
Kebetulan sore itu hujan tiba-tiba turun deras, Vano berhasil mengejar Kanza. Ia meminta Kanza untuk tetap tinggal bersamanya, dan ingin memperjuangkan cintanya.
"Kanza tolong jangan pergi" Kata Vano menahan tangan Kanza.
"Kak Vano, aku harus pergi. Kamu harus menikah dengan Kak Maria, sesuai dengan permintaan Nenek kamu" Kata Kanza.
"Tapi aku hanya mencintaimu Za" Kata Vano.
"Cinta itu tidak harus memiliki kak. Aku rela jika kau menikah dengan pilihan Nenekmu" Kata Kanza.
"Aku tanya sekali lagi kepadamu. Apakah kamu mencintaiku?" Tanya Vano.
Kanza terdiam, hujan semakin lebat. Bukannya masih ragu dengan perasaannya, namun ia tidak ingin berharap lagi, melihat Vano akan menikah dengan wanita lain membuat hati Kanza teriris, luka, lalu di basahi dengan alkohol.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Kak Vano, tapi aku menghormati Nenekmu, bahagiakan dia selagi beliau masih ada Kak. Aku udah nggak ada orangtua, aku menyesal belum membahagian mereka, mereka meninggal karena tabrak lari, dan sebelum itu mereka masih bercanda ria denganku. Aku tidak ingin Kak Vano menyesal nantinya" Kata Kanza menangis tersedu-sedu.
Maria yang mendengar perkataan Kanza tentang orang tuannya pun kaget. Beberapa waktu lalu, Maria juga menabrak dua orang dan meninggalkannya tergeletak di jalanan.
"Dia ditinggalkan orang tuannya, dan mereka meninggal karena tabrak lari?" Batin Maria.
Kanza berusaha melepas genggaman tangan Vano, ia tidak ingin membuat Vano menjadi anak durhaka karena tidak membiarkan dirinya berbakti kepada Neneknya. Kanza berhasil lolos, ia berlari dan terus berlari.
Semakin Vano mengejar, Kanza semakin menjauh, hingga musibah menimpa Vano. Ia tertabrak mobil di saat hujan deras, Maria berlari dan berusaha menolong Vano. Sedangkan Kanza sudah pergi hingga tidak terlihat lagi. Dan Kanza juga tidak menyadari jika Vano tertabrak mobil.
Maria membawa Vano kerumah sakit, setelah beberaoa menit kemudian, Dokter menyatakan jika Vano akan mengalami kebutaan, ia harus mencari donor mata jika ingin kembali bisa melihat. Nenek, dan seluruh keluarga Maria sangat prihatin keoada Vano.
"Kak" Kata Maria.
__ADS_1
"Pergi, buat apa kamu disini. Jika kamu mau menikah denganku, sebaiknya pikir-pikir lagi, sebelum kau menyesalinya" Kata Vano.
"Sejak awal memang aku ingin menolak perjodohan ini, apa lagi saat aku tau kau memiliki gadis yang kau cintai Kak" Kata Maria.
"Aku akan berusaha menghubungi Kanza supaya datang menemuimu" Sambung Maria.
Vano mencegah niat Maria itu, ia tidak ingin membuat Kanza terbebani dengan dirinya yang sudah cacat. Bahkan ia ingun membuat dirinya menjauh dari Kanza, sejauh mungkin agar Kanza bisa bahagia dengan caranya sendiri. Kedua shabatnya juga berada disana, yakni Rangga dan Justin. Mereka juga tidak ingin Vano larut dalam musibahnya.
"Van, gue yakin Kanza bisa menerima lo apa adanya deh. Gue yakin Kanza tidak seperti wanita lain yang hanya melihat lo dari segi fisik dan materi" Kata Justin.
"Apa yang Justin katakan itu ada benarnya sob, lo harus bertemu dengan Kanza, lagian lo juga nggak jadi menikah kan dengan Maria?" Tanya Rangga.
"Nggak, Kanza sudah cukup menderita karena kehilangan rumah dan kedua orang tuannya. Aku tidak ingin membuatnya semakin terbebani" Kata Vano.
__ADS_1
Mau bagaimana lagi, Justin dan Rangga tidak bisa memaksa kehendak Vano. Apalagi memang Kanza sudah kecewa dengan hubungan mereka. Kini Vano hanya bisa menikmati sisa hidupnya dengan dunia yang gelap, tanpa Kanza di kehidupannya.