Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 05


__ADS_3

Berdua dengannya.


"Lo jahat banget si jadi cowok!! Dia itu pingsan gara-gara lo!! Coba kalau dia nggak ikut olahraga karena cuma ingin deketin lo!! Pasti dia nggak bakalan kayak gini!!"


"Yang suka sama gue siapa? Dia atau gue!! Yang suka sama gue kan dia, bukan gue!!" jawab Devano dingin.


Amanda pun mulai menggeram. Ya... Dia harus sadar siapa lawan bicaranya ini!! Pemuda cerdas berhati batu, Tuan Devano Guanna Freedy!.


"Sekali lagi gue nggak mau tau!! Lo harus anterin Putri pulang!! Titik!!" Sewot Amanda dengan kesel.


"Ogah!!"


"Astagfirullah!! Lo beneran nggak punya hati ya Dev!! Se-enggaknya buat senang dia dikit kek!! Ya Allah Ya Robbi. Anak orang mau mati gara-gara lo, tau!!"


Devano menatap amanda sedikit jengah, kenapa jadi dirinya yang harus repot seperti ini sih? Putri pingsan juga bukan karena dirinya!!


"Iya iya gue anterin pulang dia nanti" serah Devano menyerah, ia malas jika berdebat lama-lama, apalagi sama yang namanya PEREMPUAN!! 5 jam ngoceh pasti di jabanin oleh spesies satu itu!!


Spesies yang sampai sekarang tak dipahami oleh kaum Adam!!


"Gitu kek, dari tadi napa!! Buat bikin tenaga gue habis aja!!" Serah Amanda merapikan baju olahraganya yang berantakan.


Amanda melangkah ke arah pintu UKS.


"Lo mau kemana?" Tanya Devano, menghentikan langkah Amanda.


Amanda membalikkan badannya.


"Masuk kelas-lah. Gue ada pelajaran kelas Bu Andin" jawab Amanda.


"Lo nggak nungguin temen lo kah?" tanya Devano yang merasa bingung.


"Gue? Ya-jelas lo lah!! Kenapa harus gue coba? Kan lo yang pelakunya dan tersangkanya!!" Cetus Amanda


Devano langsung mematung? Kenapa jadi dia lagi yang kena sasaran-nya!!


"Titip teman gue ya, Bye!!"


Belum sempat Devano mengeluarkan suara lagi, Amanda sudah hilang dibalik pintu tersebut. Devano mendesis kesal, mengacak-acak rambutnya sedikit frustasi. Ia kenapa harus terjebak di UKS dan menunggu gadis aneh itu!!


"Ini ponsel kamu, saya sudah selesai menghubungi mereka" Ucap dokter Roy yang kembali muncul, menyerahkan ponsel Devano.


"I..ya dok, makasih banyak" sahut Devano menerima ponselnya itu.


"Saya sebentar lagi harus ke rumah sakit, kamu jagain teman kamu disini dulu ya, sampai ada petugas PMR datang lagi. Mereka mungkin sedang istirahat sebentar" jelas Dokter Roy sembari melirik jam tangannya.


Devano mengangguk-kan kepalanya dengan kaku dan pasrah.


"I..ya.. Iya dok"

__ADS_1


"Kalau dia sudah sadar kasih minum yang hangat, terus ambil saja di-dispenser di belakang etalase. Jangan perbolehkan dia berjalan dulu. Tunggu sampai pusingnya hilang"


"Iya dok" jawab Devano lagi.


Dokter Roy menepuk bahu Devano, kemudian berjalan keluar dari ruang UKS, meninggalkan Devano sendiri dengan gadis yang masih terbaring lemah di salah satu kabin.


Devano menghela berat, kesunyian di ruangan ini seperti sedang meledeknya dan membunuhnya pelan-pelan. Devano pun mencoba mencari kesibukkan, ia mendekati beberapa lemari kecil berisi-kan buku tebal, pengetahuan tentang pertolongan pertama dan buku anatomi.


Devano iseng-iseng membuka dan membacanya, semakin lama ia tambah tertarik dan tenggelam ke dunianya sendiri.


******


Devano melirik jam tangannya, hampir 30 menit gadis itu pingsan dan masih belum sadar. Devano menutup buku yang dibacanya tadi, mengembalikan-nya ke tempat semula, kemudian Berjalan ke arah kabin Putri.


Devano pun membuka tirainya, mendapati gadis itu sudah membuka mata dengan tatapan kosong dan masker oksigen yang dilepas. Devano terdiam sebentar, bingung harus berkata apa? Atau berbuat apa saat ini. Devano berpikir dan mencoba tetap tenang, menjadi diri sendiri aja.


