
Pulang Berdua dengannya.
Meskipun berhati dingin dan berhati batu, Devano tetap lah pria yang menepati janjinya, apalagi janji dengan seorang gadis!! Devano tidak mau di cap sebagai PHP [ Pemberi harapan palsu]. Sepulang sekolah Devano mengantarkan Putri Pulang, kerena tidak mungkin membawa Putri dengan motornya, Devano terpaksa menukar motornya dengan mobilnya Kevin, untung saja pria itu mau. Ya.. Kevin anggap aja itu untuk menembus kesalahannya karna barter nomornya Devano dengan Bolpoin satu pack dan permen lolipop!!
Disinilah dirinya sekarang, di dalam mobil berdua dengan Putri yang terus mengoceh!! Membuatnya jadi tidak kosen menyetir.
"Devano gue boleh tanya nggak?"
"Nggak!!"
"Oke Putri anggap boleh aja iya!! Devano pernah nganterin cewek pulang, nggak?"
"Nggak" jawab Devano dengan jujur, karna ia tak suka basa-basi dan berbohong untuk hal yang tidak penting. Karna jalan hidupnya itu sangatlah lurus!!
Putri pun tersenyum riang.
"Berati Putri yang pertama dong? Iya kan? Putri adalah cewek yang pertama!! Yang Devano anterin pulang?"
Devano pun terdiam seketika, ia berpikir sesaat. Ucapan Putri barusan memang benar, Devano menyadarinya sekarang. Karna!! Ini untuk pertama kalinya ia berdua di dalam mobil bersama dengan seseorang PEREMPUAN, dan dia sedang mengantarkan Perempuan itu pulang. Bagi Devano ini adalah hal yang paling sial!! Karna gadis yang bersamanya, bukan orang yang dia sukai!!
"DEVANO JAWAB!!"
"Apa?"
"Putri adalah gadis yang pertama kali, yang Devano anterin pulang?"
"Sepertinya"
"YA ALLAH TERIMA KASIH ATAS KARUNIAMU KEPADAKU" teriak Putri kencang sekali, sampai membuat Devano harus menjauhkan telinganya itu yang berdengung akibat suara Putri, yang seperti Mic.
Devano menggelengkan kepalanya, ia tak ingin mendengarkan suara gadis gila disampingnya itu. Ia ingin cepat-cepat sampai rumah dan tidur!! Karna, tubuhnya sudah terasa lelah dan mati rasa.
"Devano, Putri boleh tanya lagi?"
"Nggak"
"Devano udah punya pacar? Belom kan? Belom kan Bal? Putri juga belum punya pacar soalnya!!"
"Putri nggak mau cari pacar, Soalnya!! Putri maunya pacaran sama Devano!!" tegas Putri seperti sebuah janji.
Devano menghela berat, mendengar pengakuan gila apa lagi yang akan diucapkan gadis ini!! Kuping Devano pun rasanya bertambah panas!! Seperti ingin mencekik lehernya Putri dengan tangannya sendiri.
"Tapi, kata Tiara temen Putri, Devano itu belum punya pacar. Tiara nggak mungkin boong Sama Putri!!"
"Devano beneran belum punya pacar kan?" Tanya Putri sedikit mendekatkan wajahnya ke Devano.
__ADS_1
Tapi tak ada jawaban dari pria disebelahnya itu.
"Devano jawabb!!"
Devano melirik tajam, sedikit risih dengan posisi wajah Putri yang begitu dekat.
"Nggak, Putri!!" jawab Devano tajam sembari mendorong kepala agar menjauh darinya!! Devano pun menjadi tidak fokus ke depan, dan tiba-tiba?
"DEVANOO!! AWASS!!" teriak Putri, sambil berpaling mukanya itu ke depan, Devano pun ikut berpaling ke arah depan, ia melihat mobilnya itu!! ingin tertabrak oleh sebuah bus besar.
ia pun berbelok-kin setirnya, supaya tidak tertabrak oleh bus di depannya itu.
Ngiiiittt
Devano pun kaget!! karna bibirnya ia dan putri saling bertemu, Devano pun melihat matanya Putri itu dengan dekat, ia baru menyadarinya, kalau Putri mempunyai mata dan mulut yang begitu indah, tapi Devano pun mendorong badan nya sendiri, dan menjauh dari Putri, kalau bukan, karnanya!! ia tak mungkin seperti ini didepannya.
tapi disatu sisi Putri tak memikirkan itu semua, karna kecelakaan hari ini!! membuat dirinya menang banyak untuk dekat dengan Devano!! apalagi kalau dia mata iya!! Putri pun kembali ke topiknya tadi. Yaitu menjawab perkataan Devano?
"WAAAHH ALHAMDULILLAH. TERNYATA KITA SAMA!!!"
"Kayaknya jodoh Putri sama Devano. Amin!!"
