Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab.7


__ADS_3

Ternyata, Lisa mendengar semua percakapan antara Vano dan Kanza saat di ruang tamu. Ia tidak ingin kakaknya menanggung beban sendirian, Lisa pun berlari dan memeluk kakaknya. Namun tidak mengatakan jika dia telah mendengar semuannya.


"Loh Lisa, kamu kenapa? Kok tiba-tiba meluk kakak gini sih?" Tanya Kanza heran.


"Kita pergi aja yuk dari sini, aku lihat kakak gak bahagia. Aku gak mau lihat kakak begini, sebaiknya kita ngekos saja, terus aku akan berhenti sekolah dan mulai mencari pekerjaan" Kata Lisa.


"Eh, gak boleh gitu dong. Kamu harus tetap sekolah, soal biaya, kakak bisa fikirkan itu. This Ok honey, sekarang kamu istirahat ya, besok sekolah. Lihat lah, Pak Vano sudah memberi kita sragam, tas dan buku baru buat kita sekolah" Kata Kanza dengn senyuman palsunya.


"Kak, boleh gak aku tanya sesuatu" Kata Lisa.


"Boleh dong, mau nanya apa?" Kata Kanza.


"Sebenarnya Pak Vano itu siapa? Dan apa hubungan kakak dengan Pak Vano? Kenapa dia peduli dengan kita. Gak usah di jawab kalau itu suatu beban buat kakak. Aku akan menunggu setelah kakak siap menceritakan nanti" Kata Lisa.

__ADS_1


Lisa kembali ke kamarnya, begitupun dengan Kanza. Usianya masih muda, ceria dan penuh semangat. Namun kini keceriaan itu hilang dengan seketika semenjak orang tuannya tiada dan beban hidup dirinya sendiri serta adiknya ia yang menangung sendiri.


"Ibu, Ayah, aku harus bagaimana sekarang? Pak Vano itu tidak bisa di tebak, kadang dia baik dan kadang dia berkata kasar. Aku harus bagaimana Ibu, Ayah. Aku merasa sendiri sekarang" Kata Kanza menangis tersedu-sedu.


Kamarnya yang di berikan Vano untuk Kanza kedap suara, jadi sekeras apapun Kanza menangis, tidak ada seorangpun yang dengar dari luar. Kanza terus saja menangis semalaman hingga tertidur di sofa kamar.


Entah dari mana Vano bisa masuk kedalam kamar Kanza, dan menggendong Kanza memindahkannya ke ranjang dan menyelimutinya.


"Kamu kecapekan menangis Kanza, lihat mata sembabmu ini. Kenapa kamu menangis? Apa kamu tidak bahagia di sini. Kanza saya suka sama kamu" Bisik Vano dan mengecup kening Kanza lalu pergi.


"Sebenarnya, ada hubungan apa antara Kak Kanza dengan Pak Vano. Ahhh aku jadi bingung, apa Pak Vano itu adalah sugar daddy nya Kak Kanza? Gak! Gak mungkin Kak Kanza seperti itu" Gumam Lisa.


"Aku harus selidiki ini" Sambung Lisa.

__ADS_1


Pagi hari, Kanza merasa aneh, ia merasa tidur di sofa malam itu, dan ketika pagi hari, ia sudah mendaoati tubuhnya di atas ranjang.


"Semalam kayaknya aku tidur di sofa deh, kenapa jadi sampai di sini?" Kata Kanza bingung.


"Mandi dan siap-siap aja deh, udah jam segini juga. Ini rumah kan agak jauh dari sekolah, telat malah kacau lagi." Kata Kanza.


Setelah Kanza siap untuk sekolah dan keluar dari kamar, ia sudah melihat Vano dan Lisa yang sedang menunggunya di meja makan. Awalnya Kanza enggan untuk sarapan, tapi tatapan Vano kepadanya membuat ia tahu, bahwa Vano ingin Kanza duduk di sampingnya dan sarapan bersama.


"Setelah ini, saya akan antar kalian kesekolah ya. Bekal kalian juga sudah di siapkan oleh engkom" Kata Vano.


"Ok!" Kata Lisa bahagia.


"Gak usah Pak, sekolah saya dengan Lisa berlawanan arah, jika salah satu dia antara kami gak naik angkot, maka kami akan telat" Kata Kanza.

__ADS_1


Lisa mengamati Vano dan Kakaknya, Lisa mengira kalau hubungan mereka tidaklah biasa. Ia ingin Vano memeberikan kebahagiaan untuk Kanza setelah orang tuannya tiada. Tatapan Vano kepada Kanza, membuat Lisa yakin jika Vano menyukai kakaknya itu. Hanya saja Kanza yang tidak peka dengan sinyal yang Vano berikan.


__ADS_2