Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab. 10


__ADS_3

Jam pulang sekolah berdering. Semua siswa terlihat berkumpul di depan gerbang, Kanza sangat bingung waktu itu. Ia pun berusah menerobos siswa lain agar bisa lihat, apa yang sebenarnya terjadi.


Kagetlah si Kanza, ia melihat mobil Vano sudah ada di gerbang sekolah, dan dia sudah berdiri di depan gerbang sekolah juga. Vano berjalan mendekati Kanza dan menyapanya.


"Sudah pulang? Ayo!" Ajak Vano.


"Itu siapa Kanza ya? Mobil mewah tuh, pasti bukan orang biasa" Kata Seorang Siswa.


"Gue bilang apa? Si Kanza ini, menjadi simpenan Om-Om tajir sekarang, pada nggak percaya sih!" Kata Mayang.


Mayang menggunakan kesempatan itu untuk menjatuhkan harga diri Kanza. Banyak siswa yang percaya kepada Mayang karena tidak ada pembelaan dari Kanza.


"Jaga omongan kamu ya, Kanza ini bukan simpanan saya. Dia ini adalah calon istri saya, jadi....." Saat Vano mengungkap identitasnya, Kanza langsung menutup bibir Vano dan mengajaknya pulang.


"Udah-udah, kita pulang ya. Jangan hiraukan mereka." Kata Kanza menarik lengan Vano masuk ke mobil.


Semua siswa terkejut dengan pernyatan Vano, yang memgakui bahwa dirinya adalah calon suami dari Kanza. Itu sangat membuat Kanza tidak nyaman.

__ADS_1


"Lain kali jangan seperti ini, saya mohon. Saya sudah tidak bisa menerima kebaikan dari anda" Kata Kanza.


"Kanza, saya ngomong apa adanya. Saya suka sama kamu" Kaya Vano.


"Suka? Hanya sebatas suka, bukan cinta kan?" Tanya Kanza.


"Itu, beri aku waktu" Kata Vano.


"Pak Vano yang terhormat, cukup ya. Jangan memberi saya beban lagi, kebaikan anda sudah sangat banyak. Saya semakin tidak sanggup untuk melunasinya. Saya mohon, jangan lagi seperti ini" Kata Kanza menyatukan tangannya.


Namun Vano hanya diam saja, ia tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh Kanza, ia menyukai dan mulai mencintai Kanza. Namun malu ingin mengatakannya.


"Oh, tentu saja. Apa pekerjaan itu? Aku tidak ingin merepotkanmu, aku bisa mencari pekerjaan sendiri" Kata Kanza dengan nada sinis.


Vano memberikan alamat cafenya yang baru saja beberapa bulan lalu di buka. Ia juga memberikan gitar baru untuk Kanza. Karena Vano tahu, bahwa Kanza sangat mentukai alat musik gitar.


"Apa ini? Dan gitar ini untuk apa?" Tanya Kanza heran.

__ADS_1


"Ini alamat cafek saya yang beberapa waktu lalu dibuka, disana masih membutuhkan vokalis untuk acara live musik. Dengan gitar ini, kamu bisa mencari uang dan membayar semua hutangmu kepada saya" Kata Vano.


"Aku tidak ingin merepotkanmu, biarkan aku mencari pekerjaanku sendiri, dan aku bisa bekerja dengan baik nantinya" Kata Kanza.


Vano marah mendengar penolakan dari Kanza, ia meminta sopir untuk mmeberhentikan mobilnya. Lalu menyuruh Kanza untuk turun dari mobil dengan sangat kasar.


Bruummmm... Suara laju mobil Vano meninggalkan Kanza di pinggir jalan.


"Hihhh kalau aja Gue nggak ada hutang ma dia, Gue udah buat perkedel tuh orang. Dasar kadal kepidek" Kesal Kanza.


Kanza terpaksa harus jalan kaki dari jalan itu sampai kerumah, yang masih memebutuhkan waktu lama agar sampai rumah. Tidak sengaja Hanif melewati Kanza dan menawarkan tumpangan.


"Za!" Teriak Hanif.


"Hanif?" Kata Kanza.


"Kok kamu jalan kaki sih? Bukannya tadi di jemput sama calon suami kamu kan?" Tanya Hanif.

__ADS_1


"Dia bukan calon suamiku" Kata Kanza tegas.


Karena Hanif tidak tega meninggalkan Kanza di jalan, akhirnya ia menawarkan tumpangan untuk Kanza dan mengantarkannya pulang. Kebetulan sekali, karena begitu, Hanif jadi tahu dimana Kanza tinggal sekarang.


__ADS_2