Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 11


__ADS_3

Menahan kerinduan dan kangen.


Kevin pun menaruh tas nya diatas meja, ia melihat teman sebangkunya sudah datang lebih dulu dari pada dirinya itu. Kevin pun sedikit heran dan sekaligus takjub.


"Tumben jam segini Pangeran Iblis udah datang ke sekolah?" Sindir Kevin sembari duduk di kursinya.


Tapi!! Tak ada sambutan dari pria disebelahnya itu. Kevin pun menatap Devano yang sedari sedang sibuk mengeluarkan berbagai cokelat, bunga, dan bahkan kado yang berada dikolong mejanya itu. Disatu sisi, wajahnya Devano terlihat serius mengecek satu-persatu note yang ditempel, di barang-barang yang diberikan oleh para penggemarnya itu.


"Lo ngapain sih? Tumben bacain satu-persatu note itu si? Biasanya juga Lo langsung bagi-bagi ke anak sekolah" tanya Kevin dengan heran.


Tapi!! Tak ada jawaban sama sekali dari Devano, Devano pun malah semakin sibuk seperti mencari sesuatu yang berharga buat dirinya itu.


"Devano sayang!! Lo lagi nyari apaan Devano sayang?" Tanya Kevin dengan nada gemas.


"Perlu gue bantu, nggak?" Tawar Kevin yang ingin membantu sahabatnya itu.


Tapi sama aja, tak ada sama sekali respon dari pria dingin seperti kutuk selatan, yang berada disampingnya Kevin. Lama-lama Kevin pun merasa jengah dan sekaligus kesal setengah mati. Kevin pun mendekatkan wajahnya ke telinga Devano.


"DEVANO LO LAGI NYARI APA?" teriak Kevin yang tak tanggung-tanggung, dan dikepalanya Kevin seperti udah ada tanduk iblis.


Bbraakkk...


Devano pun langsung menggebrak meja dengan keras, sampai-sampai membuat Kevin buru-buru berdiri dan menjauh, karna ia hampir aja kena stroke.


Devano pun tanpa sadar teriak.


"KENAPA NGGAK ADA HADIAH DARI PUTRI!!"


Kevin pun seketika menjadi diam, apalagi anak sekelas yang seketika pun menjadi diam juga. Biawak, tikus, kecoa, bahkan cicak-cicak di dinding pun juga ikut diam, bahkan Exsel yang baru masuk pun seketika diam. Seperti waktu sudah berhenti ditengah jalan.


"Yoo.. si Exsel udah datang lo? Kita ke kantin yuk!! Kangen gue sama mbak Wati!!" Teriak Kevin yang pura-pura tidak mendengar apa yang barusan terjadi. Kevin pun langsung mendekati Exsel dan menyeret Pria itu.

__ADS_1


"IT... ITU.. TA.. TADII... GU.. GUE NGGAK SALAH DENGER KAN?" Tanya Exsel dengan nada tak percaya.


"SI DEV... SI DEV..."


Dengan cepat Kevin langsung membungkam mulut Exsel dengan secara rapat-rapat, Kevin pun langsung menyeret pria itu seperti menyeret anak gajah.


Di sisi lain, semua anak-anak berlagak tak peduli, mereka pun kembali menghadap ke depan dan melakukan aktivitas masing-masing. Padahal dalam hati mereka menahan tawa yang begitu megah.


"TEMAN-TEMAN KE KANTIN YUK!! NANTI GUE TRAKTIR CIRENG MBAK WATI SEMUANYA" teriak Kevin yang kembali muncul dari balik pintu.


"AYOOO!!" serempak semua anak kelas yang segera beranjak keluar dari kelas mereka, dan meninggalkan satu oknum yang tengah sibuk merutuki mulutnya itu.


Sepi tak berpenghuni seperti itulah kelas Devano saat ini, hanya ada tas-tas di atas meja menjadi saksi bisu dan tengah menertawakan Devano.


Devano pun mengacak-acak rambutnya yang penuh dengan frustasi!! Bagaimana bisa dirinya sampai keceplosan seperti itu!! Ini semua terjadi gara-gara si kecebong itu Rian.


Putri memang setiap hari selalu memberi Devano satu bungkus hadiah, seperti cokelat, bekal makanan, dan Putri pun selalu mengambil hadiah-hadiah dari gadis lain, tapi hanya menyisakan hadiah darinya saja disana. Namun, hari ini Devano sedikit terkejut melihat kolong mejanya yang masih penuh dengan cokelat-cokelat dan bunga.


