
Kebakaran rumah siang itu membuat trauma di ingatan Kanza dan Lisa. Cuaca yang sangat panas, tiba-tiba turun hujan sangat lebat. Sesekali air mata Kanza menetes, meratapi nasibnya yang kini tidak memiliki apapun kecuali adik dan pakaian yang ia kenakan.
Di balik kaca mobil Vano, Kanza menyembunyikan kesedihannya dari langit. Bahkan ia juga bingung, kenapa dirinya langsung bersedia mengikuti Vano. Orang yang baru saja di kenalnya.
"Za, yang tabah ya" Kata Vano menyentuh bahu Kanza.
"Om ini siapa? Kenapa mau bantu kita berdua?" Tanya Lisa.
"Panggilnya jangan Om dong, panggil saja aku Vano. Usiaku memang jauh dari kalian, tapi belum pantaslah di panggil Om" Kata Vano.
"Dia ini bos saya. Jika boleh, kamu panggil dia Tuan saja" Kata Pak Adi.
"Jangan Tuan!! Kamu boleh panggil aku kakak, begitu juga dengan Kanza" Kata Vano.
"Terima kasih anda telah membantu saya, suatu saat nanti saya akan membayar semua hutang ini" Kata Kanza.
__ADS_1
"Jangan formal gitu dong, kamu seperti biasanya aja. Dan aku sedang menyuruh asistenku untuk menyelidiki siapa yang menabrak orang tua kalian" Kata Vano.
"Untuk apa? Toh juga orang tuaku sudah di kubur, gak bakal hidup lagi" Kata Kanza.
"Kak, kita bisa menuntut orang itu. Dia harus bertanggung jawab dong, dia meninggalkan orang tua kita tergeletak di jalan begitu saja. Itu perbuatan keji" Kata Lisa.
"Kamu fokus sekolah, gak usah pedulikan urusan ini. Soal sragam, nanti biar Kakak yang fikirkan. Pasti pihak sekolah akan memaklumi kita" Kata Kanza.
Lisa langsung diam dan tenang, ia tidak ingin membebani Kakaknya lagi. Hubungan adik kakak itu membuat Vano iri. Ia memiliki sorang adik juga, namun tidak bisa akur dengannya karena mereka saudara tiri.
"Ini rumah siapa Kak?" Tanya Kanza.
"Ini rumah yang pernah aku belikan untuk sahabatku dulu, tapi dia malah udah beli rumah sendiri. Jadi kosong sampai sekarang. Kalian tinggal saja disini" Kata Vano.
"Udah lama kosongnya?" Tanya Lisa.
__ADS_1
"Dari bangunan baru, tapi tenang saja. Rumah terawat kok. Soal kebutuhan kalian, sementara aku yang nanggung sampai Kanza lulus sekolah dan cari penghasilan sendiri" Kata Vano.
"Apa maksud kamu melakukan semua ini? Kita ini baru saja kenal Kak" Tanya Kanza.
"Sudah berapa kali ku bilang, kamu istimewa untukku! Ayo Pak Adi kita pulang" Kata Vano langsung masuk kemobil.
"Kamu!" Kata Kanza.
"Sebentar lagi pengurus rumah akan datang, baju-baju baru kalian juga ada di kamar kalian masing-masing, aku akan berkunjung ketika aku memiliki waktu luang. Sampai jumpa" Kata Vano.
Vano berlalu pergi, Kanza masih tidak percaya dengan kebaikan Vano. Vano yang ia kenal adalah bos sombong dan angkuh. Yang menilai semuannya dengan uang. Bahkan Kanza masih ingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan Vano waktu itu.
"Apa sebenarnya motif bos sombong itu? Kenapa kesombongannya kini berubah menjadi belas kasihan. Aku gak boleh percaya begitu saja, sementara aku akan menikmatinya dulu. Setelah aku mendapatkan pekerjaan dan kos an. Aku akan membawa Lisa pergi dari sini" Kata Kanza dalam hati.
Tidak lama setelah itu, seorang Ibu-ibu berusia sekitar 45 tahun menghampiri mereka berdua. Ternyata Ibu itu adalah pengurus rumah milik Vano. Ia juga memberikan kunci rumah kepada Kanza, dan sengaja dikirim Vano untuk bekerja di rumah itu.
__ADS_1