Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab. 14


__ADS_3

Karena mereka sangat mengantuk, akhirnya mereka tertidur di sofa. Subuh mereka bangun, mereka terbangun dengan tubuh yang sakit-sakit.


"Aduhh, pegel banget anjay" Kata Kanza.


"Lain kali kita tidur di ranjang saja lah" Kata Vano memijat-mijat punggungnya.


"Maap-maap ye, nggak ada lain kali lain kali an. Cukup sekali ini kita tidur bersama. Apa kata dunia nanti. Ayo cepat bangun! saya harus sekolah pagi ini." Kata Kanza.


"Lah galakan dia" Kata Vano.


Setelah mereka mandi, mereka langsung turun. Sengaja Bibi masak subuh karena memang itu permintaan Vano. Mereka berdua akan pulang pagi itu juga.


"Sarapan yang bener" Kata Vano.


"Nggak selera saya Pak. Saya bawa aja sarapannya di mobil" Kata Kanza.


"Terserah kamu lah, yang penting kamu sarapan" Kata Vano.


Vano mengantar Kanza sampai di depan gerbang sekolah, sebelum keluar dari mobil, Kanza memaatikan sekelilingnya dulu. Ia takut jika Mayang akan memergoki dirinya keluar dari mobil mewah.

__ADS_1


"Hahaha aman Gue. Pak saya masuk sekolah dulu ya, ingat! Jangan jemput aku Ok!" Kata Kanza membuka pintu mobil.


"Kanza!" Vano menahan tangan Kanza.


"Iya" Jawab Kanza dengan tatapan yang imut di mata Vano.


"Aku cinta sama kamu, beri aku kesempatan untuk bisa bersamamu" Kata Vano.


Jantung Kanza berdebar, ia juga menyukai Vano. Tapi Kanza tidak akan tamak, kebaikan Vano sudah cukup untuknya, ia tidak berharap lebih dari itu.


"I like you Pak Vano, aku permisi dulu ya" Kata Kanza.


Disekolah, banyak teman-teman Kanza yang masih penasaran dengan pemilik mobil mewah kemarin yang menjemputnya.


"Za, bener kan, kalau Loe itu punya sugar daddy?" Tanya Mayang.


"Apasih Loe, sok inggris deh. Maksut Loe gula ayah gitu? Atau Ayah gula, anaknya aja nggak kenal apa lagi Ayahnya" Kata Kanza.


"Nggak jelas banget sih Loe, ngaku aja deh kalau Loe itu jadi simpanan Om-om kan? Dan kemaren itu adalah sugar daddy Loe kan?" Tanya Mayang ngotot.

__ADS_1


"Brisik Loe!" Kata Kanza mulai kesal.


"Berapa rupiah Loe perjam Za? Hahahhaha harusnya Loe itu mendekatkan diri sama Tuhan Loe, kasihan orang tua Loe disana" Kata Dori, teman sekelas Kanza juga yang menyukai Mayang sejak kelas 10.


Brak!!


"Kalau Loe mau mempermalukan Gue, cukup sebut nama Gue aja. Jangan Loe berani-berani membawa-bawa nama orang tua Gue disini. Kalau enggak....." Kata Kanza menarik baju sragam Doni.


"Za, kalau semua itu nggak nyata ya Loe jangan marah dong, apa memang semua itu benar kalau Loe itu simpanan Om-om!" Kata Mayang menghina.


"Kalau iya kenapa? Setidaknya aku setia hanya dengan satu pria saja walau aku simpanannya. Dari pada Loe yang sering kali jadi pemuas nafsu orang yang berbeda di setiap malamnya" Kata Kanza.


"Apa Loe bilang?" Kata Mayang memuncak emosinya.


"Kenapa? Marah? Itu yang Gue rasakan, jadi kalau Loe nggak tau apa-apa tentang Gue, mingkem!" Kata Kanza.


"Selagi Gue nggak ngurangi beras emak Loe, sebaiknya Loe nggak usah ngurusin hidup Gue. Pergi Loe dari sini!" Kata Kanza.


Hanif merasa jika itu bukanlah sifat Kanza sahabatnya, walaupun marah, kesal, sakit hati atau bersedih, Kanza yang dulu sering menebar senyuman. Membuat lelucon hingga seluruh kelas tertawa oleh tingkahnya.

__ADS_1


__ADS_2