
Hari itu, Kanza berangkat pagi-pagi sekali hanya untuk bisa bertemu dengan guru BK, walaupun Kanza itu siswi yang cerdas, namun absennya sangat buruk karena ia sering terlambat, sering membuat masalah dan suka membolos.
Tok tok tok...
"Siang?? " Sapa Kanza.
"Iya masuk" jawab guru BK
"Oh Kanza, siswi istimewa ternyata yang berkunjung" Sambungnya.
"Wah saya gak nyangka, ternyata ibu mengistimewakan saya" Kata Kanza sambil menyeringai.
"Katakan apa yang kamu inginkan. Sehingga datang ke singgah sana Ibu? Tanya Bu BK
"Kenapa Ibu skors Hanif?? " Tanya Kanza.
"Karena dia bersalah" Jawab Bu BK
"Apa kesalahannya? "Tanya Kanza lagi.
"Karena membantumu bolos sekolah" Jawab Bu BK
"Hanif tidak pernah membantu saya bolos, bahkan Haniflah yang mencegah saya bolos Buk" Kata Kanza.
"Lalu, kenapa kamu tetap bolos?? " Tanya Bu BK sok galak.
"Ada hal yang Ibu tidak mengerti. Tolong Bu, Ibu harus cabut hukuman untuk Hanif. Saya yang seharusnya di skors, bukan Hanif bu" Jawab Kanza
" Ibu akan mencabut hukuman Hanif kalau kamu mengakui kesalahan kamu di depan para guru dan kepala sekolah, dan meminta maaf pada Hanif di depan teman-temanmu" Kata Bu BK.
"Iya Bu saya mengakui kesalahan saya. Saya janji gak akan bolos lagi. Jika saya ngulangi lagi, silahkan hukuman Ibu akan saya terima dengan ikhlas" Kata Kanza.
"Baik, Ibu terima permohonan maaf kamu. Dan segera menelfon orang tua Hanif, untuk Hanif bisa masuk sekolah seperti biasa besok" Kata Bu BK.
"Terima kasih Bu, selamat siang" Kata Kanza sambil pergi dari ruang BK.
"Kanza, kamu ini sebetulnya anak yang cerdas. Tapi kenapa sifat dan tingkah laku mu seperti ini. Ibu harap kamu berubah menjadi lebih baik" Gumam Bu BK.
Benar, Kanza hari ini tetap berada di sekolah. Karena 2 hari ke depan dia di skors dari sekolah. Saat di rumah pun Kanza seperti biasa sikap nya.
"Kanza" Panggil Ayah Kanza.
__ADS_1
"Iya Yah, Ayah butuh apa? Biar Kanza ambilkan" Jawab Kanza.
"Ah tidak, Ayah hanya ingin ngobrol sebentar dengan kamu, kemarilah" Kata Ayahnya.
"Iya Yah, sebentar"
"Ada apa ya Yah" Tanya Kanza.
" Ayah merasa tidak enak perasaanya, apa kamu baik baik saja di sekolah? " Tanya Ayah Kanza.
"Eemm iya Yah. Kanza baik baik saja kok di sekolah, tumben Ayah tanya tentang sekolah Kanza?" Tanya Kanza.
"Memang tidak boleh ya? " Kata Ayah Kanza.
"Boleh dong" Jawab Kanza.
"Kanza, jika Ayah tiada nanti, kamu harus tetap mengejar cita cita kamu ya. Jangan sampai kamu gagal menjalani pendidikanmu. Pendidikan itu sangat penting Nak, " Kata Ayahnya.
"Ayah apa sih, gak perlu Ayah nasihati, Kanza akan selalu jadi anak baik sesuai seperti yang Ayah inginkan" Jawab Kanza sepele.
Seperti biasa Kanza sangat dekat dengan ayahnya, bahkan untuk ngobrol berjam-jam pun mereka berdua bisa betah sampai malam.
Di dalam mobil Vano melihat Kanza dan berniat menjahilinya. Vano ini tak pernah memiliki orang yang di cintainya. Ia hanya memandang semuanya dengan uang.
"Itu bukan nya cewek sok waktu itu ya," Kata Vano.
" Beneran dia?? Aku kerjain aja, em botol " Kata Vano sambil lempar ke arah Kanza.
