Kisah Cinta Anak SMA

Kisah Cinta Anak SMA
episode 08


__ADS_3

Hari yang ditunggu.


"Biarin, habisnya Putri bingung mau panggil apa!! Kalau di panggil tante aja, tapikan tante adalah mami Putri, tapi kalau Panggil Mami, Tante juga bukan mami kandungnya Putri, makanya itu Putri panggil tante-mami"


Wanita itu menghela berat, tiap hari berdebat dengan gadis ini tidak akan pernah ada ujungnya. Wanita itu memilih kembali menatap layar, ia pun konsentrasi dengan drama-korea yang sedang ia tonton.


"Put, paketan mami sudah sampaikan kemarin?" tanya wanita itu tanpa melepaskan pandangannya itu dari televisi.


"Sudah kok Tante-mami,Putri taruh di kamar, paketannya emang apaan? Album boyband lagi kah?" tanya Putri dengan penuh curiga


"Iyalah, Mami pesan Album-nya BTS yang Wings. Kan Mami penggemar sama adek Suga"


Putri mendesah berat, ia tidak paham dengan ucapan Mami tirinya itu yang maniak dengan Korea. Putri pun bingung dengan kelakuan mami tirinya itu, yang tiap hari Mami tirinya itu!! baik hati dan tidak sombong ini, sangat menyukai dan mengidolakan yang berbaur identik Korea. Mulai dari Drama, fashion, bahkan Mami Tiri-nya mengidolakan Boyband-Girlband korea. Semua playlist lagunya adalah lagu korea, yang sama sekali tidak Putri suka dan tidak dimengerti.


"Cha, minggu depan mau ikut Mami nggak?"


"Kemana Mom?" Tanya Putri yang mencium bau-bau nggak enak.


"Minggu depan acara pengakatan Mami jadi Ketua Fanbase EXO-L, padahal Mami udah bilang nggak mau tapi malah dipaksa, Yaudah mama terima aja, tapi mama senang bangat"


"Apalagi EXO-L itu!! Ya Allah Ya Robbi" desis Putri semakin tak paham.


Putri pun menepuk-nepuk bahu Mami tirinya itu dengan pelan-pelan.


"Tante-Mami, mohon lihat situasinya!! Mami lihat kondisi umurnya. Sadar umurnya Tante-Mami Ya Allah. Nyebut Tante-Mami"


Putri segera berdiri dan kabur duluan ke kamarnya, daripada meladeni Mami tirinya yang tiap hari semakin tergila-gila sama berodong Korea. Putri pun mendesah berat, dan hanya bisa bergumam dalam hati.


"*Kasihan Papi Putri, Papi nemu dimana sih!! Mama tiri macam itu?"


"Ya Allah*"


Setelah Putri sampai ke kamarnya itu, ia pun memikirkan apa yang akan terjadi besok dengannya dan bergumam.


"haish.. Putri nggak sabar menunggu besok!!" gumam putri di hatinya itu, sambil memeluk boneka beruangnya itu.


*****

__ADS_1


Keesokan pagi, satu sekolah dibikin heboh dengan kedatangan Devano ke sekolah bersama Putri. Untuk pertama kalinya seseorang lelaki yang bernama Devano mau menjemput seseorang gadis. dan dekat dengan seorang gadis yang bernama-kan Putri. Hal itu juga membuat isu-isu disekolahnya, bahwa Devano dan Putri ber-pacaran.


Bayak sekali mahasiswi yang mengidolakan Devano dari dulu, tapi!! Karna, Devano berangkat bareng dengan Putri. Mahasiswi yang menyukai Devano dari dulu merasa sakit hati dan pada iri dengan Putri!! Namun mereka mau berbuat apa, mau melawan Putri dengan penampilan yang lebih cantik? Mereka pun memundurkan niat mereka untuk mengejar Devano lagi.


"Cieee... Berangkat bareng sama pacarnya iya" ledek Kevin ke sahabatnya itu.


Devano tak mempedulikan-nya, ia segera duduk di kursinya, membanting tasnya sedikit keras di atas meja. Mood pagi ini sangat buruk! Benar-benar buruk! Hidupnya telah ternodai semenjak kedatangan gadis gila itu!!


*****


Exsel pun masuk ke dalam kelasnya itu, sambil membawa tumpuk-kan lembaran kertas setinggi 5 cm. Semua mata pun pada mengarah ke Exsel, kecuali Devano yang masih melakukan healing untuk tubuhnya itu.


