Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab. 9


__ADS_3

Saat di Kantin,


"Za, tumben Loe jajan? Biasanya bawa bekel?" Tanya Temannya.


"Kanza ini kan sekarang udah pindah rumah, dia jadi orang kaya sekarang. Makanya nggak bawa bekel lagi, dia kan simpanan Om-Om tajir" Kata Mayang.


Mayang ini adalah teman sekelas Kanza, mereka sudah mengenal sejak mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.


Karena Kanza sering unggul dalam setiap apapun dari Mayang, Mayang jadi tidak menyukai Kanza, maka dari itu, Mayang sering menjahati Kanza.


"Heh jaga ya omongan kamu!" Kata Hanif kesal


"Udah lah Nif, biyarin aja lah. Nanti juga capek sendiri tuh mulut" Kata Kanza menarik tangan Hanif yang sedang emosi.


"Hey Hanif! Loe itu udah punya cewek, hargai dong cewek Loe. Masih aja deketan sama cewek lain, apa jangan-jangan kalian ini diam-diam selingkuh ya di belakang Tina? Upss sorry" Kata Mayang.

__ADS_1


"Kalian bener selingkuh?" Tanya Tina muncul di belakang Mayang.


Hanif mencoba menjelaskan kenyataannya kepada Tina, awalnya Tina tidak mempercayainya. Namun Tina akan percaya jika Kanza dan Hanif saling menjauhi satu sama lain.


Ini hal yang berat untuk Hanif, sejak kecil hingga sekarang mereka belum pernah berjauhan. Tapi, Kanza bukanlah orang yang egois, agar hubungan sahabatnya denga ceweknya langgeng, ia rela menjauh dari Hanif. Kanza berlari ke kamar mandi dan menangis.


"Sekarang orang-orang yang aku sayang sudah nggak ada di samoing aku. Ibu dan Ayah pergi meninggalkanku, sekarang aku harus menjauhi Hanif. Aku bisa bertahan sampai sekarang karena Lisa, dialah satu-satunya keluarga dan harta yang paling berharga untukku" Kata Kanza menangis.


Kanza menangis tersedu-sedu.


Jam istirahat selesai, semua siswa kembali ke kelasnya masing-masing. Saat Kanza hendak duduk, di dalam lacinya ada sebuah mie cup yang sudah siap makan. Mie itu dari Hanif, karena Hanif tahu jika Kanza belum makan siang.


"Wah, enak ya kalau jadi simpanan Om-om. Bahkan yang dulu makan siangnya bawa bekel dan cuma sama telor dadar separuh aja, sekarang makan mie cup, tas baru, sepatu baru dan sragam baru." Kata Mayang.


Semua siswa melihat ke arah Kanza dengan tatapan penasaran. Semua siswa laki-laki tidak bisa percaya begitu saja, karena mereka mengenal Kanza adalah teman yang baik.

__ADS_1


Kanza hanya cuek meanggapi pernyataan Mayang tersebut, dan memakan mie nya dengan nikmat. Mayang sangat kesal karena Kanza tidak tepancing amarahnya. Lagi-lagi Mayang mencari keburukan dari Kanza.


"Lihat ponselnya, wah ini keluaran terbaru. Ck ck, bagi tips dong cara mengaet Om-om tajir. Dan berapa harganya kamu menemani Om itu dalam waktu semalam?" Kata Mayang membelai rambut Kanza.


Lagi-lagi Kanza tidak memperdulikan ucapan Mayang. Hanif merasa kesal dengan ucapannya lalu menampar Mayang dengan keras.


Plaaakkk....


"Hanif! Kamu apa-apa an sih. Kamu belain orang nggak bener ini?" Tanya Mayang dengan penuh emosi.


"Kanza! Kok Loe diem aja sih di hina sama Mayang" Kesal Hanif.


"Iya Za, kenapa Loe diem. Kita nggak terima nih, kalau temen pembawa sasana bahagia ini di hina" Kata Danu.


"Buat apa kesal? Aku tidak merasa terhina kok, karena apa yang di katakan Mayang itu, hanyalah omong kosong" Kata Kanza santai.

__ADS_1


Pertengkaran itu terhenti karena ada guru masuk ke kelas, dan kegiatan mengajarpun di mulai. Dari luar, Kanza berusaha tetap tegar dengan apa yang ia alami. Tapi, di dalam hatinya ia menangis, ia di hina sebagai simpanan hidung belang, dan itu membuat Kanza sakit hati.


__ADS_2