
Kanza menghampiri kelas Ryan, ia melijat Ryan sedang menyapu kelas. Pearl yang menyukai Ryan pun langsung membantunya. Ia bahkan menggantikan posisi Ryan yang saat itu sedang menyapu.
"Kak Ryan ngapain? Tugas ini kan sudah ada pihak kebersihan?" Tanya Kanza.
"Aku dihukum sama Pak Denis, ada beberapa nada yang salah saat aku menyanyi tadi. Kalau kalian mau pulang, pulang saja duluan tidak apa-apa" Kata Ryan.
"Em Kanza sudah harus bekerja, bagaimana kalau aku yang menyapu saja. Kak Ryan duduk manis saja disini" Kata Pearl mengode Kanza untuk meninggalkan mereka berdua.
Kanza mengerti akan kode itu, ia pun pamit akan pupang terlebih dahulu. Ryan ini adalah laki-laki yang tidak baik. Ia berkata manis saat ada Kanza, namun ia menunjukkan sifat aslinya di depan Pearl.
"Pearl, namamu Pearl kan? Kamu sungguh manis deh" Kata Ryan memandangi tubuh Pearl dari atas sampai bawah dengan wajah yang menjijikkan.
Karena Pearl sudah dibutakan oleh rasa cintanya, ia pun hanya diam saja saat Ryan mulai nakal tangannya, dengan menyentuh tubuh Pearl. Perlahan Ryan mengangkat wajah Pearl, lalu dicumbunya Pearl dengan sangat bringas. Pearl hanya mendesah saja tanpa perlawanan, baginya disentuh Ryan adalah hal yang sudah ia dambakan.
__ADS_1
Kegilaan itu berlangsung di apartemen milik Kanza, Pearl memang tinggal bersama Kanza sejak beberapa bulan lalu, jadi ia bisa bebas keluar masuk apartmen sesuka hati.
"Ahh.. terus sayang, aku benar-benar menikmati semua permainanmu" Desah Ryan.
Malam itu, Kanza sudah pulang. Hari itu sangat melelahkan, karena banyak sekali pelanggan yang masuk di tempak kerja paruh waktu Kanza. Saat ia duduk di sofa, dan meminum susu hangatnya, ia mendengar suara desahan laki-laki dan perempuan di dalam kamarnya.
"Ahh...." Desah seroang laki-laki.
"Uhh, perlahan" Desah seorang perempuan.
"Apa yang kalian lakukan!" Teriak Kanza.
"Kalian sangat menjijikkan, jika kalian ingin melakukan seperti ini, cari tempat lain!" Emosi Kanza sudah menebak-nebak. Karena saat itu, Ryan memakai kaos pasangan yang dimiliki oleh Kanza dan Vano.
__ADS_1
"Kanza, aku bisa menjelaskan semua ini" Kata Pearl mencoba menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
Karena tidak ingin membuatnya terlibat dalam masalah, Ryan langsung menyekap mulut Kanza dan ingin menggaulinya juga, saat itu Kanza masih membawa ponsel ditangannya, ia sembaran memencet ponselnya dan terhubung dengan Vano.
"Kak Ryan jangan apa-apakan Kanza, aku mohon jangan!" Kata Pearl memohon.
"Diam! Aku sudah menikmatimu, dan aku bosan denganmu. Sekarang aku akan menikmati tubuh wanita yang sangat aku cintai ini" Kata Ryan mulai bergerilya tangannya di tubuh putih dan mulus milik Kanza.
Melihat Vano yang ia telfon, Kanza pun berteriak.
"Kak Vano tolong aku, aku akan di leceh.....mmm, mmmm" Teriak Kanza.
Vano sangat marah mendengar Kanza, ia menelfon Rangga dan Justin yang memang malam itu akan tiba di Singapura untuk menjemput Kanza pulang liburan minggu depan. Rangga dan Justin yang sudah sampai di apartemen nya masing-masing pun langsung berlari menuju apartemen Kanza.
__ADS_1
Karena pintu tidak di tutup kembali, Justin dan Rangga akhirnya bisa masuk, dan mencegah aksi kejahatan yang akan dilakukan oleh Ryan. Sementara itu, Vano juga akan pergi ke Singapura bersama dengan Lisa, ini kali pertama pertemuan Vano dan Kanza sejak 1tahun berpisah. Apakah yang akan terjadi?