
Tak-Tik Putri.
"Adek Putri, Kakak Devano sukanya nonton Shingeki no kyojin, Naruto-Boruto, Death noth, sampai film Zombie pun di tonton olehnya" ucap Kevin yang se-adanya.
Devano pun melirik Kevin dengan tatapan tajam, Kevin pun yang dilirik Devano barusan, ia pun menghindar kar'na ketakutan.
Devano pun menghela napas, sifat ia pun semakin acuh tak acuh kepada Putri. Ia merasa, kalo semua aktivitasnya semakin terganggu. Melihat sifat Devano yang dingin seperti itu membuat Kevin dan Exsel geleng-geleng kepala dan menatap Putri dengan gemas dan penuh iba.
"Kevin!! Exsel!! bisa bantuin Putri bujuk Devano gak?" rengek Putri dengan nada melas.
"Nanti Putri kasih Bolpoin 3pack deh, sama Tipe-X nya 3 pack!!" lanjut Putri.
Kevin dan Exsel pun langsung siap siaga berdiri dan duduk menghampiri ke Devano, dan mendekati pria tak berdosa itu.
"Mas Devano yang ganteng kayak gorlila kecil, mau yaa nonton bareng sama adek Putri!!" gumam Kevin dengan memuji Devano.
"Abang Devano Guana!! yang paling baik kayak semut, kasihan tuh adek Putrinya!!" dilanjut oleh tingkah Exsel yang lebay.
"Mau sampai kapan Singa jantan akan sok cuek kayak gini!! Kasihan si Siput yang ngejar-ngejar Singa jantannya berbulan-bulan" cetus Kevin yang se-adanya.
"Baik dikit kek Dev sama si Putri, semacam baiknya pisau yang lagi membelah" lanjut Kevin yang nyindir Devano.
Devano pun menghela napas dengan berat, ia pun menatap Exsel dan Kevin bergantian dengan tatapan-nya yang tajam.
"Gue kasih bolpoin ke lu berdua 10 pack, sama Tipe-X 10 pack. tapi lo berdua harus diam"
"SIAP LAKSANAKAN MACAN JANTAN!!" teriak Kevin dan Exsel bersamaan sembari menggerakan jemarinya ke mulut dengan pose menguci mulutnya.
Putri pun mendesis tajam, yang sedari tadi melihat Kevin dan Exsel yang menghianatinya.
Putri pun melihat Devano yang sedang menjauhkan mangkok Ciloknya yang sudah kosong, Devano pun menarik jus jeruknya itu dan meminumnya sampai habis. kemudia ia pun berdiri dari kursinya dan meninggalkan Putri yang masih duduk di bangku kantin.
"Devano mau kemana?" tanya Putri yang mencegah Devano pergi.
"Masuk kelas-lah" jawab Devano datar, kayak persegi.
"Devano beneran nggak mau nonton sama Putri?" tanya Putri sekali lagi dengan wajah melas.
"Lo nonton aja sama si Tiara atau yang lain"
"Nggak mau. Putri maunya sama Devano!!" kekuh Putri.
"Atau tidak ajak si mahluk astral aja" jawab Devano, yang menatap ke arah Kevin dan Exsel.
"Nggak mau mereka Homo!!" teriak Putri spontan dan seadanya.
__ADS_1
Kevin dan Exsel yang dari tadi diam, mereka pun tiba-tiba melebarkan kedua matanya itu, karna nama mereka berdua dipanggil Homo. Mereka pun menatap Putri dengan tajam, mereka tidak terima dengan tuduhan yang tak berdasarkan Undang-undang dasar.
"Woii.. gue masih suka cewek kali!! Put" Ucap Kevin dengan dingin.
"Gue juga masih suka download Nekopoi kalii" cetus Exsel.
tempat pun menjadi Hening. Semuanya tak ada yang membuka suara, satu ruang pun langsung mengerjap seperti orang bodoh atas perkataan Exsel barusan.
Sampai akhirnya mbak wati datang.
"Mas, Mbak, cirengnya mbak wati sudah turun harga nie. kalian mau beli lagi nggak?"
*****
Putri yang lagi terduduk dibangkunya dengan bentuk wajah yang cemberut, kedua tangannya pun sambil menopang dagunya itu. Tatapannya pun menurun, dan melihat selembaran dua tiket di atas mejanya.