"Apaan itu, Exsel?" tanya Kevin dengan bingung.


"Hasil ujian kemaren" jawab Exsel se-adanya, sambil membagikan satu-persatu lembaran kertas itu ke pemiliknya.


Braakk


Exsel pun berjalan ke arah bangkunya yang ada didepan Devano. Tangannya pun menggebrak meja, sambil menyodorkan hasil ulangannya itu ke Devano.


Devano pun melirik sekilas kertas ujian, ia pun melihat kotak nilai dipojok kanan atas itu, terdapat angka 100 yang ditulis dengan tinta hitam terlihat begitu sangat jelas. Sudut bibirnya pun terangkat, membentuk sebuah senyum kecil.


"Lo makan apa sih bisa pinter kayak gitu?" decak Exsel sambil meremas-remas hasil ulangannya sendiri, di tangannya itu.


Devano menatap Exsel, ia bosan mendengar perkataan seperti itu lagi tiap hari dan yang sering dilontarkan banyak orang kepadanya. Devano pun menghela napasnya dengan pelan.


"10 buku pelajaran di blender, jangan lupa kasih gula setengah sendok, susu putih satu sendok, pensil 2 batang, sama penghapus 1 batang, terus diminum tiap paginya" ucap Devano dengan dingin.


"Lo seriusan, Dev?" Sahut Kevin dengan kedua mata yang tidak percaya.


"Pantes!! Lo pintar bangat, nanti gue cobalah" sahut Exsel dengan senang. karna ia sekarang tau, gimana sahabatnya itu jadi pintar.


What!!!! Apa mereka berdua percaya dengan ucapan Devano? Mereka berdua grazy!!


"Ya nggaklah!! Gue masih waras broo!!"


ketika Devano berkata seperti itu, membuat kedua sahabatnya bingung, yang tadinya Exsel ingin mencoba, malah jadi hancur harapan Exsel, menjadi orang pintar.

__ADS_1


Devano punmengeluarkan beberapa buku dari dalam tasnya dan sahabarnya pun memperhatikan sahabatnya itu.


"Kalau mau pintar itu gampang kok, cuma buka buku, terus dipelajari dan dibaca. Bukannya buku dijadiin bantal buat tidur!!"


"Iya pak Ustadz!!" serempak Kevin dengan kecewa.


"Iya pak dukun" serempak Exsel dengan pasrah.


Mereka kira Devano ingin kasih tau apa!! ternyata dia cuma memberi hal itu.


Exsel pun tiba-tiba memutar matanya ke arah Devano, sambil menatap Devano dengan pandangan serius.


"Ngapain lu natap gue!!" tanya Devano dengan dingin.


"Nggak apa-apa, gue cuma punya kabar mengenai pacar lo Dev, si Putri!!" Ucap Exsel semangat.


"Apa-apaan?" Sahut Kevin dengan semangat yang mencapai 100%.


Devano mengedikkan bahunya, bersikap acuh tak acuh.


"Gue semalam ketemu sama temen-temen kompleks rumah gue. Dan sabagian dari mereka rata-rata ada anak yang dari SMA Trisakti. Terus gue tanyain mereka tentang si Putri"


"Dan yang paling gue nggak percaya!! Ternyata pacar lo itu adalah seorang Primadona disekolah SMA Trisakti, Dev!!"


"Seriusan?" Kaget Kevin dengan tatapan tak percaya.


Sedangkan disatu sisi, Devano tidak mendengar mereka nomong apa, ia masih bersikap biasa aja, dan nggak peduli.


"Cantik, baik hati, suka menolong, pinter, sumpah bro!! Lo beruntung bangat pacaran sama si Putri!!"


"Lu bilang beruntung?" Devano Memiringkan senyumnya dengan sinis, "Dia itu psikopat!! psikis!! Dan sudah nggak waras, malah warasnya terlalu!!"


"Awas aja lo suka sama Putri?" tuding Kevin tajam, sambil nunjuk-nunjuk dengan jari telunjuknya.


Percakapan mereka pun terhenti ketika ada segerombolan 4 gadis memasuki kelas, mereka adalah temen sekelas Devano, wajah mereka pun terlihat panik. Mereka pun berlarian ke arah Devano, Rian, dan Glen.


"Dev, pacar lo bertengkar sama kak Bella di depan kantin" kata salah satu 4 orang cewek itu.

__ADS_1


__ADS_2