Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 14


__ADS_3

Kangen dan Bingung.


Satu hal yang harus kau tau itu, yaitu aku sangat sayang dan mencintaimu selalu.. janganlah kau menyesal jika aku


pergi di kemudian harinya!! aku tau cinta itu tidak bisa dipaksakan, tapi yang aku tau cinta itu harus diperjuangkan seperti aku memperjuangkan dirimu itu.


Tapi!! Exsel dan Kevin tidak mempedulikan perkataan Devano barusan.. mereka berdua masih aja bertanya yang nggak jelas, kepada sahabatnya itu.


"Lu beneran nggak suka sama si Mbak Kunti? Eh.. maksudnya gue si Putri?" ejek Exsel sekali lagi.


Devano pun melihat kedua sahabatnya itu, dengan tatapan menusuk dan ingin menyerang.


"Kan udah gue bilang dari tadi!! kalo gue nggak suka sama sekali dengan cewek yang bawel!!" tegas Devano sekali lagi, dengan nada ditekankan.


"Masak?" Goda Kevin yang sama sekali tak percaya.


"Hmm.." deham Devano singkat sembari menggaruk kepalanya itu yang kagak gatal sama sekali.


Kevin dan Exsel pun tersenyum jail, mereka tau bahwa sahabatnya itu sedang berbohong. Karena, mereka sangat paham atas tingkah laku Devano kalau sedang berbohong pasti akan menggaruk kepalanya itu yang sama sekali tak gatal.


"Gue cuma ingatin lu doang Dev!! Hati-hati disaat lu suka sama Putri, ia udah direbut dan bersama orang lain!! Disitu lu akan menyesal!!" ucap Kevin yang lagi memperingatkan sahabatnya itu.


Tapi!! tak ada respon sama sekali dari Devano dan kemuliaan percakapan masih berlanjut.


"Gue denger si Pino, ketua OSIS sok ganteng se-ARWANA naksir sama si Putri!! Kemarin aja gue lihat dia ngasih Putri cokelat" tambah Exsel yang lagi memanasin si pria Es batu, yang berada disampingnya.


Tapi!! Devano hanya pura-pura membuka bukanya itu, ia pun menyeret-nyoret sekenanya. Devano hanya ingin mencoba untuk tidak peduli kepada apapun itu, walaupun kedua telinganya dapat mendengar jelas ocehan Kevin dan Exsel.


"Kemarin gue juga lihat si Pino maksa bangat buat anterin Putri pulang ke rumah" timpal Kevin yang ingin menyakinkan perasaan Devano itu.


Exsel pun langsung menatap sahabatnya itu dan menepuk bahu Devano dengan prihatin.


"Mumpung serigala tetangga belum memakan tubuh dan hati adek Putri!! Mending lu gerak duluan!!" titah Exsel yang sok bijak.


Devano pun menatap Exsel dengan tatapan tajam, dan Devano pun langsung menepis kasar tangan Exsel dari bahunya.

__ADS_1


"Apaan sih!! lu berdua pada kagak jelas tau nggak!!" gumam Devano yang mulai kesal.


"Gue kasih tau ke kalian sekali lagi!! kalo gue Devano nggak bakal jatuh cinta sama yang namanya Putri Ramadani!!"


"Walaupun keadaannya seperti apa? tapi gue tetap sama dengan prinsip gue sendiri, dan janji gue" lanjut Devano dengan tegas, kalau ia sama sekali tidak menyukai Putri.


Exsel dan Kevin pun bingung!! harus bagaimana lagi, buat sahabatnya itu mengerti tentang perasaannya sendiri.


"Okelah kalau gitu!! Jangan nyesal aja ntar!!" Kevin dan Exsel pun menyerah atas sikap Devano itu yang kayak batu.


"Gue cuma ngasih tau doang ke lu sebagai sahabat lu, karna gue nggak mau sahabat gue akan menyesal dikemudian hari" lanjut Kevin dengan kata-katanya itu yang bijak.


"Hmm" deham Devano dengan singkat, dan tak peduli.


"Iya gue setuju!! atas perkataan Kevin" jawab Exsel yang meng-iyakan perkataan Kevin.


"Kalo lu nyesal!! takutnya nanti kayak suaminya Mbak Wati" ejek Exsel sekali lagi.


