Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 13


__ADS_3

Siasat dan Janji.


"Lo marah sama gue?" tanya Devano dengan sangat hati-hati.


"Nggak!!"


Devano pun mulai kesal, tapi ia harus menahan emosinya didepan gadis aneh itu.


"Lo marah karena gue nggak mau nonton sama lo kemaren?"


"Nggak"


Devano pun mendesis pelan, tak ada gunanya juga bertanya lagi kepada gadis gila ini. Yang penting ia tidak berbuat salah apapun kepadanya. Devano pun angkat tangan, ia tak ingin bertanya lebih lanjut lagi. Ia bukanlah lelaki yang suka kepo. Devano pun berdiri dari kursinya dan berjalan keluar lab menyusul ke teman-teman lainnya. Ia pun meninggalkan Putri sendirian disana.


Disatu sisi!! Putri pun mengigit bibirnya itu, ia pun menggerakan kepalanya pelan-pelan, ia pun menatap kepergian Devano dengan hati retak dan pecah dibelah dua. Sifat Devano lebih dingin dari pada dirinya itu. Pria itu nampak tak peduli sama sekali dengannya. Padahal sedari tadi Putri menahan mati-matian untuk tidak berteriak histeris karena Devano duduk disebelahnya.


"ARGGHSS!!!!"


"GUE KANGEN DEVANO!!" teriak Putri yang penuh dengan frustasi.


Mencintai seseorang itu boleh saja, apalagi orang itu sudah mengisi hati kita.. tapi kalau berbuat dingin di depan orang yang kita cintai itu, pasti itu akan menyakitkan kepada dua pihak satu sama lain.


*****


Putri pun langsung buru-buru lari ke dalam kelas, untung saja guru kimia hari ini tidak datang, karena sedang ada pelatihan di kantor Dinas pendidikan. Putri pun mendekati Amanda yang sedang asik dengan hobby nya yaitu membaca Webtoon. Putri pun duduk disebelah Amanda sembari merengek.


"Amandaaa...." teriak Putri yang lagi merengek.


Amanda pun menoleh, dan menatap temannya itu dengan tatapan aneh.


"Lo kenapa?" tanya Amanda dengan heran.


"Devano tadi langsung ninggalin gue, dia kayaknya nggak peduli gitu sama gue!! Kayaknya strategi lo nggak ada gunanya deh" gumam Putri yang sangat pasrah.


"Devano pasti sangat marah sama gue, karena gue cuekin dia" sunggut Putri dengan sedih.

__ADS_1


Amanda pun menghela napas dengan berat, dan meletakkan ponselnya itu ke meja.


"Putri!! Lo harus sabar!! Ini baru 1 Hari loh. Belom seminggu, Put!! Tunggu sampai seminggu"


"Gue nggak bisa Amanda!! Gue nggak tahan buat dekat sama dia!!" gumam Putri dengan sangat pasrah.


"TAHAN PUTRI!! TAHAN WOII!!" gemas Amanda dengan sahabatnya itu.


Putri pun menaruh kepalanya diatas meja, dan membenamkannya. Dadanya pun terasa begitu sakit. Ia sangat merindukan Devano!! Padahal belum sampai 24 jam ia menjalankan misi nya itu, tapi rasanya sangat lama seperti sudah bertahun-tahun. Putri pun menendang-nendang kakinya sendiri yang merasa kesal sekali!! Ia harus bertahan 6hari lagi.


"Allahuakbar!! Lamanya 6 hari ya Tuhan!!"


"6 hari lagi Ya Allah"


"6 Hari!!"


gumam Putri yang nggak jelas kayak Setan.


*****


4 Hari kemudian....


Putri pun telah menjauhi Devano selama 4 hari. Tidak mengirim pesan kepada pria itu, ia pun juga tidak menyapanya!! Dan bahkan yang lebih menyedihkan lagi, Devano pun sama sekali tidak memberi kabar kepada Putri, lelaki itu seolah tak merasakan kehilangan Keberadaan Putri dan seolah tidak peduli dengannya.