Devano pun memukul stir dihadapannya. Gadis disebelahnya itu sangat berisik dan pengacau!! Tadi hampir aja mereka berdua celaka, Devano pun merasa kalau ia ingin kabur saja dari mobil ini. Tapi mengingat dia harus mengantarkan gadis ini pulang sampai kerumahnya dengan selamat, Devano pun mengurungkan niatnya. Karna ia adalah pria sejati!!
"Devano, Putri boleh tanya lagi?"
"Lo bisa diem nggak?"
"Nggak bisa Devano, maaf" serah Putri sedikit takut.
"Gue pusing denger lo ngoceh terus!!"
"Lo itu manusia apa burung Beo?" sengit Devano meninggikan nada suaranya.
"Manusia kok Devano, seriusan sumpah Putri manusia bukan burung Beo" jawab Putri dengan sangat serius.
"Nih liat Putri punya telinga dua, mulut satu, hidung satu, lubangnya dua, mata dua, Putri juga punya lubang pusar kok. Devano mau lihat, nggak?"
"NGGAK!!" teriak Devano kehabisan kesabaran. Devano pun menatap kembali ke depan. 5 detik lagi lampu hijau, Devano pun bersiap-siap menjalankan mobilnya.
Putri menatap Devano, dengan raut wajah bersalah.
"Devano, marah ya? Maafin Putri ya"
"Devano jangan marah. Maaf!! Putri terlalu seneng ada di dekat Devano!!"
__ADS_1
"Devano maafin dong" rengek Putri.
Devano tak ingin mengeluarkan satu kata apapun lagi. Ia memilih diam. Fokus ke depan tidak mempedulikan rengekan, kicauan dan segala hal apapun yang berhubungan dengan gadis disampingnya itu.
Setelah 1 jam akhirnya Devano sampai di depan rumah Putri. Devano tidak tau harus bersabar bagaimana lagi, gadis model Putri sangat menyebalkan. Devano baru menyadari bahwa dari tadi Putri mengerjainya, Putri selalu menunjukkan arah jalan yang salah. Padahal jarak sekolahnya dan rumah Putri harusnya dapat di tempuh kurang 15 menit. Kalau Putri tidak menunjukkan jalan yang salah, maka kecelakaan itu mungkin tidak akan terjadi.
Devano menatap ke arah Putri, gadis itu masih diam tak bergeming di dalam mobil.
"Lo nggak turun?" Heran Devano.
"Bukain pintu mobilnya, baru Putri mau turun" gumam Putri dengan nada lebay.
"Gue bukan supir lo!!" Tegas Devano, dengan nada tinggi.
"Putri nggak nganggep Devano supir kok. Putri cuma mau seperti kayak di drama-drama korea gitu, yang di bukaiin pintu mobil sama pacarnya" ucap Putri, sambil menjelaskan semua yang ia mau ke Devano.
"Tapi!! Gue bukan pacar lo"
"Sebentar lagi, Putri pastikan Devano bakal jadi pacarnya Putri" sahut Putri dengan keyakinan-nya yang mencampai 100%.
Devano pun menghela napas dengan lemas.
"Ya Allah!! Ya Rabbi. Cobaan apa lagi ini" nyebut Devano membanting keras kepalanya pada sandaran kursi.
"Devanoo cepetan bukain pintunya" pinta Putri.
"Nggak" tolak Devano.
"Bukain Devano, tangan Putri masih lemas, nggak bertenaga, kan tadi Putri habis pingsan. Perut Putri juga lapar. Apa kita makan dulu diluar?"
"Nggak!! Putri cepetan turun!!"
"Nggak mau!! Putri nggak mau turun!!" rengek Putri.
Putri pun menatap Devano dengan sebal.
Ya Tuhan!! Ini anak dikasih makan apa sih sama emaknya? Kok bisa kayak gini? Devano menghela berat, ia pun menyerah dan mengalah. Devano pun keluar dari mobil, berjalan ke sisi pintu Putri.
Devano membukakan pintu untuk Putri, dengan raut jelek. Menunggu sang gadis gila itu keluar dari mobil dengan gerakan pelan kayak siput.
"CEPETAN!!" teriak Devano yang sudah tidak sabar.
Putri mematung, mendengarkan teriakan Devano yang mengejutkannya.
"Devano marah ya?"
__ADS_1
"Maafin Putri. Jangan marah ya. Devano nggak boleh marah. Nanti cepat tua loh, tapi kalau Devano sudah jadi kakek-kakek tua nggak apa-apa kok, Putri tetap cinta dan suka sama Devano!!"
Devano tak mempedulikan Putri, ia segera berjalan meninggalkan Putri, ia pun segera masuk kembali ke mobilnya. Namun, langkahnya terhenti, sebuah tangan mencekal lengannya. Devano pun menoleh.