Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 26


__ADS_3

Selimut tetangga


"Apa Tante-Mama?" sahut Salsa dengan nada lemah.


"Tumben anak tiri mama nggak semangat?" tanya Kirana dengan heran.


Putri pun mendengus dengan pelan, ia pun menatap mama tirinya dari atas sampai bawah. Putri pun menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran, karena ia melihat dandanan mama tirinya itu, sangat ajaib.


Kaos hitam yang bertuliskan EXO-Planet, snapback dikepala yang bertuliskan BTS, pakai syall merah rajut yang kayak di Drama Korea itu, dan terakhir rambut yang diwarna-warni kayak perpaduan cabe merah dan cabe hijau. Itu sangat mengenaskan!!


"Tante-Mama mau kemana sih?" tanya Putri dengan heran.


Kirana pun tersenyum dengan sumringah, mengibaskan rambutnya ke belakang.


"Biasa, ada Meet-up dengan semua Fandom. Mulwi dari EXO-L, ARMY, ELF, VIP, dan lainnya" jawab Kirana.


Putri pun bergidik ngeri, karena ia tak paham apa yang dimaksudkan oleh mama tirinya. Wanita itu pun benar-benar maniak dengan hal-hal yang berbau korea!! Putri pun buru-buru mengambil tas-nya yang ada di kursi belakangnya.


"Putri masuk ke sekolah dulu, sebentar lagi bel bunyi" ucap Putri, sambil meraih tangan Kirana mama tirinya dan salim.


Putri pun keluar dan membuka payung untuk menutupi tubuhnya dari rintikan hujan.


"Hati-hati!! Nanti kalau mau minta jemput, telpon mama aja" teriak Kirana agar anaknya terdengar.


Setelah melihat Putri masuk ke dalam sekolah, yang melewati gerbang, Kirana pun mulai beranjak dari sana. Perjalanannya ditemani dengan lagu dari Tiwice-**.


"I'm like *"


"Just Like **"


"Neomuhae Neomuhae*"


****


Devano pun membersihkan tasnya yang sedikit terkena percikan air hujan, ia pun lupa tidak membawa payung, al hasil dari parkiran sampai ke dalam lobi sekolah ia harus berlari dan sedikit terkena hujan.


Devano pun menarik tissue yang diberikan Kevin kepadanya. Tumben pria itu sedang berbaik hati? Devano pun mulai terasa risih, karena sedari tadi Kevin terus mengawasinya.


Devano pun menatap Kevin.


"Kenapa?" tanya Devano yang mulai jengah.


Kevin pun menyengir tanpa dosa, ia pun mengeluarkan ponselnya dan menguburkannya ke Devano.


"Apaan? Lo ngasih gue ponsel?" tanya Devano dengan bingung "Gue nggak ultah"

__ADS_1


Kevin pun mendengus dengan pelan.


"Nomer Putri!!" ucap Kevin, "Gue minta nomer Putri"


Devano pun terdiam sedikit lama, ia pun menatap Kevin kemudian ia pun menatap ponsel Kevin secara bergantian. Jujur, Devano sedikit terkejut namun dirinya berupaya untuk menyembunyikannya dengan sangat rapi. Devano pun mengontrol raut wajahnya.


"Bu.. buat apa?" tanya Devano basa-basi.


"Ada deh pokoknya" jawab Kevin sok misterius "Lo nggak mau ngasih?"


"Katanya lo nggak suka sama Putri? It's okay dong kalau gue minta nomer Putri" serang Kevin secara bertubi-tubi.


Devano pun menghela dengan sangat berat. Ia pun mengambil ponselnya dari dalam tas, ia malas berdebat dengan sahabatnya yaitu Kevin.


"Gue nggak jadi minta!! Tuh anaknya sudah datang!! Gue bisa minta sendiri!!" ucap Kevin sembari menepuk bahu Devano.


Devano pun mengangkat kepalanya, benar yang dikatakan Kevin. Ada Putri yang sedang berjalan mendekat ke bangkunya dengan membawa kotak bekal yang biasanya Putri berikan untuk Devano.


"Ini buat Devano" ucap Putri, sambil menyodorkan bekalnya itu ke Devano.


Devano pun mengangguk dengan pelan, ia tak membuka suara sedikit pun. Ia malah meraih kotak bekal Putri dan memasukannya begitu saja ke kolong meja.


