
Bikin Hati Panas dan Gila.
Ketika!! Devano melihat siapa yang menarik lengannya, ternyata itu adalah tangan si gadis gila.
Devano, besok jemput Putri ya. Kan Devano udah tau rumah Putri dimana" pinta Putri nggak ada habis-habisnya mengganggu Devano.
Devano nyentak kasar tangan Putri.
"Nggak!!"
Putri pun tidak menyerah, ia pun masih menarik lengan Devano lagi.
"Pokoknya jemput!! Titik!! Devano jemput dong!!"
"OGAH!!" tolak Devano tajam, melepaskan lagi tangan Putri dengan kasar.
"Jemput pliss!!" gumam Putri, sambil memohon ke Devano.
"Enggak put!!"
Kedua mata Devano pun membelalak, Putri tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya di aspal, dan memegangi kaki kanannya Devano, sambil merengek tak jelas.
"Ngapain lo ndelosor Disitu?"
"Putri nggak bakalan bangun, nggak bakalan lepasin Devano, kalau Devano nggak jemput Putri besok!!" ancam Putri dengan sungguh-sungguh.
"Maksa banget sih!!"
"Biarin, kan Putri suka sama Devano. Putri lakuin ini biar Devano juga suka sama Putri"
"Gue nggak suka sama Lo!!" bentak Devano, sambil menaiki pita suaranya.
"Putri tau, tapi nanti Devano pasti suka kok sama Putri. Beneran deh!!"
Devano menjambak rambutnya yang penuh frustasi, dadanya terasa begitu sesak. Lama-kelamaan ia bisa jadi ke ikutan gila, gara-gara gadis aneh di depannya itu.
"Put lepasin, ya!!" Pita Devano sedikit melunak.
"Nggak mau!! Janji dulu, besok jemput Putri" balas Putri dengan tatapan penuh harap.
"Lo itu kenapa sih Put? Berangkat sendiri emang ngk bisa!!" tutur Devano.
Putri menggeleng keras.
"Si Tiara aja teman Putri, kalau ke sekolah pasti Tiara di jemput sama pacarnya, kalau pulang juga dianter sama pacarnya. Putri juga mau kayak gitu, dijemput pacar Putr!!"
"Tapi!! Gue bukan pacar lo!!"
Putri pun terdiam sejenak, menatap Devano dengan pandangan yang lekat.
__ADS_1
"Kalau gitu, Devano mau jadi pacar Putri?"
"ASTAGFIRULLAH!! ALLAHUAKBAR!! LAHAULAWALAKUATA!!" nyebut Devano dengan pasrah.
"Mau kan Dev? Soalnya, Putri sekarang kan nggak punya Pacar, Putri jomblo terus Devano juga jomblo dan Putri juga ingin jadi pacar Devano"
"Gue yang nggak mau!!" tolak Devano mentah-mentah.
Putri merenggut, sedikit kecewa dengan penolakan Devano secara terang-terangan. Tapi!! Detik berikutnya, Putri tersenyum lagi.
"Yaudah besok Putri coba tanya Devano lagi, siapa tau besok Devano sudah berubah pikiran"
Kedua mata Devano terpejam rapat, tangan kanannya memijat pelipis yang terasa sakit. Kepalanya hampir meledak menahan amarah yang siap keluar kapanpun.
"Lepasin Put!! Gua mau pulang!!" nada suara Devano terdengar memekik, ia membuka kembali kedua matanya, menyorot dingin ke arah Putri.
"Nggak mau Devano!!" tegas Putri semakin erat memeluk kaki Devano.
"Lepas nggak?" Gumam Devano dengan nada dingin, sambil menarik Kakinya.
"Nggak bakalan!! Devano janji dulu ke Putri, kalau Devano mau jemput Putri ke sekolah, besok!!"
"Apa susahnya sih jemput doang? Yang penting Putri nggak minta aneh-aneh kok!!" Omel Putri karena Keinginanya tak kunjung diwujudkan.
"Lepasin PUTRI RAMADANI!!"
"Yaudah Putri kasih dua pilihan ke Devano!!" ucap dengan suara meninggi.
"Apa?" balas Devano, dengan nada dingin.
Putri pun tersenyum licik dan penuh arti.
"Devano besok jemput Putri atau Devano jadi pacar Putri?"
"Gue jemput lo besok!!" jawab Devano tanpa berpikir dua kali.
