
"Yaudah Yutda berangkat dulu ya mah" ujarku.
"Ayo Nadh,ikut Om".
" Ayo Om, seneng deh bisa main lagi".
Tak lama kemudian akupun melajukan mobilku kerumah Dita.
"Tok tok tok".
" Assalamu'alaikum ".
" Biar Marwah aja kak yang buka".
"Mhmm ya udah" ujarku.
"Waalaikumsalam, ehhh Nadhira Pak Yutda" sapaku menyalami Pak Yutda.
"Siapa de? " tanyaku.
Saatku melihat Yutda rasanya bateraiku yang tadinya mau habis terisi penuh lagi, akupun mengajaknya masuk.
"Nadh main yuk" ujar Marwah.
"Ayo".
" Bang? " sapa Yutda sopan banget menyalami abangku.
"Oya aku ada mainan game ludo, abang ntar aku ajarin yah" ujar Yutda mengajak abangku bermain, abangku terlihat seneng banget, aku seneng bisa ngliat mereka berdua bahagia .
"Oya Dit, ini ada pesenan dari mamah" ujar pak Yutda.
"Hahhh?, ya ampun pak ko repot2 segala sih, kesini ya kesini aja nggk usah bawa2 nggak enak " ujarku.
"Ya nggakpp".
__ADS_1
" Yaudah aku ambil minum dulu yah, ehh Nadhira, Marwah, kaka tinggal dulu yah,Marwah jangan nakal yah" ujarku.
"Iya kak".
" Oke mbak" ucap Nadhira.
Saat aku didapur tiba-tiba Yutda datang.
"Sini aku bantuin".
" Khmmm makasi".
"Ayo makan yok" ajakku.
Karena dimeja nggak muat kamipun makan berlima diatas tikar, untung aja tadi sore ada rejeki dari bu Ferry jadi lauknya ada.
"Kulihat Nadhira dan Marwah sangat menikmati makannya,sampai2 suap2an".
" Ayo bang makan" ujarku.
Kami pun mengobrol didepan teras rumah, rumahku ini memang nggak padat penduduk,kebanyakan mereka pendatang yang mengadu nasib dikota, nggak heran kalau mereka masa bodoh.
"Gimana hari ini? " tanya Yutda.
"Apanya Pak? " tanyaku.
"Ko Pak, Mas lah! " ujarnya.
"Apanya mas? " tanyaku.
"Kerjamu? " tanyanya.
"Oohhh baik kok, sebenarnya malam ini aku harus pergi tapi nggak jadi" ujarku.
"Ngojol? ".
__ADS_1
" Ya iya lahh mas buat tambahan kan lumayan " ujarku.
"Khmmmm jangan lah, keluar malem2 nggak baik buat gadis seusia kamu, mas nggak nglarang kamu kerja tapi jangan sampai diforsir, emang nggak cape? " tanyanya.
"Hupph ya capek sih, tapi kalau nggak gitu mana ada tambahan mas? " tanyanya.
"Gini aja, besok kalau ada loker yang pas buat kamu, mas kabarin ya, mas nggak mau kamu kerja malem2 bahaya buat kamu juga takut ada apa2" ujarnya.
"Khmmm kerja apa mas?, aku nggak ada ijasah, cuma SD mana bisa?, jaman sekarang apa2 butuh ijasah buat melamar kerja" ujarku.
"Udah kamu nggk usah mikir itu, yang penting nanti mas kalau udah nemu yang pas, cocok sama kamu mas kabarin, mas nggak mau kamu kerja malem2 cari orderan " ujarnya.
"Hmm ok ok" Ujarku.
Karena sudah jam 9 malam akupun mengajak Nadhira pulang.
"Ayo Nadh kita pulang " ujarku.
"Aduhh om aku masih betah" rengeknya.
"Buat besok lagi yah udah malem" ujarku.
"Iya Nadhira bisa kok main lagi besok yah, ini dah malem" ujarku.
"Yaudah deh mbak,Kak Marwah , abangnya kak Marwah Nadhira pulang dulu yah" ujarnya menyalami kami.
"Yadah bang aku pamit dulu yah" ujarku.
Kulihat abangku tersenyum menandakan kalau dia senang.
"Bang aku anter mereka dulu ya kedepan" ujarku.
Abangkupun mengangguk tanda iya.
"Yaudah Dit mas pamit dulu yah".
__ADS_1
" Ya hati2 mas, Nad dijalan ".