Kisah Cinta Polisi Muda

Kisah Cinta Polisi Muda
Ulang tahun Nadhira


__ADS_3

"Kamu tuh ya ulang tahun nggak ada orang tuanya aja minta dirayain" ledekku para Nadhira.


"Ya nggk pp Om kan masih ada Budhe sama pakdhe uweee" ujarnya.


"Khmmmm khmmmmmm Om ngomong2 Kak Marwah sama Mbak Dita kesini jam berapa?,Nadhira pengen main Om" ujar Nadhira.


Mamahku terkejut mendengar ucapan Nadhira yang sedang merapikan ruangan.


"Siapa Marwah Nadh? " tanya mamaku.


"Itu loh budhe adiknya temennya Om Yutda, dia baik banget kemarin main bonekaan sama aku terus ke pasar malem bareng pokoknya seru deh Budhe".


Adduhhhh bocah, kenapa sejujur itu? " gumamku.


"Terus Dita siapa? "sambung mamahku.


Sebelum Nadhira menjawab aku langsung menjawab kalau dia temanku.


" Dia temenku mah".


"Ahhh no no no itu pasti yang mau dikenalin ke mamah dan papah kan? , terus2 si mbak Dita cantik nggak Nadh? " kepo mamahku.


"Cantik budhe, baik banget Nadhira suka banget main sama mereka" ujar Nadhira.


Aduhhh! " gumamku menepuk jidat.


"Ooh ya?, Nadhira bilang nggak kalau malam ini Nadhira ulang tahun? " tanya mamaku lagi.


"Udah budhe Nadhira pesen sama Om Yutda".


" Khmm ok2 yaudah Nadhira siap2 yah, bentar lagi selesai ".


Aduhhh gimana nih? apa mamaku siap nerima Dita, sementara Dita belum tau soal ini.


POV Dita

__ADS_1


Aku memberi tahu adik dan abangku kalau malam ini kita akan datang ke pesta ulang tahun Nadhira, hduhh bingung banget mau kado apa.


" Bang, pake baju ini aja ya" ujarku.


Abangkupun mengangguk tanda setuju.


Untung aja ada boneka adikku yang masih baru itu juga kado lama banget sebenarnya tapi masih layak lah buat kado Nadhira.


"Marwah boneka kamu yang masih baru boleh nggak buat kado? , kaka tadi nggak sempat beli kado besok kaka ganti deh" ujarku.


"Ahh boleh kak".


" Ahh oke2, untung aja masih kerawat".


Tak lama kemudian kamipun berangkat.


Aku mengenakan Dress kado ayah dulu sebelum meninggal, untung aja belinya gede coba kalau kecil mana muat untuk beberapa tahun kedepan.


Dalam perjalanan aku memperingatkan pada Marwah agar jangan bikin malu.


" Iya kak".


Tak lama kemudian kamipun sampai dirumah pak Yutda, sebenarnya aku minder banget apalagi ini rumah orang kaya, takutnya nggk diterima, khhmm tapi kok sepi ya"gumamku.


"Aku pun perlahan masuk bersama kedua saudaraku, kulihat kedua orang tua dan anak kecil, juga pak Yutda, Nadhira berlari menghampiri kami".


" Ehh Nadhira selamat ulang tahun ya, ini buat kamu" ujar Marwah.


"Makasi kak".


" Ayo mbak, kak Marwah kami sudah menunggu " ujarnya.


"Malam tante malam Om" sapaku menjabat tangan mereka.


"Malam, hayu masuk" ucapnya.

__ADS_1


Mereka menyambutku dengan hangat.


"Iya mah kenalin ini Dita, dan ini abangnya Dita, dan yang sama Nadhira itu Marwah".


" Oouhh iya salam kenal yah Dita" .


"Iya tante, oyah kok sepi tante katanya Nadhira ulang tahun? " tanyaku.


"Ahh orang yang dipanggil cuman kalian bertiga aja kok" ucapnya.


"Oyah abangnya siapa namanya? " tanya papahku.


"Maaf Om, abangku sulit dalam berbicara jadi pakai bahasa isyarat" ujarku.


"Astagfirullah maaf2 yah, oyah orang tua dimana? " tanyanya lagi.


"Orang tua kami udah nggak ada om" ucapku.


"Oohh maafin om ya om nggak tau".


Marwah malah asik dengan Nadhira sementara aku di introgasi hduhh!.


" Yaudah bentar dulu yah tante siapin makanannya dulu" ujarnya.


Karena nggak enak aku pun berinisiatif membantunya.


"Loh mau kemana? " tanyanya.


"Mau ikut tante" ujarku.


"Udah nggak usah biar tante aja" ujarnya.


"Nggakpp tante, sama2 kan biar nggak capek" ujarku.


Saat disela2 menyiapkan makanan aku menanyakan kok sepi bukannya banyak orang, alih2 itu malah membahas yang lain.

__ADS_1


__ADS_2