Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 22


__ADS_3

Kejadian di kantin part 2.


Tapi!! Ketika, Devano mendengar kata-kata Putri barusan!! Devano hanya tersenyum dengan sinis.


"Gue nggak suka sama lo!!"


"Putri nggak peduli!! Putri sekarang hanya sedang berusaha buat orang yang Putri sukai, menyukai diri Putri!! Dan Putri juga yakin, kalau orang yang Putri sukai pasti menyukai Putri juga!! Meskipun Putri juga nggak tau kapan itu!! Tapi, Putri akan sabar kok menunggunya"


Suara tawa pelan Devano pun terdengar sangat menyeramkan.


"Dan lu seyakin itu gue bakal suka sama lu?"


Putri pun merasakan bibirnya bergetar, dan ia bingung harus menjawab apa!!


"Ya.. Yakin!! Putri yakin kok!! Buktinya kemarin Devano ngajak Putri nonton ber....!!"


"Gue cuma kasihan sama lo aja" potong Devano dengan cepat.


"Gue hanya Ingin berbuat baik sama lo!! Tapi kayaknya lo semakin hari semakin ngelunjak dan nggak tau diri jadi cewek!!"


"Kok Devano bilangnya kayak gitu?" balas Putri yang udah mulai gemetar.


"Lo kayak cewek murahan tau nggak sih, Put!!" lontar Devano yang tanpa beban, Pria itu pun benar-benar meluapkan Kemarahannya.


Putri pun meneguk ludahnya, ia menatap Devano dengan penuh tak percaya!! Apa yang barusan Devano katakkan kepadanya? Putri pun merasakan matanya semakin panas dan menangis. Bukan hanya Putri saja yang terkejut dengan kalimat Devano, untuk sekian kalinya semua orang dikantin hanya bisa mendesah dengan berat dan prihatin kepada Putri.


"Lo ngejar-ngejar cowo yang jelas nggak suka sama lo!! Lo juga ditolak berkali-kali tetap nggak tau diri!! Bukankah itu seperti cewek murahan?"


"Lo nggak punya harga diri sama sekali, Put!!"


Amanda yang sedari tadi berdiri jauh dibelakang Putri, ia pun tak tahan dengan situasi ini. Amanda pun menatap Devano dengan tatapan tak suka!! Amanda pun dengan cepat mendekati Putri dan menarik lengan Putri.


"Put!! Ayo kita pergi!! Lo nggak pantes dapat perlakuan seperti ini!! Apalagi didepan umum Put!!"


"Lepasin, Nda!!" pinta Putri yang menolak tangan Amanda, yang tidak mmenuruti sahabatnya.


Karna!! Putri tidak mau mendengarkan Amanda, Amanda hanya mencoba bersabar dan....

__ADS_1


"Put!! Lu bisa dapetin cowok yang lebih baik daripada Dia!! Dia itu cowok brengsek yang berhati dingin dan nggak punya hati!!" cerca Amanda yang kembali menarik lengan Putri.


Putri pun menepis kasar tangan Amanda.


"Gue nggak mau, Nda!!" tolak Putri yang bersikeras dengan kedua mata yang masih menatap ke Devano.


"PUTRI RAMADANI!! LO JANGAN KA....."


Tapii!! Putri hanya mendekati Devano, berjalan beberapa langkah. Kedua mata Putri pun udah mulai buram, yang dipenuhi dengan air mata yang akan siap kapanpun jatuh dan runtuh.


"Devano!!" panggil Putri dengan suara serak.


"Dan kenapa Putri masih suka sama Devano? Devano mau tau Jawabannya kenapa? Kenapa hati Putri bisa bertahan dengan kata-kata Devano sampai sini"


"Begini ya.. ternyata kalau suka duluan sama orang!! Selain sabar dan sakit hati!! Putri tau, Devano nggak suka sama Putri, tapi Putri hanya ingin mencoba dan membuktikan ke Devano!!"


Putri pun menundukkan kepalanya, ia pun mengigit bibirnya.


"Putri harus bagaimana Devano?"


