
Lisa berharap semuannya segera selesai. Agar ia bisa melihat kebahagiaan di wajah kakaknya itu. Soal kenapa Vano buat seakan-akan menikah dengan Maria, agar Kanza tidak merasa bersalah terhadap Vano yang membuatnya tidak berbakti kepada Nenenknya. Begitupun jika Kanza melihat kebutaan yang Vano alami, pasti ia juga akan menualahkan dirinya sendiri.
Atas bujukan Lisa, dan Justin. Akhirnya Kanza mau untuk sekolah diluar negri berangkat dengan Rangga. Kanza juga ingin melupakan kisah cintanya, walaupun itu akan terasa sulit. Karena baginya, pernikahan Vano ada yang ganjal, kenapa ia tidak boleh pergi menyaksikan pernikahan Vano dan Maria.
"Kenapa Kak Vano juga nggak antar aku sampai sini sih, minimal yan ngantera sampai bandara lah" Tanya Kanza.
"Mana sempat dia, kan dia lagi sibuk. Acara pernikahannya besok kan?" Tutur Rangga.
"Mana aku tahu, undangannya aja nggak di kasih ke aku. Cuma lihatin nama depan aja" Kata Kanza.
Hari pertama di Singapura, Kanza masih belum mahir bahasa Inggris, maka dari itu, ia juga harus mengambil kuliah bahasa di pagi hari sebelum kuliah vokal. Rangga menempatkan Kanza di apartemen yang sudah Vano siapkan, disana juga sudah lengkap isinya. Bahkan sampai kulkas saja sudah di penuhi oleh Vano.
__ADS_1
"Berapa uang yang harus aku bayar untuk apartement ini" Tanya Kanza.
"Ini semua sudah kami sediakan untukmu. Jadi kau hanya tinggal menempatinya saja. Apartemenku ada di sampingmu, kalau kau butuh apapun. Hubungi saja aku, sementara aku akan menjadi wali mu disini" Kata Rangga pamit keluar.
Kanza masih bingung harus bagaimana, karena pasti yang di sebut Kami itu ada Vano di dalamnya. Kanza memasukki kamar miliknya, dekorasi kamar itu juga sesuai dengan selera Kanza. Begitu rapi dan bersih, bernuansa serba putih dan merah muda.
Lalu Kanza membuka almarinya, ia sangat terkejut, di dalam sana sudah banyak baju yang sangat cantik. Ia juga pasti berfikir bahwa semua itu tidak jauh dari sentuhan tangan Vano.
"Sore nanti kita keluar, aku akan ajak kau kesuatu tempat. Oh ya, baju yang ada di almari untukmu. Otu semua dari Kami" Pesan dari Rangga.
"Mmm Ok!" Balas Kanza.
__ADS_1
Kanza masih ragu akan pernikahan Vano dengan Maria. Harusnya, pernikahan orang kaya seperti Vano harus di publikkan, bukan malah diam-diam saja. Di tanah air, Lisa menemui Vano dan mencoba memperingatkan Vano agar tidak bermain api dengan Kakaknya.
"Kak Vano maunya apa sih? Kau buat hati Kakakku patah, tapi kau juga masih memberikan dia harapan dengan mencukupi kebutuhannya" Kata Lisa.
"Kamu masih kecil Lisa, kamu tidak tau apa-apa" Kata Vano.
"Berhenti seperti ini kak. Jika Kak Vano berterus terang kepada Kak Kanza, dia pasti tidak akan mencampakanmu Kak." Kata Lisa ngotot.
"Kak Kanza itu tulus mencintaimu, walau awalnya ia merasa kalau telah hutang budi banyak padamu. Tapi waktu Kak Maria memberikan undangan itu, aku lihat Kak Kanza seperti depresi dan ingin bunuh diri, dengan melukai tangannya" Sambung Lisa.
"Apa! Kanza melukai tangannya? Lalu bagaimana dengan keadaannya, Rangga tidak mengatakan apapun" Kata Vano panik dan tangannya mencengkrap kursi roda. Karena sampai aaat ini Vano masih enggan untuk jalan-jalan.
__ADS_1
Lisa terus mengompori Vano, agar Vano jujur kepada Kanza akan kemalangan yang menimpanya. Karena Lisa tahu, jika Vano dan Kanza itu saling mencintai. Dan Kanza berhak untuk bahagia, walah harus menerima keadaan Vano yang sedang buta.