
Nonton bareng.
"Lu kenapa?" tanya Devano dengan nada cemas.
"Putri.. nggak apa-apa kok!!" jawab Putri dengan jujur, tapi disatu sisi badannya berkata lain.
Devano pun melepas helm-nya yang berada dikepalanya Putri, dan tiba-tiba memegang kedua pipinya Putri, pandangan mereka pun bertemu satu sama lain..
Deg.. deg..
"Oh tuhan.. apakah ini yang disebut cinta? hatiku rasanya senang sekali.. matanya yang banyak aura dingin, kini aku bisa melihatnya dengan jelas dan dekat " ucap isi hatinya Putri.
"Nggak apa-apa gimana coba? liat bibir lu pucat begini!!" tegas Devano.
"Ah.. ini!!" gumam Putri yang tiba-tiba terpotong gara-gara, Devano mengelak perkataannya itu.
"Yaudah.. kita pulang aja!! gue kagak mau lu sakit!!" tegas Devano sambil memperingatkan.
"Maksudnya Devano? Devano udah mulai bisa khawatir sama Putri?" tanya Putri penasaran, atas perkataan Devano barusan.
"Kagak" jawab Devano singkat.
"Terus.. kenapa Devano khawatir sama Putri?"
Devano pun tidak menjawab perkataan Putri.. dia malah melihat ke arah yang lain.
"Devanoo.. jawaaab!!" rengek Putri dengan tegas, supaya dia dapat jawaban yang dia inginkan.
Devano pun mulai melihat dan menatap wajah gadis yang berada didepannya itu, mulutnya dan wajahnya udah tidak pucat seperti barusan, malah udah normal seperti biasanya.
"Lu masih mau nonton?" tanya Devano dengan tegas.
"Jawab Devano!! yang tadi Putri tanya barusan ke Devano?" tegas Putri sekali lagi, karna jawaban yang ia mau. malah seperti mengganti topik pembicaraan.
"Kalo kagak mau!! kita pulang aja" lanjut Devano dengan singkat.
Putri pun terpaksa harus mengalah, kalau dia masih debat sama Devano!! yang ada kencan bagi Putri dan Devano pun akan gagal.
"Putri mau nonton" jawab Putri dengan lemas, dan tidak bersemangat.
Devano pun memberikan minuman dihadapannya Putri, untuk menyuruhnya minum air pemberiannya.
Putri pun meminumnya dan mengucapkan "Terimakasih!!" gumam Putri dengan lembut.
"Hmm" deham Devano dengan singkat.
Devano pun mulai ambil helm yang berada disampingnya itu, dan memakaikan-nya dikepala Putri.
__ADS_1
"Cepat naik!!" pinta Devano.
Putri pun masih berdiri, ia masih takut dengan hal tadi yang terlalu cepat.
"Haish.. ribet banget dah!! gue janji nggak bakal kencang-kencang lagi bawa motornya!!" tegas Devano yang mulai emosi.
Putri pun menatap kearah Devano, dan ia pun..
"Janji!!" gumam Putri, sambil memastikan lagi.
"Yaa.. cepat naik!!"
Putri pun percaya dengan janjinya Devano, dan ia pun menuruti perkataan Devano, yaitu menaiki motornya.
*****
Mereka pun akhirnya tiba, dan janjinya Devano pun ditepati olehnya.. Putri pun tidak ketakutan seperti tadi, malah ia tidak sabaran untuk nonton bersama oleh lelaki yang ia sukai.
tapi, ia pun mulai kebelet ingin ketoilet, dan sekalian untuk mengaca dirinya itu yang cantik bagaikan bidadari surga.
"Dev!!" panggil Putri.
"Yaa" jawab Devano dengan acuh tak acuh.
"Putri ke toilet dulu yaa!! Devano tunggu sini, jangan kemana-mana, awas lirik cewe lain!!" gumam Putri dengan peringatan Hot.
"Kok hmm si?" gumam Putri yang tidak puas atas jawaban Devano barusan.
Devano pun melirik Putri, rasanya ia ingin sekali makan gadis yang berada didepannya itu.
"Haish..!!" Devano pun menarik napasnya dengan berat.
"Ya Putri sayang!!" jawab Devano dengan terpaksa.
"Nah gitu napa!!" gumam Putri dengan senang.. sambil berjalan ke arah toilet.
