Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab. 21


__ADS_3

Kanza pulang dengan basah kuyup, pandanganya terus menunduk. Lisa tau jika pasti Kakanya sedang da masalah, ia pun menghampiri Kanza.


"Kak, baru pulang? Kok basah kuyup gini sih. Aku siapin air hangat ya buat Kakak mandi" Kata Lisa.


"Nggak usah, kakak bisa mandi sendiri menggunakan air dingin. Kakak hanya perlu istirahat, nanti malam jangan ganggu kakak ya, kamu makan aja bersama dengan Engkom" Kata Kanza masuk ke kamar.


Semalam Kanza tidak keluar dari kamar, ia mengurung diri di kamarnya. Kanza baru sadar, bahwa cintanya kepada Vano selama ini, bukanlah cinta monyet biasa. Kanza baru mengerti, kalau dirinya ternyata sangat mencintai Vano.


Di rumah sakit, Vano meminta Maria dan kedua sahabatnya untuk membantu dirinya menjauh dari Kanza. Tetapi masih harus membantu dan memantau Kanza dari jauh.

__ADS_1


"Aku ingin Kanza taunya aku ini sudah tidak lagi mencintainya, dan membuat Kanza jauh dariku. Agar dia bisa mengejar cita-citanya menjadi seorang penyanyi. Dan iya, jangan katakan apapun tentang keadaanku" Kata Vano.


"Tapi Van, lu nggak kasihan apa sama si Kanza. Kalau dia beneran cinta sama lu gimana? Jangan egois gini dong Van. Ayolah, lu bukan Vano yang kita kenal. Ya nggak Justin" Kata Rangga.


"Yang dikatakan Rangga benar Van, Kanza harus tau yang sebenarnya. Gue yakin kalau Kanza akan menerima mu apa adanya, sampai nanti lu dapat donor mata" Kata Justin.


"Maria, tolong kamu bhat undangan pernikahan palsu kita. Setelah itu, kau boleh menikah dengan pacarmu itu, dan bisa keluar negri bersama keluargamu. Bilang juga kepada Nenek untuk membiarkanku seperti ini" Kata Vano.


Begitu juga dengan Rangga, ia berpamitan dan membiarkan Vano untuk menenagkan dirinya dulu. Vano tau Kanza akan menerimanya apa adanya, tapi sampai donor mata itu ada, Vano tidak ingin menjadi beban untuk Kanza.

__ADS_1


Seminggu berlalu, tidak ada kabar antara Kanza dan Vano. Mereka benar-benar tidak komunikasi lagi, karena Vano memblokir nomor Kanza. Dan Kanza fikir, bahwa Vano pasti menyetujui perjodohan yang di lakukan Nenenknya itu. Namun, bukan Vano namanya, ia tetap masih membiayai sekolah Lisa, membiayai hidupnya Kanza dan Lisa juga.


Matahari siang itu berada tepat di atas kepala, siang itu suasana sangat cerah, panas dan membuat kepala Kanza pusing. Seharian mencari pekerjaan, namun ia tetap tidak mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Jam 12 adalah jamnya Kanza bernyanyi di cafe milik Justin. Sudah satu minggu setelah Vano kecelakaan, Kanza tidak pergi bekerja di tempat Justin.


"Kak Justin marah nggak ya, sebaiknya aku bicara dulu deh. Aku harus minta maaf karena aku juga tidak tau diri, sudah di kasih pekerjaan malah semaunya sendiri" Kata Kanza dalam hati.


Saat Kanza masuk ke cafe, di sana ada Maria dan Rangga yang sedang duduk dengan Justin. Berharap Kanza bisa melihat Vano, namun Vano tidak terlihat di tengah-tengah mereka. Padahal, Kanza sangat merindukan Vano.


"Siang Kak Justin" Kata Kanza.

__ADS_1


"Kanza, hey kemana saja kamu seminggu ini, kok baru datang sih. Sini, sini" Sambut Justin.


Maria dan Rangga juga menyambut kedatangan Kanza dengan senyuman. Kebetulan sekali hari itu Kanza datang, Justin dan Rangga bisa merekam saat Kanza bernyanyi lalu di kirimkan kepada Vano, agar Vano bisa lebih semangat lagi menjalani hidup. Tujuan utamanya Justin hanyalah menyatukan mereka lagi.


__ADS_2