"Aduh " Jerit Kanza sambil mengelus kepalanya. Karena botol yang di lempar Vano mengenangi kepala Kanza.
"Botol mineral? Sial siapa yang buang sampah sembarangan" Teriak Kanza menoleh ke kanan kiri.
Dan dari mobil Vano tertawa jahat.
"Hahahah, heh pengamen songong, sakit kah? " Tanya Vano
"Kamu? Cihh kamu fikir aku anak kecil, yang di lempar botol kek gini nangis" Kesal Kanza.
"Masa??? " Ledek Vano.
Jika saja Kanza sedang di mood yang baik, ia akan meladeni laki-laki nyebelin seperti Vano, namun ia baru saja dapat masalah. Ia tak akan lagi menambah masalah saat itu. Kanza pun pergi dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Eh, dia gak nglawan? Gak seru lah? Tapi penasaran juga sama cewek itu" Gumam Vano.
Vano mulai tertarik dengan Kanza. Kini ia mulai mencari informasi tentang Kanza, dan mulai mengikuti kegiatan Kanza sehari hari.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Vano masih saja membuntuti Kanza dari belakang, kali ini dia berjalan kaki mengikuti langkah Kanza. Sambil bernyanyi di jalan, dan memontang-mantingkan nasi gorengnya Lisa, Kanza pun mulai di fase mood yang baik.
🎶Senangnya hatiku, turun panas demam, kini bermain dengan riang, terima kasih ibu hahahha enak ya nyanyi gini, keinget jaman dulu🎶
Tiba-tiba ada suara teriakan minta tolong, Kanza pun langsung berlari mengejar suara minta tolong itu. Dan ternyata Hanif yang sedang di kepung oleh beberapa orang. Bukan beberapa sih, hanya dua orang.
Kanza memukul dan menendang dua orang itu dari belakang, memukulinya dan menekuk lengan salah satu dari dua orang itu.
"Kanza, lepasin mereka" Kata Hanif.
"Lah dia kan udah berbuat jahat sama kamu Nif. Masa dilepasin gitu aja sih. Kan gak lucu" Kata Kanza.
"Kanza!! Lepaskan!!" Teriak Hanif.
Mendengar teriakan Hanif, Kanza pun langsung melepaskan orang itu. Hanif pun memberikan penjalasan bahwa kedua orang itu adalah, kakak sepupunya yang sedang memberinya pelajaran karena dia di skors dari sekolah.
"Kalau gitu, harusnya kalian memarahiku, jangan marahi Hanif. Hanif di skors kan gara-gara aku. Maaf ya" Kata Kanza.
Plakkkk..
Tamparan itu di dapat dari cowok yang satunya lagi, ia sangat marah kepada Kanza, karena telah membuat Hanif di skors dan membuat nama keluarganya menjadi tercela.
"Lo kok nampar cewek sih?" Tanya Gustav, cowok yang tadi di plintir tangannya oleh Kanza.
"Kok lo belain dia sih? Gara-gara dia kan Hanif jadi bandel begini, lo sebaiknya pergi jauh-jauh gih dari Hanif" Kata Tara, cowok satunya lagi yang menampar Kanza.
Hanif di bawa oleh Tara pergi jauh dari Kanza, Kanza sangat sedih melihat tatapan Hanif saat itu. Ia ingin sekali meminta maaf langsung malam itu.
"Maafin Tara ya, dia udah namoar kamu. Sakit gak? Aku antar pulang ya" Kata Gustav.
"Gak papa kok kak, tamparan tadi juga Hanif merasakan kan? Makanya dia minta tolong. Aku bisa pulang sendiri kok, terima kasih tawarannya. Maaf yang tadi ya. Permisi" Kata Kanza dengan raut wajah sedih.
Kanza sedih bukan karena di tampar oleh Kakak sepupu Hanif, melainkan melihat Hanif yang sengaja menjauhinya. Bahkan tidak menyapanya.
Vano masih saja mengikuti Kanza dengan hati-hati agar Kanza tak mengetahuinya, laki-laki ini sangat penasaran dengan kehidupan Kanza, satu-satunya gadis yang bisa membuat Vano kesal saat itu.
__ADS_1