****
Setelah Putri selesai ke WC.. ia pun mulai memandang wajahnya didepan cermin ajaib, yang selalu bikin perempuan tersenyum dan terlihat cantik. Yah.. cermin toilet yang berada di Mall!!
Putri pun mengambil lip-balm didalam tasnya, ia pun mengoles secukupnya mungkin di bibir mungilnya agar tak kering, kemudian menguncir rambutnya dengan gaya ikatan satu. Setelah ia yakin bahwa dirinya sudah cukup cantik kayak bidadari surga, ia pun segera keluar dari toiletnya.
Karena Devano sedang menunggunya didepan.
Putri pun berjalan kearah Abang penjaga kasir toilet, yang tertera dengan kalimat "Bayar 3000". Putri pun menggeleng-gelengkan kepalanya, pahadal ia didalam hanya ingin numpang ngaca dan buang air kecil saja. Kemudia, Putri pun mengeluarkan dompetnya, Putri pun kaget, karena ia tidak membawa uang kecil.
"Abang" panggil Putri yang dikenal.
__ADS_1
"Iya neng?" jawab pemuda itu yang tengah sibuk memberikan kembalian kepada pengunjung lain yang membayar.
"Boleh nguntang nggak?"
"Hah?" Kaget abang-abang penjaga toilet itu, dengan nada heran dan sekaligus bingung.
"Soalnya uang dedek Putri sangat besar, dedek Putri cuma punya 100 ribuan aja, Abang ada kembaliannya nggak?" tanya Putri dengan wajah di lugukan.
"Besar amat neng, anak Abang aja yang namanya Ocit bayarnya nggak besar-besar bangat!! Masak neng nggak ada uang kecil?"
Devano pun mengeluarkan uang 5ribuan dan permen milkita dari kantong celananya itu. Kemudian meletakkannya di meja, dihadapan Abang penjaga.
"Kembaliannya dan permennya ambil aja mas" ucap Devano dengan datar, setelah itu berjalan pergi meninggalkan Putri.
Putri pun sedikit terkejut dengan kedatangan dan yang dilakukan oleh Devano tiba-tiba. Detik kemudian ia pun tersadar dari lamunannya dan cepat-cepat mengejar Devano, sebelum ia ditinggalkan terlalu jauh oleh Devano.
Mereka berdua pun berjalan dengan ber-iringan menuju lantai 4 di Mall. 20 menit lagi film yang akan mereka nonton akan segera di tayangkan distudio . Devano pun terus berjalan tanpa suara, ia fokus menatap kedepan yang sedari tadi tidak menganggap Putri yang dari tadi ada disampingnya, dan terus menatapnya tanpa henti.
Putri pun memainkan jemarinya itu.
"Devaano" panggil Putri dengan pelan.
"Hmm"
Putri pun menyodorkan tangan kanannya di depan wajahnya Devano.
"Apa?" tanya Devano yang tak mengerti.
"Kasihan tangan Putri udah banyak sarangnya" gumam Putri yang nggak jelas.
"Maksudnya lu apaan si?" tanya Devano yang tak paham sama sekali apa maksudnya Putri.
"Yaa tangan Putri ini loh.. udah banyak jaring laba-labanya, udah banyak sarangnya!!" jelas Putri dengan gemas.
Devano pun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah ia mengerti apa maksud Putri.
"Ok.. gue ngerti!! Maksudnya, lu mau berubah jadi Spiderman kan?"
"BUKAN DEVANO!! IIHH!!" teriak Putri dengan greget, sambil sembari meremas-remas jemarinya.
Putri pun mendengus sebal, pria yang berada disebelahnya ini memang sangat tidak peka dan sangat susah untuk di dekati, padahal ia berulang-ulang dirinya itu untuk memberikan kode-kodenya yang sangat cukup jelas, tapi sama sekali tidak dimengerti oleh Devano.
"Gandeng tangan Putri!!" pinta Putri yang tak tahu malu.
cinta itu dimulai dari kata hati!! jika kita mencintai seseorang, maka hati kita akan merasakan yang berbeda.. seperti Putri yang memperjuangkan cintanya itu ke seseorang yang ia cinta.
Putri pun mendengus sebal, pria yang berada disebelahnya ini memang sangat tidak peka dan sangat susah untuk di dekati, padahal ia berulang-ulang dirinya itu untuk memberikan kode-kodenya yang sangat cukup jelas, tapi sama sekali tidak dimengerti oleh Devano.
__ADS_1