"Lo kenapa? Tumben wajah lu mendung kayak sapi ompong?" tanya Amanda teman sebangku Putri, yang melihat sifat putri acuh tak acuh itu.
Putri pun menghela napas dengan berat.
"Devano nggak mau nonton bareng gue!!" gumam Putri yang mulai bercerita.
Amanda pun menepuk-nepuk punggung sahabatnya itu, Amanda pun ikut prihatin atas sahabatnya itu.
"Yang sabar Put!! pasti ada jalannya kok" ucap Amanda yang lagi menghibur sahabatnya itu.
"Berati, lu udah nyerah dong?"
"Ya nggak lah!! Kan bapaknya Ocit masih belum ketemu!!" jawab Putri asal.
Amanda berdecak pelan, kayaknya otak temannya ini sudah lebih bergeser sepertinya, Amanda pun berpikir sejenak.
"Lo kayaknya harus ubah strategi deh, Put" ucap Amanda yang mulai serius.
"Maksudnya!! Ubah strategi kek gimana?" ucap Putri yang bingung.
Amanda pun mendekatkan kursinya ke Putri, dan mulai menjelaskan-nya.
"Lo haru jual mahal ke Devano. Berlagak udah nggak peduli lagi sama dia"
"Lo ngejauh gitu deh ke Devano!!"
"Kan nanti Devano bakalan ngerasa kehilangan lo" saran Amanda.
Putri menatap Amanda dengan tatapan ragu.
__ADS_1
"Gue nggak bisa jauhin Devano, hati gue udah cinta mati sama dia" gerutu Putri karna merasa berat atas saran-nya Amanda tersebut.
Amanda menatap Putri dengan rasa, ingin mencubit kedua pipi sahabatnya itu.
"Haduhh Put!! Jangan lembek deh kayak bubur ayam!! Cuma seminggu aja kok!! Kita cuma mau tau, ada perubahan nggak sama sifat si Banteng"
"Kalau dia nyariin lo, berati dia suka sama lo. Tapi kalau dia nggak nyariin lo, berati ia nggak suka sama lo!! Dan lo harus jauhin dia" Jelas Amanda greget.
Putri pun berpikir sejenak.
"Kalau Devano biasa-biasa aja gimana? Malah kalau saran itu bisa jauhin gue sama dia gimana? Gue nggak bisa Nda" cetus Putri.
"Ihh lo jangan nething duluan kek!! Di coba dulu Putri!!" gumam Amanda.
Putri pun menghela napas dengan berat, ia masih sedikit ragu atas tawaran Amanda.tapi disatu sisi, ia juga tergiur ingin mencoba ide tersebut.
"Seriusan nih?" tanya Putri memastikan.
"Iyaaaa serius!! Udah lo coba aja mulai besok!!! Jangan kayak ember bocor lah!!" cetus Amanda.
"Harus segitukah? Seminggu mah lama banget itu!! Kayak kiamat udah menerjang gue tau"
"HARUS PUTRII!!!" paksa Amanda dengan mengenggam kedua pipinya itu.
Putri merenggut pasrah.
"O..oke..oke.. deh.. Seminggu ini, nggak lebih?"
"Iya Putri seminggu doang, Ya Allah Ya Rabbi!!" gemas Amanda.
"Gue nggak boleh nyapa atau ketemuan sama Devano kah?"
"Nggak boleh!!" bentak Amanda.
"Nelpon?"
"No way, Putri!!" gumam Amanda dengan tegas.
"Chat?"
"Absolutely not Allowed!!" gumam Amanda dengan gemas.
"Ngelirik doang masa nggak boleh juga si?"
"ASTAGFIRULLAH YA RABBI. LAMA-LAMA GU YASININ LO JUGA IYA, ATAU GUE CARI DUKUN!!" teriak Amanda kehabisan kesabaran karena sahabatnya itu, api yang sudah mendidih di belakang tubuhnya pun sudah mulai muncul. Sampai-sampai dikepalanya Amanda ada tanduk dan asap.
__ADS_1
Mencintai seseorang secara sebelah pihak memang menyakitkan, apalagi ia mengatakan hal-hal yang bikin hati kita sakit dan sedih.