
Kanza duduk di dekat Maria, ia masih canggung dengan Maria. Karena ia tahu, kalau Maria adalah calon istri dari orang yang sangat ia cintai.
"Kamu kemana aja sih Kanza, aku dan semua pelanggan setiaku sudah kangen dengan suaramu loh" Kata Justin.
"Apakah Kak Justin nggak tahu jika hubunganku dan Kak Vano...." Kata Kanza dalam hati.
"Jangan di tanya dulu ah, Kanza nyanyi dong, udah kangen nih sama suaramu" Pinta Rangga.
"Tapi...." Kata Kanza.
Karena Rangga dan semua memintanya bernyanyi, Kanza pun akan bernyanyi dan mengungkapkan isi hatinya yang saat ini benar-benar merindu akan sosok Vano. Justin sengaja menelfon Vano, supaya Vano bisa mendengarkan lagu yang akan dibawakan oleh Kanza. Ketika Kanza bernyanyi, tidak terasa air mata Vano menetes, ia juga rindu suara dan kehadiran Kanza.
__ADS_1
Lagunya sungguh menyentuh hati Vano. Bahkan Maria dan sahabat Vano bisa merasakan itu. Maria semakin tidak tega jika harus memberikan undangan palsunya kepada Kanza.
Setelah Kanza selesai bernyanyi, ia kembali duduk di dekat Maria, ini waktunya Maria memberikan undangan palsu itu. Namun, sebelum aksi Maria, Justin memberikan beasiswa sekolah vokal di Singapura dari Vano itu kepada Kanza.
"Suaramu masih bagus loh, cocok nih kalau kamu masuk kesini buat ngasah suara lagi. Siapa tahu kamu jadi penyanyi hebat" Kata Justin memberikan promosi dari sekolah vokal di Singapura.
"Tapi aku mana ada biaya untuk sekolah kesana kak. Lebih baik aku cari kerjaan saja di kota besar. Aku juga harus memikirkan masa depan Lisa juga Kak Justin" Kata Kanza menolak.
"Kenapa kalian sebaik ini. Dan dimana Kak Vano? Nomorku di blokir olehnya, bisakah kalian menelfonkannya untukku?" Kata Kanza.
"Emm mengenai Vano, ia sedang sibuk mengurus usahanya, dan pernikahan kita. Ini undangan kami, aku tau kau tidak bisa datang karena harus pergi Singapura, jadi aku tidak akan kasih undangan ini. Hanya akan memberitahumu saja. Maaf Kanza" Kata Maria dengan nada kurang mantap.
__ADS_1
"Oh, akhirnya Kak Vano mau berbakti kepada Neneknya. Aku senang mendengarnya, selamat ya. Kak Justin, aku akan fikirkan tawaranmu, sekarang aku permisi dulu, selamat siang semua" Kata Kanza membawa surat beasiswanya itu.
Kanza berlari dan mengejar angkutan umum, ingin sekali ia menangis, bahkan Vano tidak mau menemuinya lagi. Entah kenapa rasa cintanya Kanza malah semakin besar, bukannya pudar karena di tinggalkan oleh Vano.
Sampai di rumah, ia terus memandangi surat itu. Jika ia ingin melupakan masalah Vano, mungkin ia akan mencoba untuk kuliah disana, namun ia tidak ingin merepotkan Rangga dan Justin.
"Wah apa ini? Beasiswa sekolah vokal di Singapura? Kak, ini serius? Pergilah kak, aku akan bangga jika kakak bisa menjadi penyanyi terkenal suatu hari" Kata Lisa memeluk Kanza.
"Kok terlihat sedih sih? Kenapa?" Tanya Lisa.
"Jika kakak pergi, kamu akan sendiri disini. Pak Vano, Kak Rangga dan Kak Justin siap memberimu biaya hidup dan sekolah, tapi meninggalkanmu sendirian disini......." Kata Kanza.
__ADS_1
Lisa langsung memeluknya, sebelumnya Lisa mengetahui semua itu dari Maria, beberapa hari yang lalu, Maria datang kerumah. Namun Kanza enggan untuk menemuinnya. Ini semua karena demi masa depan Kanza. Vano memberinya beasiswa untuk menjauh dari Vano semetara sampai nanti ia mendapatkan donor mata yang cocok untuknya.