Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 09


__ADS_3

Perhatian dan sikap dingin.


Percakapan mereka pun terhenti ketika ada segerombolan 4 gadis memasuki kelas, mereka adalah temen sekelas Devano, wajah mereka pun terlihat panik. Mereka pun berlarian ke arah Devano, Rian, dan Glen.


"Dev, pacar lo bertengkar sama kak Bella di depan kantin" kata salah satu 4 orang cewek itu.


"Pacar gue siapa emangnya? Gue nggak ada pacar tuh" ucap Devano dengan acuh tak acuh.


"Si Putri Dev!! Dia lagi cekcok noh sama Kak Bella. Gara-gara Kak Bella nggak terima kalau Putri berangkat bareng ke sekolah sama lo"


"Tau sendirikan Kak Bella dari dulu ngefans berat sama lo" tambah gadis itu lagi.


"Sumpah si Putri berani banget sama Kak Bella. Kak Bella hampir mau nampar Putri, mereka bertengkar hebat Dev" gumam salah satu cewek itu.


"Ayo kita samperin Dev" ajak Kevin dan Exsel yang sudah berdiri duluan.


Devano pun menggeleng-kan kepalanya.


"Gue nggak ikut, malas gue" jawab Devano dingin.


"Seriusan lu nggak mau kesana?" tanya Exsel memastikan.


Devano melambaikan tangannya, ia memilih untuk menaruh kepalanya diatas meja dan tidur, ia pun tidak mempedulikan Exsel dan Kevin yang lagi heboh sendiri keluar kelas.


Beberapa menit kemudian, mata Devano pun terbuka lagi, napasnya bergerak tak pasti. Ia pun mendecak pelan.


"Haish.. Ada-ada aja tuh anak" gumam Devano kepada dirinya sendiri.


Devano mengangkat kepalanya, kemudian ia pun berdiri dari bangkunya. Ia pun berjalan keluar kelas, entah ia sendiri juga tidak tau kenapa dirinya menjadi peduli dengan gadis gila itu. Devano pun terus berjalan menuju ke arah kantin.


Devano pun melihat banyak sekali kerumunan dan keributan disana. Tetapi!! Devano menghentikan langkahnya dari arah ke-jauhan, ia tidak ingin mendekat. Devano pun melihat Pak Bambang, guru BK yang sedang berlari menuju keramaian itu Untuk membuyarkan kerumuan itu dan membawa dua gadis yang sangat familiar bagi Devano. Putri dan Kakak kelasnya, Bella. Mereka berdua digiring ke ruang BK.


"Cih..."


Devano menggelengkan kepalanya dengan tatapan dingin. Devano meneruskan langkahnya, ia tidak kembali ke kelasnya, melainkan ke kantin. Devano pun membeli minuman dingin.


*****


Putri melirik Bella dengan tatapan tajam, gara-gara kakak kelasnya ini, yang kayak iblis. Putri harus mendapatkan hukuman membersihkan toilet sepulang sekolah. Ingin rasanya ia mencakar-cakar tuh mukanya kakak kelas yang mirip kayak monyet.


Putri melihat punggung Bella yang mulai menghilang dari pandangannya.


"Udah puas bertengkarnya?"


Tubuh Putri tersentak, suara itu mengejutkannya. Putri segera membalikkan badannya, mendapati Devano yang telah berdiri di belakangnya dengan tatapan dingin, yang penuh dengan es yang mau membeku dirinya.


"Hei, Devano hehehe" cengir Putri yang tak berdosa.

__ADS_1


"Lo masih baru beberapa hari sekolah disini, sudah masuk BK?" tanya Devano "Cih!! Mengesankan" lanjutnya menyindir.


Putri pun menundukkan kepalanya dengan malu.


"Habisnya Kak Bella yang mulai duluan, Putri juga nggak salah kok" ucap Putri mencoba membela dirinya sendiri.


Devano pun menghela napas, ia pun menberikan minuman dingin yang ia beli tadi.


"Nih minum" suruh Devano sambil memberikannya ke Putri.


Putri mengangkat kepalanya, senyumnya pun kembali merekah.


"Buat Putri?" tanya Putri dengan raut wajah yang senang.


"Hmm"


"Ya ampum Devano tumben baik, lagi cair iya, sifat es-nya"


Devano pun tidak mempedulikan ocehan gadis itu, ia melangkah meninggalkan Putri untuk kembali masuk kedalam kelasnya.


