
Misi Putri gagal.
"Devanoo!!" teriak Putri yang tidak bisa menahan lagi dirinya itu dan perasaannya itu ke Devano.
Putri pun berlari mengejar ke arah Devano yang masih terus berjalan. Putri pun berlari sekencang mungkin dan berdiri di hadapan Devano untuk menghentikan langkahnya pria itu. Putri pun menghadang Devano untuk tidak melanjutkan langkahnya lagi.
Devano pun mendongakkan kepalanya, sambil menatap Putri dengan tatapan datar dan dingin.
"Devano!! Maafin Putri"
"Devano jangan marah sama Putri, yaaa" ucap Putri dengan mata yang berkaca-kaca.
Devano pun mengerutkan keningnya, ia sama sekali tidak mengerti kenapa gadis didepannya itu malah bersikap seperti ini? Padahal ia baru beberapa menit tadi gadis itu bersikap tak peduli dan dingin kepadanya. Lalu? Sekarang apa lagi?
"Putri nggak marah sama Devano!! Putri hanya pura-pura aja cuek sama Devano biar Devano nyariin Putri"
"Hah?" bingung Devano yang sama sekali tidak paham.
"Kemarin si Amanda menyuruh Putri buat jatuhin Devano, buat diemin Devano, buat cuekin Devano selama seminggu. Kata Amanda kalau Putri kayak gitu nanti Devano bakalan ngejar-ngejar Putri terus nyariin Putri"
"Padahal Putri mati-matian menahan buat ngelakuin hal itu, Putri kangen banget sama Devano"
"Tapi Devano malah sama sekali nggak pernah nyariin Putri, Nggak peduli sama Putri, Putri malah udah takut banget Devano benci sama Putri terus Devano deket-deket sama cewek lain!!"
"Devano masih belum suka ya sama Putri?" tanya Putri dengan begitu polosnya.
Devano pun hanya bisa melongo yang dari tadi mendengarkan penjelasan gadis dihadapannya ini. Ia pun ragu bahwa gadis ini lahir dibumi dan terbuat dari tanah liat seperti manusia pada umumnya, Devano pun tidak tau harus sedih atau senang? Gadis didepannya ini benar-benar memang benar-benar sangat ajaib.
"Putri juga belum nonton kok film itu, seriusan deh!!" Jujur Putri, sambil membentuk kan jarinya itu dengan huruf V.
"Devano jangan pernah percaya dengan gosip antara Putri sama Pino pacaran!! Itu nggak benar sama sekali!! Putri sama sekali nggak pernah suka sama Pino!!"
"Putri cuma suka sama Devano"
"Sumpah!! Putri nggak bohong!!"
"Seriusan!!!"
Putri pun menatap Devano dengan rasa ketakutan, karena sedari tadi pria itu masih saja diam tak membuka suara hanya menatapnya dengan tatapan dingin dan begitu dalam.
"Tapi!! Ini baru 4 hari kan? Belum sampai seminggu sama sekali? Kenapa lo udah nggak cuek lagi?" sindir Devano.
Putri pun mengerucutkan bibirnya, menunduk dengan rasa malu.
"Putri Nggak kuat!! Putri kangen sama Devano!! Putri Nggak bisa nelfon Devano, Putri pun juga nggak bisa nyapa Devano" jawab Putri dengan jujur.
Devano pun menahan untuk tidak tersenyum, ia merasakan ada sesuatu yang begitu dingin dan segar menjalar disekujur tubuhnya.
"Devano jangan marah sama Putri, Putri cuma nurutin omongan Amanda aja" ucap Putri yang lagi mencari kambing hitam.
__ADS_1
Devano pun menghela nafas dengan berat, kemudian membalikkan badannya, berjalan meninggalkan Putri yang masih terus mengoceh.
"Devano mau kemana?"
"Jangan maraaaah sama Putri!!!"
"Maafin Putri!!!" teriak Putri dan berjalan msngekori Devano yang masih terus berjalan dengan cepat.
"Devaanooo!!"
Putri pun ikut menghentikan langkahnya karena Devano tiba-tiba berhenti di depan tong sampah. Putri pun hanya melihat saja, apa yang dilakukan oleh pria itu. Devano pun memungut kembali 2 tiket yang tadi sempat dibuangnya.
"Masih mau nonton?" tanya Devano datar.
Putri pun tersenyum senang sembari menganggukkan kepalanya seperti anak kecil.
