Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab.12


__ADS_3

"Dasar kadal, tapi bagaimana dengan Lisa? Dengan kondisiku seperti ini, bagaimana akan mencari pekerjaan, haih aku sendiri juga harus membayar sekolahku" Kata Kanza merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Telfon berdering....


"Kak, kakak dimana? Aku mau kakak ngantar aku buat cairin uang yang ada di Bu Dian guruku, besok aku harus bayar uang sekolah yang nunggak".


"Kakak lagi pergi Sa, coba besok ya. Kalau tidak, kamu minta nomor rekening Pak Dion buat kakak transfer uang sekolah kamu" Kata Kanza.


"Aku ada uang Kak" Jawab Lisa.


"Menurutlah Lisa, uangmu bisa buat biaya tambahan masuk sekolah SMA nanti" Kata Kanza langsung menutup telfonnya.


Dan tidak lama setelah itu, Lisa mengirim nomor rekening milik Pak Dion sebagai wali kelas Lisa di sekolah.


Kanza mau tidak mau harus menerima tawaran dari Vano, ia tidak ingin masa depan adiknya menjadi sia-sia begitu saja. Kanza oun bergegas mandi, setelah itu turun untuk menemui Vano di meja makan.


"Non Kanza, silahkan duduk!" Kata Bi Min.


"Terima kasih" Kata Kanza.

__ADS_1


Vano mengambilkan makanan untuk Kanza, ia juga memeberi Kanza segelas susu hangat. Kanza tidak tahu yang mana sifat Vano sebenarnya. Sekejap ia berubah menjadi malaikat, dan sekejap berubah menjadi Iblis.


"Pak Vano" Kata Kanza.


Vano melihat Kanza memainkan tangannya di bawah meja.


"Makan dulu!" Kata Vano.


Kanza menurut kali ini, ia tidak ingin membuat Vano kembali marah padanya. Karena yang Kanza lihat, kemarahan Vano sudah mereda.


"Saya selesai, jika ada yang ingin kamu katakan, kamu bisa menemuiku di ruang kerjaku, di sebelah sana. Kamu habiskan dulu makananmu" Kata Vano.


"Uhuk, uhuk"


Melihat Kanza tersedak, Vano langsung memberinya minum dan mengusap bagian belakang leher Kanza dengan lembut.


"Ayo minum, makan secara perlahan saja. Saya bisa menunggumu di sana. Berikan, saya suapi kamu" Kata Vano merebut sendok dari tangan Kanza.


Vano mulai menyuapi Kanza dengan sangat hati-hati. Bahkan sisa makanan di bibir Kanza, Vano juga yang membersihkannya. Air mata Kanza menentes begitu saja.

__ADS_1


"Hey, kenapa kamu menangis? Apa saya menyuapimu terlalu banyak? Jangan nangis dong" Kata Vano panik.


"Sebenarnya, sifat mana yang Pak Vano miliki? Kenapa sekejap-sekejap sifat Pak Vano berubah seperti itu?" Tanya Kanza sambil mengusap air matanya.


Vano tertawa sangat keras.


"Haha jangan bilang kamu percaya kata-kata saya yang di kamar itu Kanza?" Kata Vano.


Kanza mengangguk.


"Kamu percaya? Kanza, saya mana mungkin menyakiti orang yang saya sayangi, saya sayang sama kamu. Nggak mungkin dong saya menyakitimu, itu saya hanya kesal saja karena kamu boncengan dengan teman lelakimu" Kata Vano mencubit hidung Kanza.


"Jadi Pak Vano hanya menggodaku saja? Nggak lucu tau!" Kata Kanza pergi.


"Kanza! Saya sangat menyayangimu Za, permintaan untuk menjadi kekasihku itu sungguhan!" Teriak Vano.


Langkah Kanza terhenti, dan langsung berlari ke atas lagi. Kanza tidak tahu, dari segi mana Vano menyukai Kanza seperti itu.


"Mawar! Tolong kamu bicara dengan Kanza ya, saya masih ada beberapa pekerjaan yang masih tertunda, yang harus saya kerjakan sekarang juga" Kata Vano.

__ADS_1


Mawar ini adalah anak dari Bi Min dan Pak Rozi, pengurus Villa milik Vano itu. Mawar sejak kecil hingga menjadi sarjana juga berkat Vano dan keluarganya yang sudah biayayai nya.


__ADS_2