Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Kekecewaan keluarga Stevi


__ADS_3

Pov Stevi


"Katanya Yutda belum ada pacar pah kok malah kayagini? " ujar mama Stevi terlihat sangat marah dan kecewa krna merasa anaknya dipermainkan.


"Papa juga nggak tau, ini bener2 penghinaan buat papah" ucapnya.


Orang tua Stevi sangat kecewa dan marah dengan pernyataan itu, sementara Stevi yang suka pada Yutda sakit hati krna merasa dipermainkan.


Pov Dita


"Buah dari siapa kak? " tanya marwah.


"Dari pak polisi tadi''.


" pak polisi orangnya baik yah kak" ucap marwah.


"Iya".


Jam 22.00 malam kakaku keluar dari kamar, dan memberikan selembar kertas, aku tau aku pasti disuruh membacanya.


" Apa ini ka? " tanyaku.


"Pak Yutda itu orang baik kaka seneng bisa kenal dengan beliau" ujar kakaku.


Akupun menoleh kakaku dia sangat senang mendapat teman baru.


"Iya kak pak Yutda memang baik orangnya" ujarku.


Tak lama kemudian kamipun bergegas tidur krna sudah malam.


"De ini nanti bayar ya uang gedung sekolahnya" ujarku menyodorkan amplop coklat ke Marwah.


"Iya kak makasih ya kak".


Pov Yutda


"Knpa sih ngelamun aja" tanya Robby.

__ADS_1


"Orang tua kemarin njodohin gua tapi nggak mau" ujarku.


"Kenapa Yut?, apa ceweknya jelek? " tanyaku.


"Cantik sih tapi gk srek aja".


" Khmmm, emang sih cantik itu nggk menjamin jadi suka" ujar Robby.


POV Dita


Saat hendak kuhampiri Dita dijam istirahatku aku malah melihat TNI itu lagi, huphh bete banget rasanya! " gumamku.


"Siang2 gini masihh aja cari uang Dit, nih minum dulu, kamu pasti haus kan?" ujar Rasya.


"Ehh kak Rasya, kok disini?, bukannya lagi tugas? " tanyaku.


"Belum, kaka masih ditugaskan disini, oya aku ada bawa makan yo makan " ujarnya.


Kulihat TNI itu memberikan bingkisan makanan, namun tak lama kemudian ada salah seorang teman memanggilnya mengajak pergi sehingga meninggalkan Dita sendiri.


"Siang anda kami tilang! " ujarku meng prank Dita yang sedang membuka nasi box yang tadi.


"Isssh bapak, main tilang2 aja" ujarnya.


Akupun duduk disebelahnya, sembari memberi makanan juga.


"Makasi pak tapi aku ada kok" ujarnya.


"Kalau bapak mau makan yaudah ayo makan bareng" lanjutnya.


Ahh baiklah nggkpp".


Selesai makan kutanyakan tentang siapa TNI tadi.


"Enak yah disamperin anggota TNI, siapa dia Dit? " tanyaku tnpa basa basi.


"Yang mana kak?, nggak ada tuhh" ujarnya menyangkal.

__ADS_1


"Yaitu tadi sebelum aku kesini" balasku.


"Oooohh itu Rasya pak, isssssshh jadi bapak daritadi ngintip ya" ujarnya.


"Aissh bodoh2 kenapa tanya kyk gitu, kan jadi tau" gumamku dalam hati.


"Ya nggak, kebetulan aja liat" ujarku.


"Khmmmmm masa sih" .


Karena sudah jam 1 akupun kembali kekantor.


"Yaudaah saya pamit dulu yah jaga dirimu baik2" ujarku pada Dita.


"Khmmm iya2 pak polisi".


Hari cepat berlalu jam pun cepat berjalan udahh jam 4 saja sekarang, aku bergegas siap2 pulang kerumah.


POV Yutda


Diruang tamu kulihat kedua orang tuaku sedang menonton TV.


" Yutda sini dulu mama mau ngomong " ujarnya.


Akupun menghampiri mamah dan papahku mereka menanyakan soal kemarin yang akan mempertemukan mereka dengan kekasihku.


Aku harus jawab apa?.


"Iya mah, pah besok kalau waktunya tepat pasti aku kenalin ke mamah dan papah" ujarku.


"Ya tapi jangan lama2 ya yut" ujarnya.


"Iya2 papah mamah tenang aja, Yutda akan usahain secepatnya".


POV Stevi


Diam2 Stevi dan kedua orang tuanya menyelidiki Yutda, untuk mengetahui siapa yang menjadi penghalang hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2