"Apakah dia sakit? Makanya ia nggak masuk sekolah?" Batin Devano pun bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Ditambah dengan semalam Putri yang biasanya bakalan terus-menerus menelfonnya dan mengirimkan emood adek tatang yang gemesin, malah tidak dilakukan lagi olehnya. Entahlah, Devano pun merasa sedikit heran atas perilaku Putri hari ini.


"Harusnya gue seneng dong, nggak di ganggu oleh gadis gila itu!!"


"Lo harus senang Devano!! Lo harus senang!!"


"Lo bebas Devano!! Lo akhirnya bebas!!"


"INI PASTI TUHAN MEMBERIKAN GUE KEHIDUPAN KEMBALI LAGI, TANPA GADIS GILA ITU!!"


"JADI GUE HARUS BAHAGIA DAN SENANG!! ITU PASTI HARUS!!" gumam Devano yang nggak jelas kepada dirinya sendiri, seperti dia yang gila.


*****

__ADS_1


Jam istirahat pun akhirnya datang juga. Surga bagi seluruh anak-anak SMA Arwana, dan mbak-mbak kantin karena dagangan mereka laris manis.


Kevin, Exsel dan Devano seperti biasanya akan berjalan bersamaan menuju kantin, untuk mengisi perut kosong mereka, dan cacing di perut mereka udah pada kelaparan dan menciut. Bagi si Devano kantin adalah untuk mengisi perut, tapi!! Kalo bagi si Exsel sama Kevin kantin itu untuk menggoda mbak-mbak kantin.


Dari arah berlawanan kurang lebih berjarak 8 meter, terlihat Putri yang sedang berjalan dengan 3 temannya itu, sambil ketawa-ketiwi yang nggak jelas. Mereka pun berjalan kearah Devano.


Kevin pun langsung mencolek bahu Devano.


"Noh si bidadari pujaan hati datang!! Siap-siap pasang telinga gajahnya" Ucap Kevin yang udah menutup kedua telinganya itu.


"Siap-siap Lo Dev!! Neraka api buaya darat akan menyerang!!" Tambah Exsel yang langsung ngacir pindah ke sebelah Kevin.


Sedangkan Devano hanya diam saja dan tetap berjalan dengan tenang. Toh, kejadian seperti itu sudah menjadi pemandangan kematiannya dan makanan sehari-harinya juga.


"Tumben tuh si anak tikus nggak teriak-teriak!!" Tanya Exsel dengan heran.


Jarak mereka pun hampir mendekati 2 meter. Tapi!! Putri masih terlihat asyik ketawa-ketiwi dan sama sekali tidak memperhatikan Devano sama sekali.


Dan akhirnya jarak mereka hanya tinggal beberapa centi, dan...


"LAH... LAAH.. NYELONONG BEGITU AJA?" teriak Exsel heboh sendiri.


"Paling udah tobat tuh si anak tikus, atau udah disirami bunga tujuh rupa?" Tambah Kevin yang tak kalah herannya.


Sedangkan Devano hanya memilih untuk diam saja, ia mencoba tidak peduli sama sekali dengan gadis KUNTI itu, dan membiarkan Putri melewatinya begitu saja, tanpa menatap dan menyapanya sedikit pun seperti biasanya.


"Dev.. tumben pacar Lo kacang-in lo, biasanya dia gila kalo liat Lo?" Tanya si Kevin se-adanya.


"Gue nggak punya pacar!!" Ketus Devano.


"Mungkin Mbah Kunti udah nggak ikut aliran sesat lagi!!" Timpal Exsel yang mulutnya kayak ember bocor.

__ADS_1


Devano pun langsung mempercepat langkahnya meninggalkan temannya itu yang masih heboh sendiri. Devano pun berusaha tetap tenang dan biasa saja. Ia tak mau mendengarkan ocehan kedua temannya itu, yang udah kayak emak-emak.


Devano, Exsel dan Kevin pun makan dibangku paling pojok, dekat dengan stand Mbak Wati. Mereka pun sibuk memakan Cilok yang dipesan beberapa menit yang lalu. Detik berikutnya Devano tak sengaja melihat Putri yang memasuki kantin, gadis itu pun terlihat kebingungan mencari tempat duduk. karena, kantin sudah sangat penuh dengan para cacing-cacing yang pada kelaparan.


__ADS_2