"Lo udah nggak Apa-apa?" tanya Devano mendekati Putri.


Putri menggerakkan kepalanya, menatap Devano sedikit terkejut, detik berikutnya dua sudut bibirnya pun terangkat, membentuk senyum kecil.


"Gue nggak apa-apa kok, cuma masih sedikit pusing aja. Lo yang jagain gue dari tadi?" jawab dan tanya Putri.


Devano curiga gadis ini beneran pingsan apa tidak tadi? Mendengar betapa semangatnya ia sekarang berbicara, tapi melihat bibirnya yang masih pucat, Devano pun tak berani lebih suudzon.


"Devano jawab!! Lo yang tolongin gue?"


"Hmm" deham Devano singkat.


"Nggak!! tapi gue seret dari lapangan ke UKS"


"Ihhh Devano!! Jahat bangat!! Tapi gue nggak percaya!! Lo pasti gendong gue kan? Iya kan?"


"Lo beneran sakit? Atau pura-pura!!" sinis Devano heran.


"Beneran kok, kepala gue masih pusing. Tapi karena ada lo gue nyoba nggak sakit lagi!!" jawab Putri menunjukkan senyum di bibir pucatnya itu.


Devano menghela berat, gadis macam apa sebenarnya Putri ini? Devano benar-benar tidak tau.


"Devano, gue boleh minta tolong?"


"Apa?" sahut Devano dingin.


"Haus, minta beliin lemon-tea yang dingin!!"


"Lo nggak waras? Lo itu lagi sakit!! Baru aja sadar, malah langsung minta lemon-tea!!"


Putri mengerjapkan kedua matanya yang sangat tak percaya, untuk pertama kali Devano berbicara kepadanya lebih dari 8 kata.


"Waahh!! Keren!! Terharu gue!!"

__ADS_1


"Apaan?" tanya Devano yang tak mengerti maksud Putri.


"Lo ternyata perhatian sama gue, lo khawatir ya sama kondisi gue? Ya ampun devano so-sweet banget deh!!" Ucap Putri yang malu-malu kucing.


"Allahuakbar!! Nyebut gue!!"


Devano segera mengembalikkan badannya, ia tak Ingin berlama-lama di dekat gadis itu atau dirinya bisa tertular jadi gila!! Devano pun melangkah keluar dari bilik Putri.


"DEVANO KEMANA? JANGAN TINGGALIN PUTRI SENDIRI!!"


"DEVANO JANGAN TINGGALIN GUE!!"


"DEVVANOOO!!"


"YA ALLAH DEVANO JAHATNYA!! TEGANYA!! SUNGGUH TERLALU!! DEVANOO!!"


Sreeeekk


Tirai bilik Putri terbuka lagi, muncul seseorang pria yang di dambakannya dengan wajah suntuk dan kedua matanya berkobaran api neraka. Putri tidak peduli dengan tatapan Devano, ia tersenyum bahagia kar'na Devano masih ada untuknya.


"Nih minum" suruh Devano menyerahkan air putih.


"Bantuin Devano, tubuh gue masih lemas" rengek Putri.


"Nyusahin bangat Sih!!" desis Devano tambah kesal.


Devano lebih mendekat, membantu mengangkat tubuh Putri agar bisa minum. Setelah itu, Devano meletakkan gelas di meja kecil samping kasur Putri.


"Devano tambah Romantis bangat, gue jadi tambah suka"


Devano menggeleng-gelengkan kepala!! Memantulkan setiap ucapan Putri agar tidak masuk ke dalam telinganya. Ia takut menjadi virus corona yang mematikan!!


"Devano, gue suka sama lo!!"


"Devano gue cinta sama lo"


"Devano mau jadi Pacar Putri?"


"Jadi pacar Putri, ya? Mau kan?"


"DEVANO MAU KEK!!"


"DEVANOOO!!"


"DEVANOO DENGAR GAK SII"


"DEVANO PUTRI NOMONG DI ANGGAP KEK!!"


"DEVANO BUDEG!! CONGEG!!"

__ADS_1


Devano pun tidak meng-anggap apapun yang Putri katakan itu!! Devano cuma duduk disampingnya sambil me-mainkan hp nya itu, daripada ia tambah kesal atas perilaku Putri yang terlalu bodoh atau kekurangan obat!! Devano pernah berpikir apakah Putri adalah bekas pasien dari RSJ [ RUMAH SAKIT JIWA] yang keluar dan berkeliaran didekatnya kah!!


__ADS_2