Devano lebih baik disuruh gendong anak Singa, daripada harus berpacaran dengan emak-nya Singa!! Bisa-bisa hidupnya bakal kacau!! Sumpah!! Gadis bernamakan PUTRI RAMADANI sangat merepotkan.
Kedua mata Putri pun membulat sempurna, ia segera berdiri dengan tatapan tak percaya. Jawaban Devano barusan, membuatnya sepenuh tak percaya di kedua telinganya itu.
"Seriusan?" tanya Putri menahan jeritan senang yang ingin ia keluarkan.
"Seriusan Devano mau jemput Putri besok?"
"Iya" jawab Devano singkat.
"Nggak terpaksa kan?"
"Terpaksalah!!" Jawab Devano dengan spontan.
__ADS_1
"Nggak apa-apa deh, yang penting Devano besok mau jemput Putri!!"
"MAKASIH BANYAK DEVANO!! GUE TAMBAH SUKA DEH, SAMA LO!!"
Tubuh Devano pun mematung, ia tak bisa bergerak. Karna, Putri tiba-tiba memeluknya, Devano merasakan jemarinya bergerak dengan panik, kedua matanya mengerjap-kerjap seperti orang linglung, ini untuk pertama kalinya seseorang PEREMPUAN memeluknya dengan tiba-tiba.
"Lepasin!! Lu gila, meluk gue secara tiba-tiba" Devano pun dengan cepat mendorong tubuh Putri dengan kasar.
Walaupun Devano berkata seperti itu, tapi!! Putri merasakan bahagia. Karna, ia bisa memeluk orang yang ia sukai dan ia sayangi.
Tapi!! Devano melihat Putri yang tersenyum kembali, ia pun pasrah. Karna ia nggak tau, harus bagaimana lagi dengan sikap gadis di depannya itu.
"Devano janji ya besok jemput Putri!!"
"Iya" gumam Devano dengan singkat.
"Awas kalau bohong, nanti Putri sunat lagi entar pake gergaji!!"
Devano bergedik ngeri melihat Putri, nih gadis selain sarap sepertinya ia psikis-nya terganggu!! Devano pun menggeleng-gelengkan kepalanya, menjauhkan bayangan tentang gadis itu dari pikirannya.
"Yaudah, Devano pulang sana!! Hati-hati pulangnya. Nanti kalo udah sampai, Putri mau telfon?"
"Nggak usah!!" tolak Devano, sambil melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
"Yaudah kalau gitu Putri chat aja!! Tapi Devano harus balas ya!! Nanti Devano balas pe...!!"
Sebelum Putri ingin melanjukan kata-katanya itu, Devano pun memasuki mobilnya itu, dan ia pun melajukan kendaraannya itu.
Putri menghela pasrah, mobil yang dikendarai Devano sudah melaju kencang Meninggalkannya. Putri pun menantap dengan perasaan yang campur aduk, antara kecewa dan senang. Namun, Putri selalu membuat suasana disekitarnya menjadi terang kembali.
"BODO AMATLAH!! DEVANO MAU KAYAK BAGAIMANA SAMA GUE!! YANG PENTING BESOK DI JEMPUT DEVANO!!"
"INI MAH NAMANYA REJEKI GADIS SHOLEHAH!!"
Putri masuk kedalam rumah sambil senyam-senyum sendiri. Ia bagaikan sedang berjalan di ladang dengan penuh bunga-bunga yang semerbak harum. Putri semakin tak sabaran, untuk bertemu Devano besok pagi.
"Ngapain kamu senyam-senyum kayak gitu? Masuk rumah beri salam kek, ini malah nggak salam nggak apa!!"
Langkah Putri pun terhenti, lamunan-nya terbuyarkan akibat suara tersebut. Putri pun mematung, melihat wanita paruh baya yang ber-umur sekitar 49 tahunan, tapi kecantikannya masih bisa dibandingkan dengan Lisa cewek Kpop di BlackPink.
"Asalamualaikum, tante-Mami" ucap Putri dengan riang, ia melangkah mendekati wanita itu, ia pun duduk disebelah wanita tersebut.
Plaakk
Wanita itu memukul pelan jidat putri dengan gemas.
"Sudah dibilangin, kalau panggil tante ya tante aja, kalau mau panggil mami ya mami aja. Kau aneh sekali Putri!!"
Putri berdesis pelan, ia menatap wanita yang didepannya itu dengan sebal.
__ADS_1