"Jahatnya..." lirih Putri dengan sedih, sambil membanting tasnya diatas bangku dengan kesal.


Seperti biasanya, Putri pun langsung membenamkan wajahnya diatas meja. Dan kemudian membenamkan matanya untuk memilih tidur. Ia tidak ada energi untuk mengikuti mata pelajaran pagi ini.


••••••


Dan disatu sisi lainnya!! kevin dan Exsel lagi-lagi harus membereskan cokelat-cokelat, surat-surat, dan bahkan bunga-bunya yang berantakan di lantai akibat ulah sahabatnya satu itu. Seperti 2 hari kemarin itu, Devano selalu mengobrak-abrik kolong mejanya sendiri, tanpa ditanya pun Kevin dan Exsel tau apa yang dicari oleh pria itu. Mereka pun tidak berani bertanya lagi, karena jawabannya pun akan sama aja!! Devano pasti tidak akan pernah mengakuinya!! Karena, gengsi lelaki itu terlalu tinggi Kayak langit dan bumi.


Kevin pun duduk disebelah Devano, pria itu pun malah beralih ke arah ponselnya itu dengan sibuk, dan sambil mengotak-atik yang tak jelas karuan.


"Lo punya MTIX nggak Vin?" tanya Devano dengan dingin, sambil menatap teman sebangkunya itu.

__ADS_1


"Punya tapi masih belum gue isi lagi hehehe.." cengir Kevin yang tidak berdosa.


Devano pun menghela nafas dengan berat, ia pun kemudian melirik jam tangannya itu, Mulutnya pun komat-kamit tak jelas yang memadukan rumus dan hitungan dalam otaknya. Devano pun tersenyum kecil, otaknya pun tersusun rapi dengan rencana yang akan ia lakukan setelah ini.


"Gue nggak pernah liat si Putri lagi ke kelas ini, dia kemana Dev?" tanya Kevin yang sok penasaran.


Devano pun hanya mengedikkan bahunya.


"Nggak tau" jawab Devano dengan singkat.


"Lo marah sama si Mbak Kunti kah? Atau Lo sama Mbak Kunti lagi bertengkar?" tanya Kevin seadanya, sambil memasukkan cokelat-cokelat kedalam tasnya itu.


"Nggaklah!! Ngapain juga gue bertengkar ama dia!!" Sunggut Devano dingin.


"Lo nggak kangen sama dia kah?" tanya Kevin yang lagi menggoda sahabatnya itu.


"Buat apa gue kangen sama gadis yang bawel kayak dia?" gumam Devano dingin.


"Iya!! siapa tau lo kangen sama dia?" gumam Exsel seadanya.


"Nggak bakal!! gue Devano nggak bakal kangen sama cewek yang bawel kayak Kunti seperti dia" gumam Devano dingin.


Kevin pun hanya menepuk bahu sahabatnya itu dan berkata.


"Gue tanya serius sama lo Dev, Lo nggak ada rasa sama sekali ke Putri kah?" tanya Kevin dengan nada serius.


Devano pun hanya terdiam sejenak, dan kemudian menggelengkan kepalanya itu dengan ragu-ragu.


"Kevin dan lu Exsel?" panggil Devano ke arah kedua sahabatnya itu.


"Iya Dev" jawab Exsel dan Kevin bersamaan.


Devano pun menghela nafas dengan berat dan panjang.


"Dengar gue baik-baik, pasang kedua telinga gajah kalian itu" pinta Devano sambil menatap kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


"Udah kita pasang kok" jawab Exsel dan Kevin, sambil memegang telinga mereka yang kayak gajah.


"Gue Devano, nggak bakal suka yang namanya Putri Ramadani, dan kalian semua saksinya!!" janji Devano didepan sahabatnya itu, dengan sungguh-sungguh.


__ADS_2