"Urusan gue sama Mbak Wati apa?" tanya Devano dengan singkat.


Devano pun yang tadinya ingin mengubah topik, ia pun akhirnya lebih baik diam didepan sahabatnya itu, karena topiknya nggak jauh membahas tentang perasaannya itu.


Dan tiba-tiba!! awan pun tiba-tiba berubah menjadi mendung, petir pun mulai datang bersama elang raksasa yang ditumpangi oleh Raja setan dan Ratu setan.


*****


Jam istirahat kedua pun berbunyi, Devano pun berdiri dari kursinya, meminta Kevin untuk minggir memberinya jalan. Devano pun terlihat terburu-buru keluar kelas. Kevin dan Exsel pun menatap sahabatnya itu dengan tatapan heran dan bingung.


"Mau kemana Lo?" tanya Kevin yang penuh dengan penasaran.


Devano pun tidak menjawab, dan langsung nyelonong berlari keluar begitu aja. Entah pria itu mau kemana tidak ada yang tau selain orang itu sendiri dan tuhan.


****


Kalian pernah nggak mencintai seseorang sebelah pihak? tapi ia tidak tau berapa sebesar-besarnya pengorbanan cinta kita ke dia...

__ADS_1


Pulang sekolah.....


Putri pun mengacak-acak rambutnya yang penuh dengan frustasi, ia pun benar-benar tidak tahan lagi. Putri pun mengambil tasnya dan segera berdiri dari kursinya itu.


"Amanda gue udah nggak tahan!! Gue angkat tangan!!" ucap Putri yang penuh dengan dramatis.


"Apaan?" tanya Amanda yang tak paham.


"Gue ingin ketemu Devano!! Gue kangen sama dia!!" rengek Putri yang kayak anak kecil.


"Ya Ampun Put, tinggal 3 hari lagi loh!! tahan dikit napa!!" Omel Amanda.


"Ya Ampun nda, 4 hari Devano nggak datang ke gue, 4 hari dia nggak nyariin gue!! Dan yang paling gue takutin itu adalah, kalau Devano suka sama cewek lain gimana? Kalau Devano nggak suka gue gimana?" Gumam Putri sambil terisak-isak.


"Gue nggak mau ada cewek lain yang deketin Devano!! Walaupun gue mati, gue bakal perjuangkan cinta gue ini!!" Lanjut Putri dengan sungguh-sungguh.


"Misi ini kita batalin aja!!" gumam Putri dengan pasrah, sambil mengangkat tangannya.


"GUE UDAH NGGAK KUAT LAGI!!" teriak Putri sekeras mungkin.


Amanda pun menghela nafas dengan berat, ia pun mengangguk-angguk kepalanya dengan pasrah. Jika Putri sudah keras kepala seperti ini, singa di kebun binatang pun pada takut dan tidak akan berani menyentuhnya.


"Terserah Lo deh, terserah gue mah terserah lu aja!!" Gumam Amanda dengan pasrah.


Amanda pun berdiri dari kursinya dan meninggalkan Putri begitu saja. Ia pun pergi beranjak keluar kelas duluan dan tidak mempedulikan tingkah Putri yang semakin tidak jelas didalam kelas.


Putri pun melangkah keluar kelas dengan langkah lemas. Devano sepertinya benar-benar tidak peduli dengannya, dan ia harus mulai dari awal lagi buat deketin Devano. Sungguh susah sekali buat dapatkan hati seorang yang bernama Devano Guanna!!


Padahal ia sudah rela-relain pindah ke sekolah, rela-relain pasang muka tiang, tapi tetap aja Devano tidak luluh juga dengannya.


"PUUTT!!" teriak seseorang lelaki dari arah belakang Putri.


Aku menunggumu disini!! tapi, apakah kamu menunggu aku disana? jujur aku kangen dengan mu.. tapi apakah perasaan aku untukmu!! kau juga merasakan hal yang sama, apa yang aku rasakan itu..


"PUT!!"

__ADS_1


Tubuh Putri pun tersentak, langkahnya pun terhenti, ia pun terkejut mendengar suara teriakan namanya yang dipanggil begitu keras, ia pun berpikir kalau Devano yang memanggilnya dan ternyata...


__ADS_2