawatir.
"Devano marah sama Putri?"
"Nggak!"
"Kok jawabnya singkat-singkat terus!!" protes Putri dengan nada suara yang dilirihkan.
Devano pun berdiri dari kursinya,
"Devano mau kemana?" tanya Putri yang ikutan berdiri.
"Kelas!!" jawab Devano dengan singkat, lantas berjalan meninggalkan kantin.
"DEV CILOK LU BELOM HABIS!!" teriak Exsel.
Devano pun tidak menjawab, ia terus saja berjalan tanpa menoleh ke belakang. Dengan cepat Putri pun langsung mengikuti Devano. Putri tau banyak pasang mata yang memandangi mereka. Tapi, Putri tidak peduli dengan semuanya!! Karena ada hal yang harus Putri tanyakan ke Devano.
Sepergian Putri dan Devano, Exsel pun dengan cepat langsung berpindah tempat duduk. Ia pun mendekati Kevin dengan tatapan sinis.
"Woii!!" panggil Exsel, sambil mengetuk pelan kepalanya Kevin.
__ADS_1
Kevin pun hampir saja tersedak ciloknya Mbak Wati, dengan cepat ia pun mengambil air minumnya dan menyeruputnya sampai habis.
"Apaan? Lu kalo manggil orang yang sopan napa!!" protes Kevin dengan kesal.
"Lu suka sama Putri? Jawab jujur!!" tanya Exsel langsung ke intinya.
Kedua mata Kevin pun terbuka dengan sempurna, ia sangat terkejut dengan pertanyaan Exsel yang sama sekali tidak memiliki dasar dan bukti yang sangat kuat. Kevin pun hanya bisa mendengus dengan kasar.
"Siapa yang bilang? Itu fitnah!!" sahut Kevin, yang sama sekali tak terima dengan tuduhan Exsel.
"Tuh tadi!! Lo gandeng tangan Putri pas dikelas, terus sekarang lu ngasih Putri cokelat? Apa itu kalau nggak suka?"
Ah... Kevin manggut-manggut mengerti. Sepertinya sahabat bodohnya ini telah salah paham dengan kejadian tersebut.
"Gue nggak suka sama Putri"
"Gue masih waras kali, buat miliki cewek!!" tukas Kevin dengan sebal.
"Lalu?"
Kevin pun menghela dengan sangat berat, ia tak mau ada salah paham berkelanjutan.
"Gue suka sama teman sebangkunya" jawab Kevin dengan jujur. "Yaitu, Amanda"
Exsel pun terdiam cukup lama, ia pun meresapi kata-kata Kevin. Kemudian manggut-manggut kecil.
"Oh.. gue kira lu suka sama Putri" balas Exsel yang sangat lega, atas jawaban yang diberikan Kevin kepadanya.
"Ya nggaklah!! Gue masih waras kali, buat suka sama Putri!! Lagian, Putri bukan tipe gue" ucap Kevin dengan tegas, sambil melanjutkan makannya.
Exsel pun manggut-manggut semakin mengerti. Ia sangat puas dengan kenyataan dan jawaban dari Kevin.
"Kayaknya tadi Devano cemburu"
"Kenapa cemburu?" tanya Kevin, sambil menunda makannya, karena penasaran.
"Lo lihat aja tadi wajahnya kayak cacing kepanasan, Merah banget. Soalnya tadi gue komporin!! Gue bilang kalau lu suka sama Putri" tawa Exsel yang merasa sangat puas.
"Lo nggak waras, Sel" pekik Kevin, yang kaget mendengar perkataan sahabatnya itu, "Lo mau hubungan gue sama Devano rusak, Ah.?"
"Santai kali!! Devano kan nggak suka sama Putri, jadi weles aja!!" ucap Exsel yang tanpa beban.
__ADS_1