Putri pun dengan cepat mengikuti Devano dari belakang.


"Devano udah berubah pikiran belom?" tanya Putri sembari menyeruputi minumannya itu.


"Apanya?"


"Apa?"


"Devano mau gak jadi pacar Putri?"


Langkah Devano pun langsung berhenti, sampai membuat gadis dibelakangnya itu pun mendadak ikut berhenti. Devano pun mengembalikkan badannya, dan menatap Putri dengan tajam.


"Lo dengerin gue baik-baik!!"


"Iya Putri bakal dengerin Devano kok"


"Satu! Gue nggak suka sama lo"


"Dua!! Gue nggak bakal pernah suka sama lo!!"


"Dan Tiga!! Gue nggak mau jadi pacar lo!!"


Putri terdiam sebentar, ia menatap Devano dengan tatapan kosong.


"Devano juga harus dengerin Putri dengan baik-baik"


"Satu!! Putri suka sama Devano!!"

__ADS_1


"Dua!! Putri sangat sangat suka sama Devano!!"


"Tiga!! Putri nggak peduli dan Putri pastikan Devano bakalan jadi pacar Putri!!" ucap Putri dengan penuh keyakinan.


Devano pun mengacak-acak rambutnya yang penuh frustasi, gadis ini benar-benar pantang menyerah dan tidak tau malu.


"Terserah lo!! Terserah lo pokoknya!!" teriak Devano dan segera kabur dari hadapan Putri.


Putri pun cuma bisa menatap atas kepergian Devano dengan senyum yang puas, ia lebih semangat lagi untuk bisa mendapatkan pria yang ia sukai itu. Menurutnya Devano adalah lelaki yang berbeda dengan lelaki lain.


"DEVANO NANTI PULANG SEKOLAH TUNGGUIN PUTRII!!!"


******


Sudah hampir 3 bulan lamanya gadis gila itu masih sekolah di SMA Arwana dan menganggu kehidupan Devano disekolah. Kemana-mana pun Devano pergi ia selalu menganggu dan membuat Devano kesal. Kemana-mana pun ia mengikuti Devano, diusir tak mempan, di marahin malah senyam-senyum. Mungkin Putri harus di RUQIAH dulu kali yah..


Itulah Putri Ramadani, si gadis cantik, yang memiliki bermuka baja.


Akhirnya Devano mulai angkat tangan, cara apapun yang telah ia lakukan untuk mengusir gadis itu dari kehidupannya tidak ada yang mempan. Devano pun menyerah dan membiarkan saja gadis itu bertingkah semakin tak waras di dekatnya. Devano pun memilih untuk diam dan mengalah.


Kantin sekolah....


Exsel dan Kevin pun geleng-geleng melihat aksi tingkah dari Putri yang dari tadi terus ngoceh seperti burung beo dan mengusik Devano yang sedang makan. Mereka berdua pun jadi heran bagaimana Devano bisa bertahan hidul dengan gadis gila yang terus mengikutinya.


"Devano dengerin Putri ngomong nggak si dari tadi?" Tanya Putri sebal, sambil melihat Devano yang hanya diam menunduk fokus ke arah cilok yang di makannya.


"Iya" jawab Devano dengan malas.


"Ok!! Kalau gitu, tadi Putri ngomong apa barusan? Cepat ulang Dev" pinta Putri dengan penuh memastikan.


Devano pun mengunyah satu Ciloknya itu sampai habis, setelah itu menelannya, kemudian membuka suara lagi tanpa mengubah posisi kepalanya. ia pun sama sekali kagak melihat Putri.


"Lo punya 2 tiket nonton, dikasih sama Tiara dan lo minta nonton nanti sore" jawab Devano dengan teliti dan hapal.


Putri pun tersenyum merekah.


"Berati!! Devano mau kan nanti nonton sama Putri?"


"Nggak!!" tolak Devano dengan mentah-mentah.


"Kok nggak mau si? kenapa?" tanya Putri dengan penasaran.


"Gue nggak suka nonton" jawab Devano seadanya.


"Devanoo!! Putri ingin sekali nonton bareng Devano!! mau iya!!" gumam Putri dengan nada sedih dan melas.


Kevin yang lagi duduk disebelah Putri pun menepuk pundak gadis cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2