Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab.1


__ADS_3

🎶Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia🎶


Suara yang merdu, petikan gitar yang sangat pas. Seorang gadis pengamen di lampu merah saat itu, telah membuat Vano Arkawijaya(30) jatuh hati padanya.


Sudah sejak dua bulan lebih Vano mencari informasi tentang gadis itu, namanya Kanza Aurely (18) siswi SMA negri ternama di kota. Lahir dari keluarga sederhana, cerdas, ceria dan sangat ramah. Namun, Kanza memiliki kepribadian buruk juga, ia suka bolos sekolah dan selalu membuat onar di sekolah, hingga ia bertemu dengan Vano Arkawijaya, seorang pengusaha yang kurang perhatian orang tua sejak kecil, hingga sampai sekarang sering menilai semuanya dengan uang.


Kanza memiliki Adik bernama Lisa Wardani (12), tahun ini akan masuk ke SMP. Memiliki Ayah yang sering sakit-sakitan. Kanza mengamen tanpa sepengetahuan orang tuannya, selama ini ia bisa membeli buku sekolah sendiri dari hasil mengamen setiap ada jam kosong ataupun waktu libur sekolah.


Kanza memiliki teman sebangku bernama Hanif Ristanto (19), penakut, pintar, kutu buku. Suka membela dan menasehati Kanza. Lahir dari keluarga kaya, siatu hari di kelas.


"Za, lo mau kemana sih?"Tanya Hanif.


"Biasa jam kosong, kayak gak tau gue aja" Kata Kanza yang sudah siap-siap akan pergi.


"Lo butuh uang buat apa lagi? Gue ada kok" Kata Hanif.


"Stttt jangan lagi ok, hari ini gue butuh uang banyak, sebentar lagi ultah adik gue, si Lisa minta sepatu" Kata Kanza.


"Gue ada, plis jangan bolos lagi ya, nanti gue kena skors Za" Pinta Hanif.


"Kalau lo pinjami gue, gue ganti pakai apa kalau gak kerja? Dah ya bye!" Kata Kanza pergi.


Hanif sangat menyayangkan sifat Kanza itu, Kanza sering juara umum di sekolah, namun kebiasaan buruknya yang sering bolos sekolah membuat bintang baik Kanza menurun.


Kanza berhasil melompat dinding sekolahan, berlari cepat menuju semak-semak tempat menyimpan gitar kesayangannya.


"Semoga kali ini gue mendapat banyak uang" Kata Kanza.


Kanza naik bis menuju terminal, ia juga akan ganti baju sebelum pergi mencari uang, karena tidak mungkin mengamen masih memakai sragam sekolah. Ia juga memakai topi dan jaket ketika mengamen.


Saat berjalan terburu-buru, tidak sengaja Kanza menabrak seseorang di terminal.

__ADS_1


Brukkk


"Aduh, hati-hati dong dek. Kalau jalan tuh lihat kanan kiri dong jangan asal aja. Untung saya gak jatuh" Kata Pria itu.


"Maaf ya Pak, saya terburu-buru. Ah bis gue, sekali lagi minta maaf ya Pak" Kata Kanza berlari mengikuti dan masuk di bis yang akan berangkat.


"Hah anak jaman sekarang, gak ada sopan santunya" Kata Pria itu.


🎶Dan mungkin bila nanti


Kita kan bertemu lagi


Satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali


Rasa yang ku tinggal mati


Seperti hari kemarin


Saat semua di sini🎶


Kanza sudah beberapa naik turun bis untuk bernyanyi, namun jumlah uangnya masih belum mencapai target yang sudah ia targetkan.


🎶jika menyakiti aku bisa membuatmu bahagia


maka lakukanlah itu, tanpamu ku yakin bisa


ikhlas ku mencintaimu, ikhlas ku kehilanganmu


semoga kau bahagia dengan pilihanmu itu


kau bersama dia, aku bersama doa🎶


"Wah bertemu lagi ya, nih buat kamu" Kata Pria itu yang ternyata asisten pribadi dari seorang Bos muda.


