Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab.13


__ADS_3

"Baik Tuan" Kata Mawar.


Ia bergegas ke kamar di mana Kanza berada, ternyata Kanza tidak ada di kamarnya. Mawar pun mencarinya, Kanza berada di atap, ia sedang menikmati matahari terbenam disana.


Karena cuaca mendung, matahari tidak terlihat terbenam sama sekali. Mawarpun mengajak Kanza untuk masuk ke kamar yang lain, kamar milik Vano pribadi. Kamar itu hanya Vano yang boleh masuk, Mawar sengaja membawa Kanza masuk kesana agar Kanza terkena amarah Vano.


"Ini kamar siapa?" Tanya Kanza.


"Ini kamar Tuan, berhubung kamar Nona sedang di bersihkan oleh Ibu saya, jadi sementara Nona bisa istirahat disini" Kata Mawar.


"Oh, terima kasih" Kata Kanza tanpa curiga.


"Saya tinggal dulu" Kata Mawar.


Mawar menutup pintu kamar itu, ia menyeringai. Sejak lama Mawar sangat mencintai Vano, baru pertama kali ini Vano membawa pulang wanita ke Villa pribadinya itu. Dan Mawar tidak menyukai itu.


Karena menunggu Vano sangat lama, Kanza pun tertidur di tempat tidur. Tidak lama setelah itu, Vano pun masuk ke kamar. Awalnya ia marah karena ada seseorang yang masuk di kamar miliknya itu.

__ADS_1


Melihat pose Kanza yang tidur sangat lucu, membuat amarah Vano mereda. Ia pun tidur di samping Kanza dengan perlahan, dan memeluknya dari belakang. Kanza kaget, ia langsung lompat ke bawah.


"Pak Vano, apa yang Pak Vano lakukan?" Tanya Kanza.


"Tidur!" Jawab Vano.


"Iya tapi mengapa harus di samping saya, mana main peluk lagi" Kesal Kanza.


"Bodo amat, ini kan kamar saya" Kata Vano.


"Jangan bergerak! Tetaplah seperti ini Kanza, saya sangat capek hari ini" Kata Vano.


"Tapi Pak Vano tidak akan ngapa-ngapain saya kan?" Tanya Kanza waspada.


"Saya tidak mungkin menikmati tubuhmu tanpa persetujuanmu. Aku juga tidak mungkin merusak kehormatan seorang gadis yang belum menikah. Biarlah begini sebentar Kanza." Kata Vano.


Beberapa menit kemudian Vano melepaskan pelukannya, ia mengambil selimut dari almari dan tidur di sofa.

__ADS_1


"Pak Vano yakin mau tidur di sana?" Tanya Kanza.


"Mau bagaimana lagi? Kita tidak mungkin tidur seranjang bukan? Saya takut kalau saya khilaf, jadi kamu tidurlah disana, biar aku tidur disini" Kata Vano menyelimuti dirinya.


"Aku yakin, Pak Vano ini adalah orang yang baik, buktinya dia tidak melecehkanku. Jika dia orang jahat, dia pasti telah memaksaku" Kata Kanza dalam hati.


"Kanza, satu lagi. Jangan panggil saya Vano, cukup panggil namaku saja. Kelak kamu akan menjadi.... " Kata-kata Vano belum juga selesai, ia tertidur.


Kanza langsung melihat Vano, ia tertidur. Kanza mendekati wajah Vano, alisnya mengerut. Tanda bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang berat, sampai terbawa tidur.


"Apakah ini yang membuat dia tadi memelukku sangat lama? Jika dari dekat, dia terlihat tampan. Vano, aku juga menyukaimu" Kata Kanza dalam hati.


"Jangan menatapku seperti itu, saya laki-laki normal Kanza, jangan salahkan saya, kalau saya bisa memakanmu malam ini. Jika kamu tidak menjaga tubuhmu" Kata Vano.


"Hah?" Kata Kanza kaget.


Vano langsung menarik Kanza, hingga Kanza berada di atas Vano. Kanza meronta-ronta, tubuh mungil Kanza tidak bisa mengalahkan tubuh besarnya Vano, Kanza gadis 18 tahun sedangkan Vano pria berusia 30 tahun yang gemar berolah raga.

__ADS_1


__ADS_2