
Hay namaku Dita ismawari hari ini seperti biasa aku mengantar adikku ke SD mukti jaya yang jaraknya lumayan dari rumah.
Aku tinggal bersama abangku yang disabilitas, orang tuaku sudah lama meninggal, adikku cwe baru kelas 4 SD sepeninggal orang tua hanya rumah yang kami tempati dan satu kendaraan motor, aku putus sekolah saat kelas 2 SMP krna harus mencari uang buat kakaku dan adikku.
Aku berkerja di warung makan yang gajinya kecil, aku juga mengerjakan pekerjaan sampingan menjadi asisten mbak Fiona yang menjadi MUA, ya nggak setiap hari sih, kadang nggak nentu juga sih pekerjaanku ini.
Sepulang ngantar adekku tiba2 motorku mogok ditengah jalan.
"Astaga, kenapa sih saat2 genting kyakgini malah pake mogok segala gk afdol banget deh" ujarku sembari menyalakan motor berulang kali sampai2 kesal.
"Khmmmm" ujar salah seorang suara.
"Selamat pagi ibu boleh minta STNK dan SIM nya? " ujar suara itu.
Akupun berdiri melihat wuaaaaahhh polisi guanteng buanget gaessss, hduhhhhh.
"Ada pak" ujarku menyodorkan surat2.
"Ahh baik mba, karena mba tidak memakai helm ibu saya tilang! " ujarnya.
"Hahhh tilang? , ya ampun pak saya lagi buru2 pak orang helm doang" ujarku.
"Iya mba, mbak juga melanggar peraturan lalu lintas! " ujarnya menunjukkan plang yang bertanda dilarang parkir.
"Astaga pak".
"Ini surat tilangnya, dan paling lambat besok harus bayar denda surat2 ini saya tahan dulu".
"Ya Elahh timbang helm doang segitunya si cari uang? " ujarku menggerutu.
Aku pun kesal dan meninggalkan polisi itu, hmmmm pagi2 udah sial aja!.
Setelah seharian cari uang akupun segera pulang, kulihat adikku sedang belajar sementara abangku duduk disofa yang nggk empuk lagi.
Kadang aku sedih banget ngliat kakakku, dia nggak kaya temen seusianya, ngmongnya nggak jelas, aku cuma bisa nangis klau ngliat kehidupan kami sekarang.
"Ehh kaka udah pulang" sapa marwah adikku.
"Iya ini kaka bawain makanan, ayo makan dulu kaka ayo makan".
Kami pun makan bertiga, aku berusaha untuk tidak bersedih di hadapan kedua saudaraku, aku nggak mau mereka sedih.
Sehabis magrib aku berubah menjadi ojek online, yaa kalau nggak ojek ngapain lagi, biar bisa nambah2 buat kebutuhan.
Akupun pergi kepangkalan, sebelum aku pergi aku berpesan agar marwah nggak lupa menyalakan film diTV kesukaannya.
__ADS_1
Udah jam 8 belum juga penumpang nyangkut diponselku, ya Allah semoga aja malam ini ada 1 atau 2 orang setidaknya pemasukan.
Lama kumenunggu akhirnya jam 9 malam ada orderan masuk, gofood makanan martabak.
" Alhamdulillah akhirnya ".
Aku pun menancap gas langsung menuju penjual martabak.
30 menit berlalu.
"Gila ini martabak mahal banget 150 rebu, untung aja masih ada uang gue! " gumamku.
Akupun mengantarkan pesanan sesuai alamat.
"Buset baru kali ini aku ngirim makanan kerumah mewah gede banget".
Akupun memencet bel.
Hampir 3 menit akhirnya keluar juga.
"Ini pak pesenannya" ujarku menyodorkan.
Ku lihat wajahnya kayaknya ga asing.
"Ooohhhh jadi bapa".
Beda banget sama yang tadi pagi! " gumamku.
"Berapa? " tanyanya.
"170 pak" ujarku.
"Ahh tunggu yah".
Setelah selesai akupun pulang, ini dah malem gpp lah dapat 1 orderan lumayan.
Tak lama kemudian akupun sampai dirumah, kulihat kedua saudaraku sudah tertidur, Marwah tidur di kasur sebelah.
Astaga aku baru inget kalau besok aku harus kekantor polisi menebus kemarin, kubuka dompet hanya tersisa 200 ribu itu saja ngumpulin untuk bayar listrik dan air, semoga aja gk lebih dari ini" gumam ku.
Pagi hari seperti biasa kuantar adikku marwah kesekolah, habis itu kekantor.
Kulihat polisi yang kemarin menilangku, huphhh tampan si tampan tapi yaitu nggk bisa bertoleransi sedikit padahal motorku kan nggak sengaja mogok disitu juga.
"Berapa denda yang harus saya bayar pak? " tanyaku.
__ADS_1
"Atas nama Dita ismawari? ".
"Iya".
" 230 ribu mba" .
"Hahhh " batinku terkejut.
"Aku pun membuka dompetku yang pasti sudah berisi uang 200".
"Bentar ya pak" ujarku.
"Iya".
Aku pun berusaha mencari uang siapa tau ada uang nyelip di kantongku.
"Astaga kenapa nggk ada, gimana aku menebusnya? " gumam ku bingung aku tertunduk bingung gimana ini.
Tak lama kemudian tiba-tiba terdengar suara seorang pria dihadapanku.
"Loh Dita kan?".
Aku pun melihat wajahnya dan ternyata Rio anak bosku dulu.
"Loh mas Rio ngapain disini? " tanyaku.
"Iya mas ada urusan, kamu ngapain? " tanyanya.
"Ada urusan juga mas, yaudah aku masuk dulu yah".
"Ohh yaya".
"Maaf pak saya belum bisa nebus sekarang, uangnya kurang,besok ya pak saya kesini" ujarku memutuskan.
"Baik nggkpp".
"Udah kelar Ta? " tanya Mas Rio.
"Udah mas, aku pamit dulu yah".
"Yah hati2".
Aku pun keluar dari kantor polisi mengenakan sepeda motor.
"Aku harus cari uang kemana, ya Allah beri aku kekuatan untuk hari ini" gumam ku.
__ADS_1