"Masih mau nonton?" tanya Devano, sambil menoleh kearah Putri.
"Maauu!! Putri mau!!" jawab Putri tanpa berpikir panjang.
"Yaudah ayo!!" sahut Devano dengan nada malas.
Putri pun bersorak-sorak yang nggak jelas, sampai tak sadar Devano sudah berjalan lagi meninggikannya, dengan cepat Putri pun mengejar pria itu kembali.
"Devano!! Putri boleh nanya nggak?"
"Devano udah suka ya sama Putri?" tanya Putri yang begitu percaya diri.
"Belom" jawab Devano dengan singkat lagi.
"Belom? Berarti ada rencana kan buat suka sama Putri?"
"Nggak tahu"
"Bilang iya kek!! Biar Putri seneng!!" paksa Putri.
"Devano!! Bilang iyaaa napa!!"
"Iya Putri!!" ucap Devano dengan pasrah.
"Yes!! Rencananya Devano suka sama Putri berapa hari lagi?"
"Nggak tau!!"
"Besok?"
"Nggak tau"
"Lusa?"
__ADS_1
"Nggak tau Putri!!"
"Yaudah deh, kalau gitu besok Putri tanya lagi ya!! Putri bakalan tungguin sampai Devano suka sama Putri!!"
"Hmm!!" deham Devano dengan singkat.
Putri pun mencoba menyamai langkah Devano, pria itu terlalu cepat berjalannya, langkah kakinya sangat besar. Putri pun sampai kualahan. Putri pun menghela napas dengan berat, dan membiarkan Devano berjalan duluan meninggalkannya di belakang.
Putri pun menatap punggung Devano dari kejauhan.
Aku yakin suatu saat kamu akan membuat langkah kita menjadi sejajar. Kamu akan menunggu aku dan tidak akan membiarkan aku berjalan dibelakang kamu seperti sekarang kau memperlakukan aku seperti ini.
Putri pun melangkah dan berjalan sendirian disetiap tempat koridor sekolah.
"Haish.. begini iyaa!! rasanya jatuh cinta ke seseorang, apalagi dia sama sekali tidak peduli dan bersikap dingin dengan kita!!" gumam Putri dengan dirinya sendiri.
"Tapi aku sangat senang, walaupun itu cuma sebuah tiket nonton!! pasti Devano belinya dengan penuh perhatian, atau Devano sudah mulai suka sama Putri!!" gumam Putri sekali lagi dengan dirinya itu, dengan perkataan yang nggak jelas.
"Bodo ah!! mending Putri pergi ke arah Devano aja!!" gumam Putri sekali lagi, sambil berjalan ke arah tempat parkir, dimana Devano berada.
Setelah Putri sampai di tempat parkir, ia melihat Devano yang lagi duduk di motornya itu, dan tiba-tiba Devano pun menoleh kearah nya.
"Ngapain lu diam aja!!" panggil Devano dengan kencang, sampai-sampai membuat lamunan Putri tersadar ke tempat aslinya.
"Aaahh..iya!!" gumam Putri, sambil mendekati Devano.
Devano pun mengambil helm yany berada dibelakangnya, dan menyerahkan ke arah Putri.
"Nie!!" suruh Devano, sambil memberikannya ke arah Putri.
"Apa ini?" tanya Putri dengan heran.
Devano pun langsung bengong, karna atas perkataan Putri barusan.
Devano pun turun dari motornya itu, dan berdiri di depan gadis aneh itu.
"Ini adalah helm!! berguna untuk melindungi kepala batu lu itu dari angin" jawab Devano dengan asal, Sambil memakaikannya dikepalanya Putri.
Putri pun hanya diam dan tersenyum bahagia, ternyata Devano masih peduli dengannya.
Disatu sisi Devano pun menyingkirkan sehelai rambut, dari wajahnya Putri. dan langsung menaiki motornya lagi.
"Naik?" pinta Devano.
"Iyaa!!" nurut Putri, sambil menaiki motornya Devano.
Devano dan Putri pun berada di tengah jalan.
disatu sisi!! Putri yang ketakutan karna Devano membawa motornya dengan kecepatan penuh, tangannya pun mulai menggigil.. seperti kayak orang yang ketakutan dikejar medit, Devano pun melihat reaksinya Putri yang sedang ketakutan, Devano pun memberhentikan motornya di pinggir.
__ADS_1