Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Galau


__ADS_3

"Yut kenapa sih keliatan murung gitu, dimakan lah jangan diliatin doang" ujar mamahku.


"Iya Om makan tar sakit" ujar Nadhira.


"Iya mah Yutda makan".


Selesai makan aku berdiam sendiri melihat air di kolam renang, jam sudah 9 malam tapi aku masih kepikiran tentang hari ini.


" Kenapa sih Yut, ngelamun aja" ujar mamahku.


"Cerita dong sama mamah" ujarnya.


"Yutda bingung mah menghadapi Stevi, kyanya Stevi nggk terima soal perjodohan itu" ujarku menghela nafas.


"Loh kok kamu berkesimpulan kya gitu? " tanya mamahku.


"Ya gimana mah?, Stevi dateng ke kantor ngaku2 kalau dia calon istri aku, juga beberapa hari kemarin Stevi marah2 di restoran yang buat aku malu, aku bener2 risih mah" ujarku.


"Loh kok bisa kayagitu yah?terus hubungan kamu dengan Dita gimana?, apa dia tau soal ini? " tanya mamahku.


"Itu dia mah Dita kecewa sama aku, tadi siang Stevi dan Dita bertemu dikantor saat Dita nganterin catring kekantor polisi kebetulan disitu ada Stevi" ujarku.


"Khmmm biar nanti mamah bicara sama Dita yah, oyah mamah ada ide lebih baik kamu ajak aja Dita nonton bioskop, biar ada waktu berdua" ujar mamahku.


"Oh iya yah mah makasih ya udah buat Yutda lebih tenang" ujarku.

__ADS_1


"Iya mamah nggak mau kamu tu sedih lagipula mamah juga nggak suka sama Stevi anaknya kaku sama mamah" ujarnya.


"Yaudah sana tidur biar besok mamah kerumah Dita, pak asep tau kan rumahnya? " tanya mamahku.


"Tau ko mah".


" Makasih ya mah aku pergi tidur dulu ".


POV Rasya


" Lo gimana si Sya, lo nembak Dita tapi lo malah nggak tau jawabannya apa emang lo yakin 3 tahun kedepan Dita belum nikah? " ujar Ayub.


"Khmmm iya juga yah, ehh tapi kan gue bisa ketemu setelah 7 bulan ini! " ujarku.


"Khmmm lu si kelamaan nggak ngomong gimana kalau Dita nggak bales perasaan lo kan syakit? " tanyanya.


"Khmmm nggak tau gua sama jalan pikiran loh Sya" ujarnya.


Pagi hari terasa cepat datang, aku berharap hari ini akan lebih baik daripada hari kemarin Aminn amin ya robal alamin.


"Kak ada tamu" ujar Marwah.


"Hah?, siapa? " tanyaku pada Marwah, akupun keluar rumah tak kusangka yang datang adalah mamahnya pak Yutda.


"Assalamualaikum".

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam tante ayo masuk" ujarku.


"Iya".


" Khmmm tante duduk dulu yah, aku ambilkan minum sebentar" ujarku.


"Iya makasih Dit".


Kulihat abangku dan Marwah menemani bu Dewi, tak lama kemudian akupun keluar membawa minum teh dan beberapa cemilan.


" Ahh tante diminum dulu tan, maaf yah cuman kayagini sederhana " ujarku.


"Iya nggak pp".


" Kak aku dandan dulu yah kak" ujar Marwah yang akan bersiap2 berangkat sekolah sementara abangku mencuci pakaian dibelakang.


"Ehh tante apa kabar? Nadhira nggak ikut tante? " tanyaku.


"Nggak Nadhira masih tidur tadi, oya tante kesini ada yang mau omongin sama kamu" ujarnya.


"Soal apa ya tante? " ujarku.


"Tante tau kamu kecewa sama anak tante soal kemarin, dan soal wanita yang kemarin ada dikantor itu bukan siapa2 Yutda, dia cuman nggak terima kalau perjodohannya dengan anak saya ditolak" ujarnya.


"Ooohh gpp tante lagipula kalaupun jadi juga nggak pp tante, saya mah nggak usah dipikirin lagipula mbak Stevi lebih pantas bersanding dengan pak Yutda" ujarku mencoba tegar.

__ADS_1


"Hussh kamu ini bilang apa sih, tante itu nggak memandang sampai kesitu, bagi tante kamu yang lebih pantas dengan anak tante".


__ADS_2