Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Rasya vs Yutda


__ADS_3

"Ehh tante bukan apa2 kok" ujar Rasya.


"Ekhmm aku buka sekarang aja ya kak" ujarku.


"Add duh jangan Dit, itu buat adik kamu kok, iyah buat adik kamu" ucapnya terbata.


"Khmm bilang aja malu ada tante sama om" ujar Bu Ferry.


"Apa sih tante" ujar Rasya.


"Ohh yaudah deh makasih ya kak" ujarku.


POV Yutda


"Stevi ngapain kesini lagi" gumam ku.


"Eeeh lo mau kemana Yut? " ujarku yang sedang berusaha menghindari Stevi.


"Rob, bilangin kecewek yang didepan sana kalau nyariin gue bilang aja nggak ada yah" ujarku.


"Loh kenapa? " tanyanya.


"Udah bilang aja kaya gitu" ujarku.


Kulihat Robby menghampiri Stevi dan mengatakan apa yang kupesankan.


"Yutdanya ada? " tanyanya.


"Ohh pak Yutda sedang tidak ada, kamu siapa ya? " tanyanya.


"Ohh saya calon istrinya Yutda".

__ADS_1


" What?, apa2an sih Stevi ini ngaku2 calon istri segala " gumam ku.


Kulihat Dita mengenakan motornya di halaman kantor, dia pasti mengantar makanan bisa terlihat dari bawaannya.


Tiba-tiba Robby malah meninggalkan Stevi beralih ke Dita, pasti mau caper! " desisku.


Aku bingung antara mau keluar atau gimana, ahh lebih baik nanti aku keluar bayar makanan saja.


"Berat ya Dit, sini saya bantu" ujarnya terdengar jelas ditelinga.


"Aah ya makasih pak".


Ya Allah kenapa hari ini aku merasa sedih banget atas perkataan tante2 itu tadi, apa iya tante tadi pagi yang menghadangku itu tau soal aku dengan pak Yutda" gumam ku dalam hati.


"Wuoy kok bengong" ujar Robby.


"Ahh nggak kok pak".


Kulihat ada seorang mba2 didepan kantor, akupun duduk disampingnya, rasanya aku nggak asing deh kayak pernah ketemu tapi aku lupa dimana.


"Dita kan? " ujarnya memanggilku.


"Loh mbak siapa ya? " tanyaku bingung.


"Saya Stevi, yang kemarin itu kita kenalan di jalan" ujarnya.


Akupun mengungat2" ahh ya aku baru ingat" gumamku.


"Ouh ya mba, ingat2 mba ngapain disini? " tanyaku.


"Oh Saya mau ngajak pacar saya makan siang Dit, kamu sendiri? " tanyanya.

__ADS_1


"Ohh iya aku nganter makanan mba".


Awas aja kamu Dita, kamu akan dapat masalah besar karena sudah berani mendekati Yutda.


Kulihat Robby membawa uang untuk membayar pada Dita, akupun menarik tangannya.


" Eh eh apa2an sih Yut" ujarnya.


"Udah gue aja yang bayar" ujarku.


Sebenarnya aku nggak mau keluar menemui Stevi tapi karena ada Dita terpaksa aku harus melewati situasi ini.


"Eh Dita nih uang nya" ujarku.


Tiba-tiba Stevi memanggilku dengan sebutan sayang yang membuatku semakin geram apalagi ini dihadapan Dita pacarku sendiri.


"Sayang makan siang bareng yuk" ajaknya.


"Ihhh apaan sih" ujarku risih.


"Ahh yaudah pak saya pamit dulu" ujar Dita.


Kulihat Dita langsung pergi meninggalkanku tanpa senyuman, aku tau dia pasti kecewa.


"Apaan sih Vi jangan gila deh, kita bukan siapa-siapa" ujarku, akupun meninggalkan Stevi.


"Yut,yut" ujarnya tapi aku tidak perduli.


"Hhhh awas kamu Yut, aku nggak Terima kamu giniin aku, aku akan membuat perhitungan buat gadis kampungan itu liat aja nanti " gumam ku.


"Sayang? " apa maksudnya?, kenapa kata2 itu keluar dari mulut orang lain, kok rasanya sakit banget ya" gumam ku pingin nangis .

__ADS_1


Setelah selesai mengantar uang ke pak Ferry aku bergegas ke tempat biasa, ahh kali ini bener2 nggak semangat.


__ADS_2