"Devano nggak ada yang ingin diucapkan ke Putri?" tanya Putri yang sangat berharap.


"Nggak ada" jawab Devano yang tanpa berpikir panjang.


"Nggak!"


"Ucapin selamat pagi ke Putri gitu?"


"Males!"


Putri pun tersenyum dengan singkat.


"Yaudah, kalau gitu Putri balik ke kelas dulu" pamit Putri.


Ketika Putri ingin membalikkan badannya, tiba-tiba lengannya ditahan oleh Kevin. Yang membuat Putri kaget, mungkin tidak Putri saja yang merasa kaget. Tapi, Devano satu-satunya saksi dari kejadian itu pun juga ikutan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Kevin.


"Ada yang ingin gue bicarain" ucap Kevin dengan pelan.


Putri pun mengerutkan keningnya.


"Apa?" tanya Putri.


"Jangan disini, ayo ikut gue"

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Putri, Kevin pun langsung menarik tangan Putri, dan membawa Putri keluar dari kelas. Putri pun hanya pasrah dan menurut saja. Karena, pikirannya tidak penuh dari kemarin.


Exsel yang baru saja masuk ke dalam kelas, ia pun sempat berpapasan dengan dua manusia itu. Exsel pun berjalan ke arah bangkunya dengan wajah bingung, apa ia tidak salah liat tadi? Exsel pun buru-buru ke bangku Devano, dan duduk disebelah Devano.


"Dev" panggil Exsel.


"Apa?" sahut Devano dengan nada malas.


"Kevin kok sama Putri? terus, pake gandengan tangan segala?" tanya Exsel yang memang selalu penasaran, kayak ibu-ibu tukang rumpi.


"Mana gue tahu" jawab Devano seadanya, sambil mengangkat kedua bahunha itu.


Exsel pun hanya berdecit dengan pelan, kepalanya pun ia gerakam ke kanan dan ke kiri. Kedua matanya pun mulai menyipit, Exsel pun menatap Devano dengan sangat prihatin.


"Kan udah gue bilangin Dev kemarin!!" ucap Exsel sambil meninggikan suaranya, jemari telunjuk pun mengarah ke Devano.


"Lo kenapa sih? Emang lu bilang apa ke gue?" tanya Devano yang semakin tidak mengerti.


"Awas selimut tetangga yang lagi menghantam tubuhnya adek Putri!!" jawab Exsel dengan sangat gemas, "Jadinya, Kejadian kan kayak sekarang!!"


Dahi Devano pun membentuk lipatan-lipatan kecil, karena ia masih sama sekali tidak mengerti apa yang diucapkan dari Exsel.


"Maksud lo?"


Exsel pun menghela nafas dengan sangat berat, ia pun mencoba bersabar atas sifat sahabatnya itu yang sama sekali tidak tau tentang CINTA. Ia pun mendekatkan kursi yang ia dudukinya ke arah Devano.


"Sekarang sudah ada Selimut tetangga yang menghangatkan tubuhnya adek Putri!!" ucap Exsel dengan nada lebih dramatis dari sebelumnya.


"Tetangga sebangku lagi!!" jelas Exsel dengan penuh penekanan.


"Parah-parah" gumam Exsel sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gue nggak nyangka ternyata Kevin setega itu sahabat, menikung temannya sendiri, Haish.."


"Dia merebut cewek dari sahabatnya sendiri"


"Hidup ini terlalu kejam"


Exsel pun menepuk pundaknya Devano berulang-ulang.


"Yang sabar ya..."


Devano pun terdiam lama, ia tak menjawab apapun. Kedua matanya pun mengikuti Exsel yang sedang berdiri dan berjalan ke bangkunya sendiri. Tiba-tiba ucapan Exsel terus menurus berputar di otaknya. Banyak pertanyaan yang menyerangnya. Apa benar Kevin menyukai Putri? Atau itu semua benar?


Devano pun menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mencoba tidak memikirkan hal itu!! "Devano ingat itu tidaklah penting!!"

__ADS_1


Tapi tetap saja, otak Devano pun terus memikirkannya!! Ia tetap saja tidak bisa menghilangkannya!! Tidak bisa!! "Ada apa dengan dirimu ini, Devano?" tanya Devano kepada dirinya sendiri.


__ADS_2