
"Ya takutnya kamu nggk nyaman kerja part time begitu, oyah kalau nggk nyaman bilang aja yah" ujarnya.
"Iyah iya mas nggak usah khawatir".
" Yaudah kamu tidur dah malam" ujarnya.
"Iya mas juga".
POV Rian
"Udah malem kak ngapain diteras terus?, ngliat apa sih? " tanya ibuku.
"Aku nggk liat apa2 kok bu".
" Khmmm kamu pasti mikirin yang disebelah itu yah? " tebak ibuku.
"Siapa bu? " tanyaku.
"Siapa lagi kalau bukan gadis kecil itu" ucapnya.
"Huffh aku nggak paham apa maksud yang dikatakanmu bu".
" Ahh ya sudah2 dah malam".
Pagi hari kulihat burung berkicau dengan riang seriang hatiku, bagaimana mungkin aku seorang Dita Ismawari memiliki cowok seorang polisi, dia cinta pertama huhuuuhu aku benar benar beruntung, serasa ini mimpi, ahh tidak2 ini bukan mimpi ini nyata Dita ini nyata! " gumam ku sendirian.
Hari ini hari keduaku berkerja mudah2an hari2ku penuh warna amin, kupandangi seragam yang ada dihadapanku, sebenarnya aku tidak begitu tau soal pekerjaan yang sedang kujalani, tapi tak apalah apa salahnya beradaptasi dengan itu.
"Kak ayo berangkat " ujar Marwah.
"Ayo, oya kak aku pamit kerja dulu yah, do'ain supaya lancar" ujarku meminta restu kakaku.
Kakaku pun mengangguk, saat kami bersiap tiba-tiba seorang ibu2 dengan kedua anaknya menghampiri rumah kami.
"Assalamu'alaikum" sapanya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam ada apa ya bu? " tanyaku.
"Ouh iya kenalin ibu tetangga baru disini, kenalin ini anak ibu Rian dan Fia " ujarnya.
"Ooh iya tante salam kenal juga, ini adik saya Marwah, itu abang saya Faris" ujarku.
"Ohh ya ini ada sedikit oleh2 mohon ditrima yah" ujarnya.
"Ohh ya makasih bu saya nggak bisa lama2 saya harus anter adik saya sekolah sekalian kerja" ujarku.
"Ohh ya maaf2 ya udah saya pamit dulu ya, assalamu'alaikum ".
" Waalaikumsalam ".
" Yaudah ya bang aku pergi dulu, abang baik2 dirumah " ujarku.
Bang Farispun mengangguk.
Setelah sampai disekolah Marwah akupun bergegas kekantor.
"Belum tenang aja Dit, oyah kamu bisa naik motor sejak kapan? " tanyanya.
"Dari kelas 6 SD mbak".
" Wuihh hebat ya kamu, ehh Dit kapan2 ajarin mbak dong" ujarnya.
"Nggak usah Dit, Indri orangnya penakut naik sepeda aja nggk bisa" timpal Alfa.
"Yeee nimbrung aja, lu lah Fa ya ajarin gua" ujar mbak Indri.
"Issh ogahh2".
" Hayoo mas Alfa ajarin lahh mbak Indri " timpalku.
"Loh kok jadi aku sih? " gumam Alfa.
__ADS_1
"Sudah2 lah ngapain jadi berantem sih, hayu kerja" ujarku memutuskan.
Aku mengantarkan beberapa minuman kopi dan teh kemeja.
"Kamu OB baru yah? " tanya seorang staf.
"Iya Pak" ucapku mengangguk.
"Masih muda kok udah kerja berapa sih umurmu? " tanyanya lagi.
"16 pak, yaudah saya pamit dulu ya masih ada kerjaan".
"Ahh kalau kayak gini sih gua jadi semangat berangkat kekantor OB nya cantik, apalagi lesung pipinya duh manis banget"
"Huuh dasar loh".
Alhamdulillah akhirnya sebentar lagi pergantian shif" gumam ku.
Tiba-tiba mas Alfa dan mbak Indri mengagetkanku.
"Gimana Dit, betah kerja disini? " tanya mas Alfa.
"Ya betah lah, apalagi disini yang kerja ganteng2, keren lagi diumuran Dita mah fair2 aja lah, secara Dita masih muda tapi udah trampil" ujar mbak Indri.
"Apa sih mba" ujarku tersenyum.
"Ahh ya kamu udah punya pacar belum Dit?, kalau nggak aku cariin, atau kamu ada yang naksir disini? ".
" Khmmmmmm mas Alfa pingin tau aja apa pingin tau banget "Ujarku meledek.
" Issh dasar yah bocil ini" ledek Alfa.
Sudah 2 hari aku nggak ketemu pak Yutda, padahal aku tau kita sama2 sibuk dengan pekerjaan, khhmmmm kangen juga sama pak Yutda yang ganteng banget bak pangeran itu.
"Eeh udah2 ayo beres2 bentar lagi kita out loh" ujar mbak Indri.
__ADS_1
"Ehh iya2".