"Eh Bapak lagi ya, ini gak kebanyakan ya?" Tanya Kanza.


"Uang segitu mana ada berharganya untuk saya, pengamen seperti kamu pasti senangkan dapat uang segitu, cih" Kata Bos itu dengan tatapan merendahkan.

__ADS_1


"Sama-sama dari tanah. Sama-sama menginjak tanah dan bakal balik lagi ketanah, Jadi buat apa sombong


Langit tak perlu menjelaskan kenapa dia tinggi. Yang tinggi saja tidak melangit. Ini kenapa tanah sok menjadi langit?" Kesal Kanza melempar uang itu ke dada Bos muda itu.


“Melihat ke atas sebagai motivasi, bukan untuk jadi rendah diri. Melihat ke bawah agar lebih bersyukur bukan agar jadi sombong. Gunung yang tinggi, besar, luas dan gagah perkasapun tidak pernah bangga. Lalu kenapa Anda yang hanya sejentiknya berani sombong. Malulah sama gunung! Hih kesal gue" Kata Kanza berlari menjauh dari mobil itu.


Dialah Vano, orang yang suatu saat akan merubah kehidupan Kanza dimasa depan, entah itu bersamanya, atau hanya menjadi jembatan karirnya saja.


"Pak Adi, carikan dia untuk ku, aku akan berterima kasih atas nasehat yang berharganya itu" Kata Vano.


"Siap Pak," Kata Pak Adi.


"Ck, buat apa sih Van, paling juga dia modus deh," Kata Rangga, sahabat Vano yang sudah seperti saudaranya sendiri.


Vano terus saja menatap Kanza yang saat itu bernyanyi untuk orang lain, suaranya membuat ia kesal, mengingat kejadian beberapa menit lalu.


"Wah harus segera kembali ke kelas nih"Kata Kanza.


Sesampainya di depan kelas, kelasnya sudah kosong. Semua siswa sudah pulang karen jam kosong itu memang jam pelajaran terakhir. Kanza mencari-cari tasnya sudah tidak ada, sedangkan Hanif juga sudah pulang.


"Lo cari ini?" Tanya Tina menenteng tas Kanza.


"Tas gue? Hanif mana?" Tanya Kanza.


"Lo jauh-jauh deh dari Hanif, gue pacar Hanif dari dua minggu kemaren. Gara-gara lo Hanif di skors tau gak sih, dia di skors karena lo bolos lagi" Kata Tina kesal.


"Gue yang bolos kenapa Hanif yang di skors sih? Gue mau ke BK!" Kata Kanza.


"Guru BK udah pulang, jauh-jauh dari Hanif!!" Kata Tina mendorong Kanza.


Di perjalanan pulang Kanza nampak sedih, Hanif tidak mengangkat telfon dari Kanza. Ia sangat menyesal jika benar Hanif di skors karena dirinya, bagaimana pun Haniflah satu-satunya orang yang mau berteman dengan Kanza.


Selalu membantu Kanza di saat ia susah, bahkan Hanif selalu pasang badan ketika apapun hal buruk yang terjadi menimpa Kanza. Ia berinisiatif akan mengatakan kebenarannya besok pagi ke guru BK agar mencambut hukuman untuk Hanif. Dan siap menerima apapun hukuman dari BK.


Sore itu, ia duduk di bawah rindangnya pohon rambutan, menghitung uang hasil bernyanyinya siang tadi, dan tiba-tiba teringat akan Bos sombong waktu itu.


"Hufft,rasanya gue ingin menaikkan dasinya hingga tercekik tadi, dan gue berharap dia mendapat pacar pengamen kayak gue, biar tau rasa hahahaha ih keselnya" Gumam Kanza.

__ADS_1


Ia memutar lagu menggunakan earphone nya, hanya musik yang mampu menenangkan fikirannya, kali ini ia mengubah musiknya menjadi sholawat-sholawat yang musiknya membuatnya tertidur.


"Hmmm tenangnya" Kata Kanza menyenderkan kepalanya di pohon samping rumahnya.


__ADS_2