
Kulihat Dita tersenyum melihatku, mungkin dia malu, tapi aku sangat kagum padanya Dita seorang gadis yang tidak seperti gadis lain, walaupun dia masih sangat muda pemikirannya jauhhhh dia juga bisa menjaga kedua saudaranya, dia pemimpin keluarga yang bijak, walaupun mungkin dalam renungannya dia bisa saja menjadi sedih.
Ketika tangan kananku diangkat, aku sangat bahagia, bahkan saking malunya membuatnya tak berani menatapku.
"Iya Pak saya mau! " ujarnya mengangkat tanganku perlahan sambil menahan malu bisa terlihat dari raut wajahnya yang memerah.
"Kamu serius? " tanyaku.
"Yaudah kalau nggak percaya" ujarnya.
Akupun memeluknya, ini kali pertama sejarah baru dalam hidupku, mencintai seorang dan cinta pertama, sebelumnya aku nggak pernah merasakan bahagia seperti ini.
"Udah2 malu" ujarnya.
"Ekhmmmm jadi sekarang kita jadian yah" ujarku lagi.
"Ehh tapi aku nggak mau buru2 nikah ya, selain umurku yang belum cukup aku juga masih ada tanggungan kedua saudaraku".
Akupun memberi hormat padanya.
" Siap laksanakan! " ujarku seperti sedang disuruh komandan saja.
Kulihat lesung pipinya, terpancar bahagia malam ini, semoga kedepannya kami mengenal lebih jauh dan lebih baik.
"Itu motormu datang, pokoknya sekarang kalau ada apa2 bilang ya sama saya".
"Siap pak! " ujarnya.
__ADS_1
"Lohh kok pak, Mas dong biar enak didenger".
" Iya udah saya pamit dulu ya, ayo pak kita pulang"Ajakku pada sopirku.
POV Dita.
"Makasi ya pak".
" Sama2 non, yaudah saya pamit dulu yah".
"Ya pak sekali lagi makasih".
Cinta pertama seorang gadis belia
Aku nggak nyangka kalau malam ini adalah malam dimana seorang polisi ganteng itu adalah cowokku sekarang, hduhh rasanya seperti mimpi, ahh tapi ini bukan mimpi ini beneran!" gumamku dikamar.
POV Yutda
" Nggakpp mang".
Sesampainya dirumah mamah dan papaku masih diruang tamu, akupun menghampiri mereka.
"Udah sampai Yut? " tanya papaku.
"Udah pah, mah, yaudah Yutda ke kamar dulu yah".
" Tunggu dulu Yut, duduk dulu papah mamah mau bicara ".
__ADS_1
Akupun duduk menghampiri mereka.
" Ada apa mah, pah? ".
" Kok tadi pas mamah tanya kalian pacaran sejak kapan Dita malah bingung? " tanyanya.
"Ahhh ya nggak lah mah,ada2 aja".
" Jadi Dita itu tulang punggung kedua saudaranya itu? ".
" Iya mah, pah".
"Tapi mamah papah restuin aku sama Dita kan pah mah? " tanyaku.
"Papah nggak pernah mempermasalahkan itu, itu semua terserah kamu tugas papah sama mamah cuman bisa do'ain kamu yang terbaik" ujarnya.
"Makasih mah, pah".
" Iya,papah dulu waktu menikah dengan mamamu juga nggak punya apa2 tapi mamahmu yang kaya ini mau nerima papah, awalnya papah nggak direstui tapi seiring dengan berjalannya waktu, papah dan mamah akhirnya mendapatkan restu dan diberikan hadiah kecil yaitu toko, papah dan mmah mulai dari nol tapi alhamdulillah sekarang bisa membuat anak papah satu2nya jadi polisi seperti sekarang ini " ujarnya menceritakan kehidupan bersejarahnya.
"Alhamdulillah kalau papah dan mamah merestui itu, aku seneng banget Yutda sempet bingung takut mamah sama papah nggak bisa nerima Dita nantinya" ujarku.
"Terus rencana kedepannya gimana? ".
" Tunangan atau nikah? "lanjutnya lagi.
" Belum mah, pah Dita masih belum cukup umur dia juga punya tanggungjawab kedua saudaranya "
__ADS_1
"Iya2 mamah paham, tapi mamah pertama kali lihat Dita cocok Yut, anaknya humble, apalagi diusianya yang masih sangat muda dia mampu memposisikan dirinya, juga pelindung untuk kedua saudaranya" ujar mamaku.
" Y