Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab. 18


__ADS_3

Vano terus menunutupi robekan baju di punggung Kanza dengan telapak tangannya. Semua orang tertuju oleh kekompakan mereka. Hanif yang cemburu tidak suka melihat Kanza dan Vano bersama pun pergi. Acara telah usai, Vano tetap masih bersama dengan Kanza.


"Kita berjalan hati-hati aja ya. Aku antar ke ruang ganti, Ok!" Bisik.


"Tunggu Pak Vano! Saya mau bicara serius dengan Pak Vano" Kata Kepala Sekolah.


Wajah Kanza pucat sekali, ia takut jika Vano meninggalkannya di saat seperti itu. Tangan Kanza menggenggam erat lengan Vano. Rasa cinta Vano yang begitu besar pun mengalahkan semuannya. Ia meminta Kepala Sekolah untuk menunggunya sebentar, dan izin untuk mengantar Kanza do ruang ganti. Sampai di ruang ganti, Vano menyuruh Kanza untuk tetap menunggunya di sana.


"Sayang, kamu tunggu aku disini, kalau enggak ya kamu tunggu di mobil. Ini kunci mobilku, sebentar ya" Kata Vano lembut.


Kanza hanya mengangguk dan segera masuk keruang ganti. Ia masih penasaran dengan kostumnya itu, bolak balik Kanza melihat kostumnya, satu kecurigaan Kanza yang pasti.


"Ini di sengaja, robekan awalnya rapi banget. Seperti sengaja di gunting deh. Tapi siapa yang tega nglakuin ini ke gue ya" Kata Kanza.


"Gue! Kenapa? Nggak suka? Kalau nggak suka, ya berhenti bersandiwara" Kata Mayang tiba-tiba mincul di ruangan itu.

__ADS_1


"Sudah gue duga. Kenapa sih lo, demen banget ngrecohin gue" Tanya Kanza.


"Karena gue nggak suka sama lo!" Kata Mayang.


"Kalau nggak suka, ya udah jauh-jauh dari gue. Ngapain masih mau cari masalah sama gue, iri lo? Atau jangan-jangan, sebenarnya lo itu fans gue deh" Kata Kanza.


"Najis! Denger ya, gue pringatin sama lo, jauhin Kak Vano. Dia milik gue!" Kata Mayang mendorong Kanza hingga akan terjatuh.


Melihat Vano yang hendak masuk ke ruangan kostum, Kanza berpura-pura terjatuh. Vano yang melihat Kanza terjatuh langsung berlari mendekatinya.


"Sayang, ternyata Mayang yang robekin kostumku. Katanya kamu milik dia juga, kamu selingkuh dari aku?" Kata Kanza dengan nada manja.


"Apa!" Kata Vano langsung melihat ke arah Mayang.


"Tunggu, s-s-sayang? Maksutnya apa? Kak Vano!, kita ini udah di jodohin loh, kamu pacaran sama cewek miskin ini!" Tanya Mayang mulai kesal.

__ADS_1


"Perjodohan itu akan terjadi jika saya menyetujuinnya. Tapi, yang dijodohin denganmu itu bukan saya. Tapi adik saya, Raza" Kata Vano.


Kanza tersenyum sinis dengan Mayang. Mayang yang tidak terima perlakuan Vano pun mengadu keorang tuannya. Yang ia mau, hanyalah pernikahan dengan Vano, bukan dengan Raza.


Vano membawa Kanza keluar, setelah keluar, Kanza langsung melepaskan tangan Vano yang saat itu, menggenggam tangan Kanza.


"Loh kok di lepas sih?" Tanya Vano.


"Aku tadi cuma pura-pura. Kamu pasti jijik kan lihat aku sok manja gitu?" Tanya Kanza.


"Ya enggak dong, aku malah suka" Kata Vano, sambil mencubit hidung Kanza yang mungil itu.


Kanza menjelaskan apa yang telah Mayang lakukan, dengan merobek kostum miliknya. Kanza juga bertanya kepada Vano, jika Mayang itu adalah miliknya. Vano pun menjelaskan yang sebenarnya.


Tepatnya dua tiga tahun lalu, sebelum orang tua kandung Vano meninggal. Orang tua Vano, pernah mengatakan akan mengadakan perjodohan antara keluarga Veno dengan Mayang.

__ADS_1


Karena, Vano saat itu masih memiliki banyak tugas, jadi perjodohan itu diturunkan, dengan dijodohkannya adik Vano yang bernama Raza. Sedangkan Raza adalah, laki-laki berusia 20tahun yang cacat tubuh. Ia juga menjadi korban kecelakaan saat ikut orangtuannya pergi perjalanan bisnis. Dan kecelakaan itu, membuat orangtua Vano meninggal dunia.


__ADS_2