"Putri udah mulai terlanjur suka ke Devano"


"Devano selalu bilang untuk menjauh dari Devano, dan jangan pernah dekat-dekat sama Devano"


"Putri pernah mencoba untuk menjauh dari Devano!! Tapi, itu nggak bisa!! sekali Putri mencoba menghilangkan Devano dari hati Putri!! Itu malah membuat hati Putri tambah suka dan kangen ke Devano"


"Devano bisa bilang Putri murahan dan nggak punya harga diri!! Putri nggak bakalan marah ke Devano!! karena, Devano bukan Putri!! yang nggak tau apapun isi hati Putri"


Kini posisi yang terbalik!! Devano yang mulai dibuat terbungkam dengan semua kata-kata Putri yang sangat diluar dugaannya.


"Putri.. Putri pergi dulu kalau gitu!! Maafin Putri yang udah mengganggu makan Devano dan Tesya"


"Nanti kalau Putri nggak sakit hati lagi!! Putri bakal temuin Devano lagi"


"Devano jangan marah lagi sama Putri iyaa!! Maafin Putri"


Setelah itu, Putri pun membalikkan badannya berjalan keluar kantin dengan air mata yang langsung terjatuh dengan begitu deras. Putri pun mengepal kedua tangannya dengan kuat. Langkahnya pun ia percepat, ia tidak ingin semua orang melihatnya menangis seperti ini. Disatu sisi, Putri merasa malu sekali!! Ia benar-benar kayak gadis bodoh yang sering diucapkan Devano dan kawan-kawannya.

__ADS_1


Kini kau belom Merasakan apa yang aku rasakan!! makanya kau bebas berkata apapun denganku!! kau kira hatiku kuat, karena aku Tidak pernah menangis didepanmu!! bukan berati aku kuat dengan semuanya, itu karna aku menahan hatiku dan air mataku.


Putri Ramadani.


Amanda pun menatap Sahabatnya itu dengan mulut yang terbuka.


"Gadis itu benar-benar udah gila!!"


"Waaahhh!!"


"Otaknya terbuat dari apa sih? Ya Rabbi!!"


Amanda pun membalikkan badannya, dan menatap Devano. Ia pun berjalan mendekati Devano dengan tatapan membunuh.


"Hati lo sebenarnya terbuat dari apa sih?"


"Batu? Semen? Krikil? Besi? Atau palu?" picik Amanda "Itu hati apa martial pondasi rumah? Kokoh banget bang!! Sumpah kagak tertandingi!!"


Devano pun hanya diam, Ia masih aja sibuk dengan pikirannya sendiri. Ucapan Putri terus-terus berputar di otaknya dan tak mau menghilang.


"Gue jadi mulai percaya sama gosip tentang lo adalah seorang GAY!!"


"Gadis pintar, cantik dan baik kayak Putri, lo tolak gitu aja!! Emang tipe cewek lo kayak apa?"


"Kayak Mbak Gotik? Kayak Mbak Selena? Mbak Ayu? Atau kayak Mbak Wati?"


Semua anak kantin pun pada menahan tawa supuya mereka tidak tertawa, kenapa situasi sekarang malah menjadi seperti skit-komedi. Amanda pun tidak peduli, ia Hanya ingin meluapkan kemarahannya itu, karena Pria dihadapannya Itu telah menyakiti sahabatnya.


"Semua cowok yang disini siapa yang nggak naksir sama Putri? Siapa yang nggak jatuh cinta sama Putri?"


Sebuah tangan pun terangkat ke atas, membuat Amanda terkejut. Amanda pun menatap pria itu dengan tajam.


"Vin!! Lo nggak peka siatusi banget sih!!" Gidik Exsel dengan nada pelan, cepat-cepat Exsel pun menurunkan tangan Kevin yang terangkat.


Kevin pun hanya nyengir yang tak berdosa, ia pun menatap Amanda lagi-lagi dengan takjub.


Amanda pun kembali menajamkan tatapannya ke Devano, pria itu pun masih terbungkam dan tak menyahutinya. Tatapan Devano pun kosong sambil menatap ke bawah lantai.

__ADS_1


"Kalau lu nggak suka sama Putri, yaudah cukup lu jauhin Putri!! Nggak usah sampai berkata sekasar itu Dev!!"


"Lo udah keterlaluan tau nggak!! Dan bodohnya lagi, teman gue masih suka sama cowok yang nggak punya hati kayak lo dan sekaligus lu cowok brengsek Dev!!"


__ADS_2