Kisah Cinta Kanza

Kisah Cinta Kanza
Bab.8


__ADS_3

Setelah mengantar Lisa, kini Vano akan mengantar Kanza ke sekolah. Kanza hanya berdiam diri saja di samping Vano. Ia merasa tidak nyaman, walapun di mobil juga ada supir dan asisten Vano, tapi itu malah membuat Kanza lebih tidak nyaman lagi.


Sampai di gerbang sekolah, Kanza cepat-cepat membuka pintu mobil dan segera masuk ke sekolah fikirnya. Namun tangannya di tarik oleh Vano, dan dia berbisik.


"Pulang sekolah aku jemput, jangan ngamen lagi. Aku ada pekerjaan untukmu" Bisik Vano.


"Terima kasih Pak, saya permisi mau masuk sekolah dulu. Dan terima kasih sudah mengantar saya" Kata Kanza langsung pergi.


Vano terus saja memandangi Kanza sampai sudah tidak terlihat lagi. Vano menghela nafas panjang, ia menertawakan dirinya sendiri karena telah menyukai gadis sekolah berusia 18 tahun.


"Bos, kok Kanza ini berubah ya. Saat awal kita kenal, dia gadis periang, banyak bicara. Sekarang jadi manis, pendiam dan tidak banyak bicara" Kata Pak Adi.


"Udah ayo ke kantor" Kata Vano.


Di sekolah, Kanza juga masih menjadi pendiam. Teman sekelasnya, merindukan sosok Kanza yang dulu, yang sering membuat kelas menjadi ramai dan asyik.


"Za, nyanyi dong. Udah beberapa hari ini kita denger Loe nyanyi, nyanyi gih" Pinta temannya.

__ADS_1


"Aku lagi males, kapan-kapan aja ya" Jawab Kanza mengecewakan.


"Yaaahh kecewa kita, bentar aja deh. Sambil nunggu guru datang. Ya! Ayolah, kita kangen suaramu ini" Kata Temannya itu.


"Ayo lah Za, sebentar aja lah. Nif ayo dong suruh sahabat Loe nyanyi" Kata Teman yang lainnya.


"Aku nggak mau maksa Kanza, tapi kalau Kanza mau, ayo bernyanyilah. Karena jujur, aku lebih suka lihat kamu yang dulu daripada yang sekarang" Kata Hanif menepuk bahu Kanza.


"Mau lagu apa? Danu yang petik gitar ya, aku lagi males petik gitar" Kata Kanza.


"Ok Gue yang petik gitar, mau lagu apa gaes?" Tanya Danu sudah membawa gitarnya.


"Boleh deh" Jawab Kanza.


Danu mulai memetik gitarnya dengan lembut. Kanza memejamkan matanya membayangkan hal yang indah, lalu membuka matanya kembali dan mulai bernyanyi.


🎶Tresnoku moh ilang cukup ning koe sayang

__ADS_1


Ojo ning ngendi-endi bakale kita rabi..


Mantapno atimu, selalu sayang kamu oh bebebku..🎶


Yang katanya ingin ke kantor, ternyata Vano mengikuti Kanza sampai di kelas dan melihat Kanza tersenyum lebar dengan bernyanyi. Kini ia tau bagaimana cara mengembalikan senyum Kanza yang menghilang itu.


Vano langsung menemui Kepala Sekolah dan mengusulkan setelah kelulusan, Vano ingin menyumbang dana untuk sekolah mengadakan pentas seni. Dan Kanza harus terlibat dalam acara itu.


"Memang, Tuan ini siapanya Kanza ya?" Tanya Kepala Sekolah.


"Saya calon suaminya, kemungkinan setelah Kanza lulus saya akan menikahinya" Jawab Vano santai.


Kepala Sekolah hanya melongo saja, ia percaya saja apa yang di katakan Vano. Kepala Sekolahpun menceritakan semuanya tentang Kanza di sekolah. Bagaimana dia menjadi anak bandel, selalu dapat ranking di sekolahnya, mewakili sekolah dalam mengikuti setiap lomba.


"Tapi akhir-akhir ini, kami para guru menjadi kesepian. Karena tiap tiga kali dalam seminggu, Kanza ini selalu datang kepada kami untuk menerima hukuman. Karena dia nakal, sekarang......" Kata Kepala Sekolah.


"Saya juga sedang membuat Kanza kembali seperti dulu Pak, jadi mohon agar terima permohonan saya ini. Segala sesuatunya saya yang akan menanggungnya, tapi ingat! Jangan sampai Kanza tau akan hal ini" Kata Vano.

__ADS_1


Vano hanya menjelaskan bahwa ia sebagai calon suaminya, karena Almahrum kedua orang tuannya lah yang meminta. Karena takut, semua orang di sekolah akan menyangka Kanza yang tidak-tidak. Dia pun mengatakan calon suaminya, karena tidak ingin ada laki-laki lain yang mendekatinya.


__ADS_2